
Suasana sudah sunyi dan gelap, jam menunjukkan pukul 1 malam. Malam ini Aldo menginap di rumah Tere dan tidur sekamar dengan David.
Seseorang bergerak gelisah di dalam selimutnya, keringatnya mengucur deras dari pelipisnya. Padahal AC kamar itu sudah nyala, namun entah kenapa badannya basah karena keringat.
Beberapa kali ia menggumam dan bicara tidak jelas dengan suara yang lumayan keras, hingga pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok yang kaget mendengar racauan tidak jelas itu.
"Tere?" Aldo mengguncang pelan tubuh gadis itu, namun gadis itu masih saja meracau tidak jelas dan bergerak gelisah di dalam selimutnya. Wajahnya menampilkan ekspresi ketakutan yang mendalam.
"Re, bangun." Kali ini Aldo mengguncang bahunya dengan keras dan mulai menepuk-nepuk pelan pipinya sampai gadis itu sadar dan air mata langsung meluncur dari kedua matanya.
Gadis itu duduk tegak dari tidurnya, nafasnya memburu tak karuan, dengan air mata yang terus mengalir dari matanya, Aldo dengan sigap menghapus air mata itu dari pipi gadis itu.
"Lo oke?"
Gadis itu hanya mengangguk pelan, namun jelas dari wajahnya bahwa dia tidak oke.
Aldo sangat mengerti bagaimana cara menenangkan gadis itu, ia dengan sigap membawa Tere kedalam dekapannya.
Tangan pria itu mengelus punggung Tere yang bergetar. "Lo aman, ada gue."
Setelah Tere sudah kembali tenang, pria itu melepaskan pelukannya dan mencium mata Tere berulang ulang kali, lalu membaringkan tubuh itu ke kasur dan menarikkan selimut hingga menutupi tubuh Tere.
"Aldo, gue takut..." Tere menahan tangan Aldo saat pria itu beranjak pergi menjauh dari kasurnya.
"Ga usah takut." Ia menaruh tangannya di puncak kepala Tere dan mengelus rambutnya pelan.
"Do tidur sama gue yah."
~~~
David berjalan tergesa-gesa ke kamar adiknya setelah mendengar keributan kecil dari sana, ia khawatir terjadi sesuatu dengan Tere, namun setelah sampai disana ia bisa bernafas lega.
Tere sudah berada di dalam pelukan Aldo, tidak mau mengganggu David menutup pintu kamar Tere yang sedari tadi terbuka dengan sangat pelan hingga tidak mengeluarkan bunyi.
"Lo sih kebo, gue kira mati, baru mau dimandiin ehh langsung hidup lagi."
"Demi apa Aldo, gue.benci.sama.lo."
"Benci dan cinta beda tipis loh Re."
"Otak lo tuh beda tipis." Aldo hanya terkekeh mendengar makian Tere.
"Kita mau kemana sih Do?" tanya Tere kesal setelah dari tadi bertanya tentang hal ini namun tidak dijawab.
Setelah dibangunkan dengan cara yang tidak berperikemanusiaan sekarang ia malah diseret menuju ke sebuah tempat yang ia bahkan tidak tau di mana tempat itu.
"Udah diem aja, nanti kalau udah sampe lo juga bakalan tau sendiri."
Tere mendecak kesal lalu menyandarkan badannya di sandaran kursi.
q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q