
Zoey
Sekarang apa lagi?! Baru sejenak aku berniat mengistirahatkan badan, tiba-tiba saja si Anak Magang sudah menyeretku sembari berlarian di koridor seperti ini. Dia bahkan tidak peduli dengan penampilanku yang sangat tidak masuk akal. Mengenakan seragam olahraga siswa GIS sambil berlarian dengan kaki telanjang. Hilang sudah wibawaku sebagai guru.
Oh My God!!! Semoga tidak ada yang menyadarinya. Lagi pula, si Anak Magang akan menyeretku kemana? Aku baru sadar kalau ternyata semua orang berlari dengan wajah pucat sekaligus cemas. Apa ada latihan evakuasi bencana? Tapi aku tidak mendengar alarm tanda bahaya. Jika dilihat dari rute yang aku lewati, sepertinya ini mengarah ke gedung olahraga.
Nafasku tercetak saat tiba di dalam gedung olahraga seperti yang aku perkirakan. Semua orang berteriak histeris, para guru dan penjaga sekolah juga berkumpul di tempat tersebut. Dan sebuah pemandangan mengerikan terpampang jelas di depan mataku.
Detik itu juga aku menghampiri sosok yang membuat semua orang ketakutan, tanpa memperdulikan si Anak Magang yang terduduk lemas di belakangku.
Siapa orang tak punya hati yang bertindak sekeji ini? Mulanya aku syok melihat seorang siswi tengah terikat tak berdaya pada sebuah tiang ring basket. Tapi mataku lebih tercekat tatkala melihat seekor ular besar melilit tubuh siswi tersebut.
Tanpa menunggu orang lain untuk membantu, aku langsung berusaha menyingkirkan hewan melata yang baru kusadari beratnya tidak main-main. Aku tidak mungkin mampu melakukannya sendiri. Shit! Tidak ada seorangpun yang berniat membantuku.
Namun tiba-tiba sepasang tangan kekar itu terulur. Membelai lembut badan si ular. Sontak saja aku berpaling untuk memandangnya. Dan bagaikan mendapat sambaran petir, ternyata si pemilik tangan kekar adalah cowok itu.
Tunggu dulu, dia tidak sedang menertawakan aku kan? Baiklah, sekarang aku tersadar sepenuhnya betapa memalukannya penampilanku sekarang. Cowok itu pasti akan membuatnya menjadi bahan lelucon suatu saat nanti. Tapi biarlah, sekarang prioritasku adalah menyingkirkan si ular dan menyelamatkan nyawa siswi malang ini.
Dengan tenaga yang luar biasa, akhirnya kami -aku dan cowok gila itu- berhasil menghempaskan si hewan melata di lantai. Segera cowok itu membuka tali yang mengikat tubuh si gadis malang dan aku yang sudah tidak sabar langsung menarik penutup kepalanya.
Astaga!!! Aku tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua mataku. Siswi tersebut adalah anak yang beberapa hari terakhir ini mengulik rasa ingin tahuku. Dia adalah…
"CINDY!!!" teriak kami bersamaan.
Tubuh tak berdaya itu terjatuh lunglai dalam pelukan Samuel. Cowok itu terlihat sangat terpukul sekaligus ingin meledak melihat kondisi temannya yang mengenaskan.
Aku tidak ingin berlama-lama tercengang. Segera aku menghubungi ambulans dan juga kantor polisi untuk mendapatkan bantuan. Ini bukan lagi pertengkaran antar remaja, tapi sudah selayaknya dianggap sebagai tindak kejahatan. Harus ada pihak berwajib yang mengusut dan menyelidiki kasus ini.
Sebenarnya aku sendiri pun bisa melakukan semua itu, tapi akan lebih baik kalau kasus ini ditangani oleh pihak yang memiliki legalitas hukum sehingga nantinya bisa diberikan hukuman yang tepat pada si pelaku.