MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
2



Tere POV


Besok hari pertama gue jadi anak SMA, seneng rasanya bisa masuk ke SMA yang sudah diidam-idamkan sejak dulu, SMA Crinay Jaya, atau lebih dikenal dengan sebutan SMA Criya.


Perjuangan gue untuk masuk ke sekolah ini tidak lah mudah. Gue mengikuti ujian masuk sekolah ini, siswa yang diterima di sekolah ini hanya sekitar seribu siswa, sedangkan yang mendaftar di sekolah ini mencapai tiga belas ribu siswa.


Bayangin nohh....


Dengan bantuan Kak David yang ngajar gue tiap malam, akhirnya gue diterima juga di SMA Criya.


Ohh iya gue belum ngenalin diri gue ya? sorry lupa gue.


Oke, perkenalkan nama gue Tere Astelia, gue tinggal di Jakarta, mulai besok gue sekolah di SMA CriYa.


By the way, gue hanya tinggal berdua bareng kakak gue di sebuah rumah yang menurut gue cukup besar untuk gue dan kakak gue, bokap nyokap tinggal di Bandung, tiap bulan bokap nyokap ngirimin gue dan kakak uang untuk biaya sehari-hari dan biaya sekolah.


Kakak gue namanya David Sebastian, dia kakak tiri gue, bokap dia nikah sama nyokap gue saat kita masih kecil, tapi walaupun saudara tiri kita tetap saling sayang dan akur.


Kak David sekarang udah kelas 2 SMA di SMA yang sama dengan gue, walaupun hanya beda satu tahun sama gue, Kak David sangatlah dewasa berbanding terbalik dengan gue.


Kak David adalah orang yang paling gue sayang, karena dari dulu gue diurus sama dia bukan sama orang tua gue, ortu keasikan bekerja dengan pekerjaan mereka masing\-masing.


Dulu waktu masih tinggal bareng mereka, tiap hari kerjaan mereka di rumah bertengkar mulu, walaupun hanya karena masalah kecil yang dibesar-besarkan oleh orang tua gue. Yahh walaupun begitu, gue tetep sayang kok sama mereka.


Jadi semenjak masuk Sma Kak David minta izin ke bokap nyokap supaya dia dan gue pindah di Jakarta aja karena nggak tahan dengan pertengkaran mereka tiap hari.


Walaupun dengan berat hati mereka pun mengizinkan.


Author POV


"Belum tidur Re?" Lamunan gadis itu pecah saat David tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


David baru saja menyuruh Fahri yang tak lain adalah sahabat sekaligus tetangganya itu pulang ke rumahnya sendiri setelah menghabiskan seluruh cadangan makanan di dapur David.


"Ga bisa tidur kak," ucap gadis itu sambil cengengesan.


Gadis itu menganggukkan kepalanya, David memberikan kecupan selamat tidur di kening gadis itu. "Selamat tidur Tere," ucap David.


David beranjak dari kasur Tere lalu mematikan lampu dan meninggalkan kamar itu.


 


Maaf yah ini teksnya agak sedikit hehe biar kalian penasaran aja.


Hai semua ini Author, panggil aja Thor atau kalo mau lebih nyaman panggil sayang juga boleh ditabok *readers. Hehe


Jadi buat kalian semua yang udah mampir di*work* aku ini, aku makasih banget, kalian udah mau luangin waktu buat ngehargain karya aku.


Makasih buat like, komen, dan *supportnya*.


*Next*? komen yah.


Komen yang banyak ga papa, Thor suka baca komenan kalian.


Berani ngehujat? gue block


bcanda sayang.


*Stay tune* yah *guys*


Love you♡♡


~