My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 69



WARNING!!! ADULT ALERT...!!!


21+


NOT FOR MINORS!!!


.


.


.


.


Kenapa nggak ada darahnya? Gue yakin kalo udah membobol base itu...


Setelah beberapa menit, hati-hati Samuel menarik juniornya yang masih menegang. Zoey sedikit tersentak saat benda itu ditarik keluar. Dia lantas bangkit dan seketika tubuhnya limbung. Dengan sigap Samuel menahan di belakangnya. Samuel lalu menggendong tubuh Zoey dan membaringkannya di dalam bathtub.


Samuel menyalakan kran dan mengisi bathtub dengan air hangat. Ia ingin Zoey merilekskan tubuhnya. Cewek itu masih memejamkan matanya. Samuel mengusap lembut pipi Zoey lalu menciumnya.


"Maafin aku, Honey…"


Zoey lantas membuka mata, bingung melihat Samuel menunduk sedih di hadapannya.


"Kamu kenapa minta maaf?"


"Aku udah ngerusak kehormatan kamu. Aku memang cowok bren…"


Cup!


Zoey mengecup lembut bibir Samuel sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.


"It's ok, Yank. Ini kemauan kita berdua. So Please, jangan salahkan diri kamu."


Samuel mengecup kening Zoey lalu merengkuh cewek itu ke dalam pelukannya. Sekarang Samuel yakin kalau dia sangat mencintai Zoey. I love you, Honey… Love you so much…


Detik selanjutnya Zoey perlahan menarik tubuh Samuel untuk ikut berendam di dalam bathtub. Tanpa sengaja junior Samuel menusuk pelan ke dalam miliknya.


"Eemmhhhh…" tanpa sadar Zoey kembali mendesah.


Apa aku sudah tidak waras? Masih belum puas juga??? What the hell… Kenapa aku jadi pecandu seperti ini.


Zoey menggerutu kesal dalam hati. Dia mengumpat dirinya sendiri karena tidak bisa mengendalikan nafsunya yang terus menggila. Samuel pasti akan lost sense dengan wanita liar seperti ini.


Di luar dugaan, junior Samuel justru semakin menegang saat bergesekan dengan lubang hangat milik Zoey. Samuel bahkan memejamkan matanya menikmati gesekan kecil itu.


Apa dia juga menginginkannya?


Zoey mencoba membelai lembut paha Samuel dan itu membuat pacarnya mengeluarkan desahan panjang.


"Uugrrhhhhhh…"


Zoey tersenyum tipis. Ini berarti cowok itu juga menikmati sentuhannya.


"Let's play once again, Honey…" bisik Samuel dengan nafas berat.


Samuel seketika menyergap bibir Zoey dan melumatnya dengan kasar. Lebih kasar dari yang sudah-sudah. Lidah keduanya saling membelit, tidak ada seorangpun yang mau mengalah. Bahkan Samuel membuat sudut bibir Zoey berdarah karena gigitannya. Tapi si empunya bibir tidak mempermasalahkan hal itu. Ia malah semakin suka dengan sisi Samuel yang ganas dan kasar.


Zoel memencet botol sabun di sampingnya dan mulai bermain lagi dengan junior Samuel. Kali ini ******* itu terasa lebih cepat dan lebih kasar. Membuat tubuh Samuel menghentak-hentak keenakan. Samuel lantas mencabut bibirnya dari mulut Zoey.


"Uuurrggghhhhh… Shit you Honey!!!"


Zoey tersenyum menang melihat Samuel tidak bisa lagi mengimbangi permainannya. Dirasa cowok itu hampir mencapai klimaksnya. Zoey seketika menghentikan tangannya.


"Why did you stop it?!"


"Let's f*****g Me!"


Samuel mengerti, ia lalu melebarkan paha Zoey dan memposisikan juniornya tepat di depan milik Zoey.


BLESSS…


Sekali lagi penyatuan itu terjadi. Tapi kini Zoey tidak lagi merintih kesakitan. Mungkin karena air hangat yang merendam mereka, jadi membuat rasa sakit itu berkurang. Mungkin juga karena milik Zoey sudah mulai terbiasa menyambut juniornya.


What??? Kok ini kayak nabrak sesuatu lagi???


Samuel lalu menghentakkan juniornya lebih dalam.


"Aarrgghhhhhhhh… Ini lebih enak Yank…" jerit Zoey tertahan.


Benar dugaan Samuel, juniornya sekali lagi mengoyak sesuatu di dalam sana. Tapi bagaimana mungkin? Bukankah tadi sudah robek?


Samuel tidak lagi menghiraukannya. Ia semakin ganas menggempur Zoey hingga cewek itu kewalahan mengikutinya.


"Aahhh Aahhh Aarrgghhh… Samuel kamuuhh kuat banget sayank…" ucap Zoey disela-sela desahan nikmatnya.


Samuel mengecup kilas bibir Zoey. Dia dalam kecepatan maksimal sekarang. Karena keduanya sudah mendekati puncak kenikmatan itu.


"Keluarin bareng Honey… Uurrrghhhh Oogghh Mmmhhhh…"


"Samuel… Akuuhh Aahhh Aahh… Keluaarrgghhhh…"


Bersamaan dengan teriakan Zoey, Samuel juga menuntaskan pelepasannya. Kini mereka terkulai lemas saling berpelukan. Tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Keduanya berpelukan erat hingga beberapa menit.


"Kamu hebat Honey… Aku puas banget sama kamu."


Zoey tersenyum senang bisa memuaskan lelakinya itu. Dia tidak peduli kalau tindakan mereka akan membuahkan hasil yang menggemparkan nantinya. Bagaimanapun itu hasil buah cinta mereka. Jadi Zoey akan tetap menerima dengan segala resikonya.


Cup!


Cup!


Cup!


Samuel mencium kedua kelopak mata Zoey dan berakhir lama di kening cewek itu.


Mereka kemudian saling membersihkan diri satu sama lain sampai terdengar suara pintu dibuka yang membuat mereka tercekat seketika.