My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 82



"Zoey, jangan menguji kesabaranku. Atau…"


Samuel menghela nafas panjang untuk meredakan kekesalannya. Ia sadar dirinya harus tetap bersabar. Tetapi cewek itu seperti menulikan pendengarannya. Zoey tetap mencerca Samuel dengan rentetan pertanyaan yang menyudutkan.


"Apa kamu sadar kesalahan itu sangat fatal? Dan tindakan goblokmu itu bisa merusak semuanya!!"


"ZOEY!!!" bentak Samuel sambil mencengkram bahu Zoey dengan kasar. Cukup sudah cewek itu memakinya. Kali ini mulut pedas itu harus mendapat pendisiplinan.


"APA?!!! Kamu mau alasan apalagi, Sam?!"


Zoey yang tidak pernah dibentak Samuel seketika tercengang dan tanpa sadar ia malah semakin meninggikan suaranya sebagai bentuk perlawanan. Tidak sedikitpun terpancar ketakutan di mata amber itu. Hanya saja Zoey tak mengira kalau sang pacar akan bersikap kasar terhadapnya. Entahlah. Mungkin sikap Zoey juga sudah keterlaluan.


"Shit!!!"


Cup!


Samuel mengecup kilas bibir Zoey. Spontan cewek itu tercekat dan membulatkan matanya.


"Kamu!" desis Zoey. Ia sebisa mungkin menahan tangannya untuk tidak menampar wajah cowok kurang ajar itu.


 "Kenapa? Kamu tidak terima, Honey?"


What??? Dia nyari masalah?!


Samuel kembali meraih tengkuk Zoey untuk memperdalam ciumannya. Sentuhan bibir yang awalnya hanya kecupan sekilas, kini berubah menjadi lumayan yang panas. Cowok itu benar-benar telah kehilangan kendali.


"Sepertinya tubuhmu berkata lain, Honey…"


Dan hanya satu kalimat itu berhasil membuat semburat merah di pipi Zoey keluar. Cowok di hadapannya ini benar-benar lihai mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Trust Me... Dan biarkan aku yang menyelesaikan semuanya." Samuel mengangkat dagu Zoey dengan lembut. Menatap lekat wajah cantik kekasihnya itu. Meskipun Zoey masih menampakkan ekspresi kesalnya.


"Samuel jangan berani…"


Ucapan Zoey langsung terpotong saat ia ingin berbicara. Mulutnya tertahan oleh ciuman yang sekali lagi diberikan Samuel tanpa peringatan.


Entah sudah yang keberapa kalinya Samuel melumat bibir itu dengan lembut. Menekan tengkuk Zoey untuk memperdalam ciuman mereka. Bahkan ia tidak peduli sedari tadi masih ada Leo yang hanya bisa melihat pertunjukan itu dengan mata membulat dan mulut menganga. Mungkin hal seperti itu menjadi jackpot tersendiri untuk Leo. Hitung-hitung sebagai obat jantungnya yang sedari tadi sudah hampir mogok kerja.


Samuel menyelesaikan ciumannya dan mendongak menatap Zoey dengan menggoda. Ia yakin perasaan Zoey saat ini pasti jadi semakin kesal.


Sebentar lagi dia pasti akan kembali mengamuk…


Samuel tersenyum sinis seraya memperhatikan gerak-gerik Zoey. Dan sesuai perkiraannya, macan betina itu langsung menghujani Samuel dengan serangan membabi buta. Mulai dari memukul dada Samuel sampai menjambak rambut cowok itu.


Samuel hanya terkekeh menerima semua perlakuan kasar Zoey. Baginya tidak ada rasa sakit jika semua itu dilakukan sang kekasih. Tak apa jika dirinya akan disebut cowok masokis. Asalkan cewek yang masih meringkuk dalam pelukannya itu puas melampiaskan kekesalannya.


"Hah… Haahhh… Stop! Aku capek. Bisa tolong ambilkan minum?" ucap Zoey dengan nafas terengah-engah. Ternyata mengeluarkan emosi cukup menguras tenaga.


"Kamu minta minum di saat seperti ini?" ledek Samuel sambil terkekeh melihat tingkah Zoey yang menggemaskan.