MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
88



David sedang menyuapi Tere makanan yang baru saja dibawakan suster.


Tere melirik jam dinding disana, sudah malam begini Aldo dan Cila belum kembali ke rumah sakit, tas mereka berdua masih ada di sofa ruangan ini.


*Apa jalanan macet?


Atau mungkin kejebak hujan di jalan*?


Hujan mengguyur bumi malam itu, seolah sedang menangisi banyaknya masalah yang dibuat oleh manusia pada dirinya.


Suara pintu terbuka membuat kedua kakak beradik itu mengalihkan pandangan ke sana, muncul Aldo dan Cila dari balik pintu, tubuh mereka berdua sama sama basah, sepertinya mereka kehujanan.


"Kalian dari mana?" tanya David.


"Habis beli buku." Aldo melempar buku yang aman tertutup plastik ke atas sofa.


Hujan yang tiba-tiba membuat mereka tidak dapat menghindarinya dan memutuskan untuk menerobos hujan itu.


"Lo bersihin badan dikamar mandi." Aldo menunjuk kamar mandi di sudut ruangan.


"Gue kayaknya mau langsung pulang aja deh Do, nanti sekalian bersihin badan di rumah."


"Tapi badan lo menggigil Cil."


"It's Okey." Gadis itu tersenyum, ia berjalan menuju tasnya terletak di sofa lalu mengambil ponselnya, mengetikkan sesuatu disana lalu mengirimnya.


"Gue nunggu supir gue aja."


Aldo mengambil jaket dari dalam tasnya, lalu memakaikannya di badan Cila. Semua tak lepas dari pantauan Tere.


 ~~~


Aldo keluar dari kamar mandi, memakai bajunya yang memang sudah tersedia di kamar rawat Tere.


"Do, supir gue udah ada di bawah," ucap Cila ketika melihat Aldo keluar dari kamar mandi.


"Ohh ya udah, gue antar ke bawah." Aldo mengambil buku yang tadi baru saja mereka beli dan menaruhnya di dalam tas Cila.


"Dav, Re, gue anter Cila ke bawah dulu yah." Pria itu merangkul pundak Cila lalu membawa gadis itu keluar ruangan.


Hening.


"Kak, kok Tere kesel yah?"


 ~~~


Gadis itu sedang bersenandung riang, seseorang keluar kamar mandi membuatnya menghentikan senandungnya.


"Kenapa berhenti?" tanya pria itu.


"Pakai baju mu," ucap gadis itu.


Aldo melupakan fakta bahwa gadis di depannya ini menganggapnya orang asing.


"Aku bosaaaaan!" teriak gadis itu tiba tiba, membuat Aldo berjengkit kaget.


"Ga usah teriak teriak." Pria itu memakai bajunya menutupi tubuh atletisnya.


"Bosan. bosan. bosan. bosan. bosan." Gadis itu terus mengucapkan kata yang sama berulang ulang kali.


"Shut up," tegur pria itu.


"Bawa aku keluar, aku sangat bosan disini." Aldo hanya menatapnya sejenak lalu berlalu dari ruangan itu.


Dasar cowok tidak berperasaan.


Tiba-tiba pria itu masuk lagi dan langsung memakai jaketnya, "Mau kemana?" tanya gadis itu melihat Aldo mengambil kunci motornya.


"Mau keluar, ga mau ikut?" ucap Aldo.


Gadis itu langsung memancarkan binar dari matanya, "Serius? Yes." Gadis itu langsung turun perlahan dari ranjang dan berdiri di samping Aldo.


"Tadi aku keluar dulu minta ijin ke dokter kalau udah bisa bawa kamu keluar."


"Terus diijinin?"


"Kalau gak kenapa aku sekarang mengajak mu keluar." Pria itu mencubit pelan ujung hidung Tere.


Dia mengambil sebuah jaket dari dalam tasnya, lalu memberikannya ke Tere.


"Berapa banyak jaket yang kau punya? bukankah kemarin kau habis meminjamkan satu ke Cila."


"Yang kemarin bukan jaket ku, itu jaket adikku." Tere kemudia ber oh ria, entah kenapa sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas.


Hey, kenapa kau merasa senang dengan orang asing di hadapan mu ini?