My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 85



Hay readers...


Sesuai bocoran Author di chapter sebelumnya, isi dari chapter ini seluruhnya hanya narasi. Tanpa dialog... xoxo


Tapi... tapi... Buat kalian yang ingin tau banget inti dari novel ini, sebaiknya mulai chapter ini Jangan di Skip...!!!


Atau... Kalian tidak akan bisa menikmati rasanya berada di sudut pandang Denish.. xoxo (^_^)


.


.


.


.


.


.


.


Denish


Terkutuklah orang yang menciptakan ilmu matematika di dunia ini. Satu pelajaran yang menurutku sangat membosankan. Jika hanya perkara hitung menghitung uang, tanpa belajar pun bayi jaman now sudah pandai melakukan itu.


Untuk itu tidak dibutuhkan matematika bukan? Soal rumus? Untuk apa? Menghitung luas tanah? Menghitung untung rugi omset perusahan? Atau mengukur jarak antar pulau di Indonesia? Itu bukan hal yang sulit. Aku hanya perlu mengeluarkan beberapa nominal dari rekening deposito ku maka semua permasalahan akan tuntas. Jadi intinya, pelajaran matematika itu tidak sedikit pun membuat ku tertarik.


Aku lebih suka pelajaran biologi. Kenapa? Karena dari situ aku bisa belajar membedah tubuh manusia untuk mempelajari anatominya. Meskipun dalam prakteknya guru biologi selalu meminta para siswa -termasuk aku- untuk menggantinya dengan katak. Padahal menurutku akan lebih menyenangkan kalau kita -khususnya aku- menggunakan manusia sungguhan sebagai media pembelajaran.


Wait… Kalian pasti berpikir aku seorang psikopat?? Bukan… Aku bukan manusia sejenis itu. Aku ini manusia penuh cinta. Sungguh. Kalau kalian ingin tau rahasia terbesarku, maka akan aku beri tahu. Saat ini aku memiliki seorang kekasih dan dia seorang wanita. Kembali aku tekankan, Dia WANITA.


Dia seorang gadis cantik yang tiada duanya. Memiliki gen campuran Jerman-Asia, wajahnya terlihat sangat manis dan menggemaskan. Berambut ikal dengan warna blonde asli khas orang Eropa, dia menjadi gadis yang selalu terlihat mempesona. Mata hazelnya begitu menawan setiap dia memandangku dengan tatapan penuh cinta. Dan bibirnya. Bagian tubuh yang paling membuatku gila karena menahan hasrat untuk tidak berhenti melahapnya.


Jika kalian ingin tahu siapa nama wanita seindah malaikat itu, dialah Kareen Akira. Wanita yang sangat aku cintai dan satu-satunya belahan jiwaku di dunia ini. The one and only...


Pasti banyak yang tidak menyangka aku bisa beruntung mendapatkannya, jika melihat penampilanku yang seperti sekarang. Orang-orang selalu berpikir seorang Denish Mahendra pasti tidak akan pernah bisa mendapatkan pacar. Terlebih lagi seorang wanita. Andaikan memiliki pasangan pun, paling hanya 'perempuan setengah matang' alias waria abal-abal.


Tak masalah jika orang lain menilai ku seperti itu. Yang jelas aku menjadi seperti sekarang ini tidak lain hanya demi wanita yang aku cintai. Demi kebahagiaan seorang Kareen Akira aku rela menjadi budak cinta yang haqiqi. Apapun bisa aku lakukan asalkan aku senantiasa melihat senyuman di bibirnya.


Jadi jangan samakan aku dengan si Keparat Samuel yang hanya bisa merayu gurunya dengan drama receh seperti yang mereka pertontonkan saat ini. Hal semacam itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pengorbanan ku untuk Kareen.


Tidak perlu bingung dengan kata 'pengorbanan' yang aku sebutkan itu. Aku akan dengan senang hati mengumbarnya pada kalian hingga otak dangkal kalian itu benar-benar mengerti makna 'mencintai' yang sesungguhnya.


Sampai detik ini sudah banyak hal yang aku lakukan demi menyenangkan pujaan hatiku itu. Mulai dari hal yang suci seperti tidak sedikitpun aku menjamahnya sebelum kami sah di depan altar, sampai tindakan di luar nalar. Misalnya saja mengotori tanganku dengan darah dari teman-teman ku sendiri.


Tunggu dulu, ini bukan hal yang salah. Aku tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Aku hanya meminta sedikit cairan merah itu dari mereka. Anggap saja ini seperti donor darah. Bukankah mereka justru melakukan perbuatan yang mulia?