
"Kak David, kenapa gak bangunin aku?" Ia berjalan masuk ke dalam dapur, masih dengan pakaian tidurnya.
Sementara David sudah menghabiskan sarapannya dan sudah berpakaian sekolah lengkap dengan tas dan sepatunya.
"Kakak kira kamu nggak mau masuk sekolah?"
"Ga mau masuk sekolah? Siapa yang bilang?" tanyanya sinis, ia langsung beranjak pergi dari dapur dan menuju kamarnya.
David hanya bisa menghela nafasnya, ia hanya ingin memberi adiknya waktu istirahat setelah kejadian tadi malam.
Ia pun dengan langkah gontai keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya, melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah.
Sementara di dalam kamar, Tere secepat mungkin bersiap-siap untuk pergi sekolah, ia tidak berani untuk berlama lama di kamar ini sendirian.
Ia segera memesan ojol saat sudah memakai sepatu, tanpa sarapan dan dengan rambut yang belum ia keringkan, ia pergi menuju ke sekolah.
Ia sudah menyuruh mas ojolnya untuk lebih ngebut, apa daya jalanan jakarta tidak begitu bersahabat dengannya, ia terlambat 30 menit dari jam pelajaran pertama.
Siswa normal pasti akan lebih milih untuk pulang dibanding harus ketemu dengan guru BK dan dijemur berjam-jam di lapangan sekolah. Namun, Gadis itu nekat untuk tetap masuk sekolah.
Di hadapannya kini sudah ada Bu Dela, guru BK yang piket hari itu.
"Serasa punya sekolah sendiri, iya?"
"Datang jam segini, kamu pikir sekarang jam berapa? Hah?"
Tere hanya diam tanpa mau membalas perkataan guru di depannya ini, toh memang dari awal dia yang salah.
Siswa yang terlambat dimasukkan ke dalam kelas sesuai dengan jamnya datang, semakin lama ia datang maka semakin lama ia akan di jemur.
Dan yah, sudah hampir satu jam Tere berdiri sendiri di tengah lapangan.
Bu Dela memanggil Tere untuk maju ke depannya
"Iya kenapa bu?" Tere mendekat ke Bu Dela yang menyuruhnya maju..
"Ibu harap kamu tidak terlambat lagi untuk yang kesekian kalinya."
Tere mengangguk pelan, ia sudah sangat lelah.
"Sekarang kamu boleh ke kelas." Setelah menyalim Bu Dela, Tere berjalan beberapa langkah sebelum suara Bu Dela kembali menghentikan langkahnya.
"Oh iya Re, jangan lupa untuk minta maaf ke Bela juga." Tere hanya bisa memutar bola matanya sambil mendengus kesal, tidak ingin membuat masalahnya bertambah ia hanya mengiyakan perkataan Bu Dela dan kembali berjalan ke kelasnya.
~~~
"Tere?" David membulatkan matanya ketika melihat adiknya sendirian sedang berdiri di tengah lapangan.
"Ck." David hanya bisa menghela nafasnya.
"Kakak kira kamu ga mau dateng sekolah." David kembali berjalan sambil membawa buku cetak yang habis ia ambil dari perpustakaan.
q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q. q q q q q q q q q q q q q q. qq q. q q q q. q qq. q q q q q q q q q q q q q q q q