
BRRAAAKK…
Pintu ruang UKS terbuka dengan keras. Lagi-lagi Siska -si anak magang- terlonjak kaget melihat Zoey berdiri di depan pintu dengan tubuh basah dari puncak kepala hingga ujung kaki.
"Ibu Zoey, anda kenapa?" tanya Siska kebingungan.
Zoey tidak memperdulikan pertanyaan si anak magang dan langsung melenggang menuju kamar mandi yang ada di ruangan tersebut. Dia segera menyalakan shower lalu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat.
Zoey sangat kesal dengan tindakan Samuel yang menurutnya keterlaluan. Jika mengingat kembali, ingin rasanya Zoey mencakar-cakar wajah oknum yang sudah mencuri ciuman pertamanya.
Benar sekali, itu memang ciuman pertama Zoey. Karena selama ini dia enggan berhubungan khusus dengan lelaki manapun. Itu sebabnya dia belum pernah merasakan ciuman, sampai hari ini siswanya sendiri yang memberikan pengalaman pertama tersebut.
Berkali-kali Zoey menggosok bibirnya dengan kasar tapi tetap saja seolah masih ada jejak bibir Samuel yang menempel di sana. Apakah Zoey menangis? Tentu tidak. Air matanya terlalu berharga untuk meratapi hal semacam itu.
"Siska, tolong belikan saya satu set pakaian olahraga dan juga satu set pakaian dalam." teriak Zoey dari dalam kamar mandi.
"Baik bu. Kalau boleh tau size apa?" tanya Siska ragu-ragu
"Baik bu Zoey. Tunggu sebentar, saya akan ke Minimarket sekarang."
Sepeninggal Siska, Zoey melanjutkan aktivitasnya di kamar mandi. Tak sampai 15 menit dia sudah kembali kering. Sambil menunggu pesanannya datang, Zoey mengutak atik smartphone nya yang diluar dugaan masih bisa menyala meskipun sudah terendam air. Ayahnya benar-benar memberikan alat yang canggih.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu ruang UKS dibuka. Zoey tidak lantas bersuara, dia memastikan terlebih dahulu apakah itu si anak magang ataukah orang lain. Zoey menajamkan pendengarannya. Tidak ada suara apapun, hanya ada langkah kaki yang terdengar semakin mendekat ke arah kamar mandi. Mungkinkah bukan si anak magang? Andaikan itu Siska pasti dia akan memanggil namanya.
Zoey sudah bersiap andaikan ada seseorang yang membuka pintu tempatnya bersembunyi. Tapi ternyata orang tersebut hanya melewatinya dan suara langkah itu berhenti di samping kamar mandi. Zoey kembali memutar otaknya dan mengingat ada apa di samping kamar mandi. Dia langsung teringat ada sebuah lemari yang berisi obat-obatan dan bermacam alat kesehatan.
Tapi sedang apa orang itu? Perasaan Zoey mulai tidak enak, instingnya sebagai agen seketika menyala. Terdengar suara pintu lemari yang dibuka. Zoey menerka-nerka apa yang diambil orang itu di dalam sana.
Di waktu yang sama, seorang siswa laki-laki berbadan besar yang saat ini berada di ruang UKS mengambil sebuah obat dari dalam lemari penyimpanan. Sesekali ia menoleh jika ada orang lain yang melihat aksinya tersebut. Meskipun gugup, tapi siswa itu melakukan aksinya dengan sangat tenang dan hati-hati.
Siswa itu mengambil 1 botol propofol, sejenis obat anestesi yang digunakan untuk menghilangkan kesadaran pasien sebelum tindakan operasi. Selain itu dia juga mengambil beberapa masker dan sarung tangan elastis.
1 menit berlalu dan pintu lemari kembali ditutup. Zoey semakin frustasi, sebenarnya apa yang sedang terjadi di luar sana. Lalu suara langkah kaki terdengar semakin menjauh dan akhirnya menghilang setelah pintu ruang UKS tertutup.