My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 94



"Kamu yang pegang kendali, Honey..."


Zoey hanya mengangguk pelan sebelum kemudian melakukan penyatuan mereka.


"Faster Zoey..."


Seperti mendapat sebuah cambukan, Zoey langsung bergerak semakin cepat.


"Good job, Honey... Tidak salah kalau kamu yang di atas." seloroh Samuel dengan senyum miring tersungging di bibirnya.


"Diamlah, Sam! Nikmati saja..."


"Yes, Mom!"


Zoey terus menghentak-hentakan tubuhnya dengan kasar. Junior Samuel serasa mendapat jepitan paling nikmat. Sial. Kalau dibiarkan seperti ini, dirinya bisa klimaks duluan sebelum sang pacar. Tapi, mau menolak pun rasanya tidak mungkin. Bagian inti gadis itu terlalu sayang untuk dilepas.


"Aargghhh, Sam... A-akuh mau keluar..."


"Keluarin, Honey... Sembur milikku dengan cairan hangat itu... Aahhh... Aarghh..."


Baiklah, sekarang saatnya. Zoey sudah tidak sanggup menahan lebih lama lagi. Cairan itu akan segera tumpah. Ia harus mempercepat gerakkannya.


Bukankah bermain pacuan kuda memang paling nikmat saat kita bisa menungganginya dalam kecepatan maksimal?


Seolah pendingin udara tak berfungsi dalam ruangan tersebut, dua remaja itu saling menggempur sampai tubuh mereka bermandikan peluh.


"Aargghhh, Sam... Samuel, a-aku keluaarr..."


Tubuh Zoey seketika tumbang dan memeluk tumpuannya dengan sangat erat. Ia kehabisan tenaga, bahkan di saat Samuel masih menegang di dalam intinya.


Cowok itu tersenyum puas melihat pelepasan Zoey yang panjang. Sekarang cewek itu tengah tergolek tak berdaya di atasnya sambil terengah-engah menghirup nafas. Ia menyapu sekilas kening Zoey dengan bibirnya sebelum akhirnya Samuel membalik posisi mereka.


Kali ini gilirannya yang memimpin permainan ranjang. Bagaimanapun ia masih belum puas. Bahkan tidak pernah puas. Ia selalu menginginkan tubuh Zoey lagi dan lagi.


Suara ranjang kembali berdecit. Samuel tidak memberikan pemanasan dan langsung menyodokkan juniornya dengan sangat keras. Ia ingin menenggelamkan benda itu sedalam-dalamnya.


"Tahan Zoey. Aku akan bikin kamu semakin berteriak nikmat..."


"Aargghhh... Kamu main kasar!"


"Yes, I'm. Tapi ini akan jadi pengalaman yang paling kamu ingat."


"Shit you, Boy!!!"


"Thank you... Aarghh... Aah... Aahhh..."


Benturan pusat keduanya menimbulkan suara yang sensual. Backsound terbaik dari pergumulan panas tersebut. Semakin si cowok menghentak kasar, suara erangan Zoey juga semakin lantang. Beruntung kamar itu dilengkapi lapisan peredam suara, sehingga desahan mereka tidak sampai terdengar keluar.


"Oohhh, Sam... I want klimaks again... Aahh Aargghhh..."


"Bareng, Honey... Aku juga mau keluaarrr... Uurghhh... Eehh Eehhhh..."


*Crott!!! Crrooott*!!!


Tak sampai tiga detik, cairan hangat mereka kembali menghangat di dalam rahim Zoey. Sungguh klimaks yang dahsyat. Junior Samuel sampai berkedut kencang saking nikmatnya pelepasan itu.


Tubuh mereka beristirahat sejenak. Yah, hanya beristirahat. Karena setelah itu mereka kembali menyatu dalam gairah yang panas. Entah sudah berapa kali pelepasan itu datang. Yang pasti malam itu suara desahan-desahan kembali menghangatkan suasana kamar si Agen Rahasia.


Ia tidak lagi memikirkan masalah yang membuat emosinya naik ke level tertinggi. Justru sekarang, Zoey menginginkan sebuah puncak kenikmatan dunia bersama Samuel yang tak lain adalah sumber masalahnya malam ini.


Kemudian pagi pun menjelang. Semua penghuni rumah tersebut berkumpul di sebuah ruang rapat yang luas. Mereka membahas langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Aaron Kaniel -selaku komandan rapat- memberikan keputusan kalau misi kali ini akan diambil alih oleh dirinya yang secara otomatis Zoey tetap diberhentikan sementara dari tugasnya.


Meski kecewa Zoey tetap menerima keputusan itu. Namun di dalam hatinya ia berjanji akan tetap membalas semua yang telah diperbuat dua oknum tersangka itu.


Sedangkan untuk Samuel, ia tentu tidak menerima hukuman apapun. Karena bagaimanapun juga ia tetaplah calon menantu kesayangan sang Komandan.


Dan Leo, sementara ini dia hanya dibebaskan dan tetap diawasi setiap gerak-geriknya. Anggaplah Leo sebagai tahanan yang belum menerima putusan pengadilan. Namun tetap saja, cowok yang saat ini tengah ketakutan itu tidak boleh sekalipun bertanya tentang organisasi gelap tersebut. Apalagi sampai membongkarnya. Kalau sampai hal itu terjadi, bisa dipastikan dirinya akan disambut sebuah lubang pemakaman. Bahkan dengan Samuel memohon sekalipun, Aaron Kaniel akan tetap memisahkan nyawa si bocah singa itu dari tubuhnya.


Flashback Off