
Samuel mencium kedua kelopak mata Zoey yang terpejam lalu berakhir dengan memagut mesra bibir sang pacar.
"Kamu sedang ngerjain apa? Bukannya istirahat malah mainan laptop."
Karena penasaran, Samuel membuka laptop di atas meja saat si pemilik masih terbuai dengan ciumannya.
"Jangan…"
Terlambat. Samuel sudah membuka benda tersebut dan pandangannya tercekat membaca tulisan yang ada di dalam layar.
"Ini…"
"Ya. Ini informasi rahasia yang tidak seharusnya kamu tahu."
"Bukan itu maksudku, honey. Nama ini… Dia…"
"Betul. Dia teman sekelas kamu."
"Kenapa namanya ada di sini?"
Zoey bangkit dari kursi dan beranjak mengambil minum di atas nakas. Saat ia kembali Samuel sudah mengambil alih tempat duduk tersebut. Sekarang si tukang rebut menarik Zoey hingga terduduk di atas pangkuannya.
Perlahan Samuel mengecup tengkuk Zoey, hingga membuat sang kekasih meremang. Zoey terbuai dengan hembusan nafas Samuel yang menjalar hangat di lehernya. Cowok itu sungguh ahli memanjakan wanita. Dan entah sejak kapan Samuel berhasil menyusupkan tangannya ke dalam kaos Zoey. Dengan lembut Samuel memainkan bukit kenyal milik Zoey. Sesekali ia memilin keras puncak bukit itu yang membuat cewek itu meringis kesakitan.
"Lepaskan, Sam!" bentak Zoey seraya meronta untuk berdiri.
"Tenanglah. Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu. Aku cuma mau dengar penjelasan kamu tentang ini…"
"Sam, ini bukan informasi yang bisa kamu ketahui begitu saja."
"Kamu pacar ku. Pacar Samuel Paxon. Jadi apapun yang berhubungan sama kamu, aku wajib tau. Tidak ada lagi rahasia yang bisa kamu sembunyikan dariku."
Deg!
Seperti inikah rasanya punya pacar yang posesif? Aku yang sebelum ini selalu mandiri, sekarang harus bergantung pada orang lain...
Zoey menelisik ke dalam tatapan Samuel. Sorot mata itu terlihat tulus. Tidak ada keraguan di sana. Zoey tak kuasa memberikan penolakan atas ucapan tersebut. Bahkan untuk sekedar berkata 'tidak' saja sulit ia lakukan.
Cup.
Zoey mencium bibir Samuel kilat. Dia tersenyum bahagia kemudian memeluk erat dada bidang Samuel. Tidak masalah kalau umur mereka harus terpaut 7 tahun. Samuel bukan tipikal cowok manja, jadi pasti dia bisa bersikap dewasa juga nantinya.
Samuel sontak terpana dengan perlakukan manis sang pacar. Masih mengejutkan saat akhirnya mereka resmi pacaran. Meskipun status mereka akan sedikit merepotkan, Samuel yakin pasti bisa mengatasinya. Zoey memang bukan wanita sembarangan. Dia seorang agen rahasia, bisa juga dibilang mafia muda, sekaligus gurunya di sekolah.
Apa kata Leo kalau dia menceritakan semua ini? Tapi Samuel sudah berjanji akan tutup mulut serapat mungkin. Dia juga tidak ingin pacarnya mengalami kesulitan kalau ada pihak lain yang mengetahui identitas Zoey sebagai agen rahasia.
"Jadi ada keterlibatan apa Denish dengan semua ini?"
Zoey menghela nafas berat. Dia mengira kalau Samuel akan melupakan email itu setelah mendapat pelukan mesra. Ternyata tetap saja Samuel mengincar informasi darinya.
"Janji jangan sampai informasi ini bocor ke orang lain! Atau kamu akan menjadi buronan papaku?"
Samuel mengangguk tegas. "Nyawa ku taruhannya."
"Sebenarnya Denish belum pasti terlibat. Ini masih dalam penyelidikan dan hanya dugaan sementara saja." Zoey berhenti sejenak lalu membuka sebuah email yang lain. "Tapi sikap teman kamu itu membuat saya khawatir. Dia pernah diam-diam menyelinap masuk ke dalam UKS dan mengambil sebuah obat terlarang di sana."
"Obat terlarang? NARKOBA maksudnya???!"