
Seorang guru memasuki ruang kelas 10 MIPA B membuat semua murid disana langsung menghentikan aktivitasnya dan memperhatikan guru itu.
"Baik anak-anak, perkenalkan nama saya Miss. Nayra, saya akan menjadi guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas kalian," ucap Wanita itu sambil duduk di kursinya.
"Ada pertanyaan?" tanya Miss. Nayra, namun semua siswa di kelas itu hanya diam.
"Baik karena tidak ada pertanyaan kita langsung mulai belajar."
"Yaelah miss baru juga masuk, masa udah mulai belajar," protes seorang siswi dari bangku paling belakang, dan mendapat dukungan dari siswa dan siswi yang lain.
"Anak anak karena waktu yang dibutuhkan semester ini banyak, jadi mulai hari ini kalian sudah harus mulai belajar," jelas Miss. Nayra yang mendapat anggukan dari sebagian siswa, dan sebagiannya lagi acuh tak acuh.
"Buka buku cetak kalian yang beberapa hari lalu dibagikan," ucap Miss. Nayra memulai pelajaran.
Aldo mengeluarkan buku cetak dari dalam tasnya, lalu menaruhnya di atas meja. Ia mulai mengerjakan tugas yang langsung diberikan oleh Miss. Nayra.
Pria itu mulai menulis di buku tulisnya sebelum sebuah gerakan mengusiknya. Tere terlihat sedang mengintip-ngintip buku cetak milik Aldo.
"Ngapain sih?" tanya Aldo tanpa menoleh ke arah Tere.
"Hmm ... gue boleh gak liat buku cetak lo juga? gue belom dapet soalnya hehe," ucap gadis itu sedikit memelas.
Aldo terlihat sedikit berfikir sebelum akhirnya menggeser buku cetak miliknya ke tengah, sehingga gadis di sampingnya dapat leluasa melihat buku cetak itu juga.
"Makasih," ucap gadis itu yang hanya dibalas deheman oleh Aldo.
"Gimana soalnya? Gampang ga?" tanya Tere sebelum melihat soal di buku cetak.
"Liat sendiri soalnya," ucap Aldo sambil terus menulis di bukunya.
"Gue ga ngerti apa apa...."
"Lu tau itu artinya apa?" tanya Aldo kembali, kini tatapannya beralih ke wajah Tere.
"Apa?"
"Lu bego." Lalu pandangan Aldo kembali ke buku cetak miliknya.
Hanya ada seseorang yang bisa dibilang sangat dekat dengannya, siapa lagi kalau bukan cowok yang secara tidak sengaja hampir membuat jiwanya melayang bertemu dengan Sang Pencipta di hari pertama sekolah. Aldo.
Walaupun Tere termasuk orang yang sulit untuk berbaur, entah kenapa ia malah masuk ke daftar salah satu siswi manis yang banyak di kejar oleh para kakak kakak kelas cowok. Hal tersebut tentu saja membuat banyak anak cewek yang benci dan iri dengannya.
Ditambah lagi ia adalah teman sebangku Aldo, bibit unggul yang ada di dalam diri orang yang akan jadi teman sebangkunya dalam tiga tahun kedepan, wajah tampan, tubuh tinggi, siswa baru dengan angka paling tinggi di sekolah itu, tentu saja membuat pria itu menjadi salah satu most wanted di SMA Criya.
Ohh iya, tidak ketinggalan pula David, Ketua OSIS di SMA CriYa.
Lengkap sudah, Tere akan mendapat julukan sebagai gadis yang sangat beruntung dan menjadi bulan bulanan para gadis di SMA itu. Gadis mana coba yang tidak iri dengan keberuntungan yang ada pada Tere.
Saat ini gadis itu menatap jengah ke arah Aldo yang sedang asik memainkan game MOBA di ponsel miliknya, sudah hampir 1 jam mereka berada di rooftop sekolah namun Aldo belum juga menyelesaikan permainannya.
"Aldo gue mau pulang, mau makan," ucap gadis itu sambil setengah berteriak ke arah pria yang masih saja asik dengan gamenya.
"Ish, ya udah. Lo main ampe besok disini, gue pulang duluan, bye." Gadis itu mengambil tasnya di sisi pagar pembatas rooftop lalu memakainya di punggung.
"Bentar, lagi seru," ucap Aldo sambil menahan tangan gadis itu.
Tere mendecak sebal dan langsung menghempas tangan Aldo. "Main aja terus, ga usah ajak-ajakin gue." Gadis itu berjalan ke tangga meninggalkan Aldo sendirian di sana.
Aldo tampak bimbang, haruskah ia melanjutkan permainannya atau menghentikan permainannya dan pulang bersama Tere?
Pria itu mendecak sebal lalu memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya, mengambil tas yang masih ada di sisi pembatas pagar dan berlari kebawah menyusul sahabatnya.
Terlihat dari ujung tangga, Tere masih berjalan santai menuju ke lantai selanjutnya. Aldo mempercepat langkahnya dan kembali memelankannya saat sudah berada di samping gadis itu.
"Woy," ucap Aldo sambil menyampirkan tangan besarnya ke pundak mungil Tere.
Gantung ya??
ya udah baca next part yah:\)