MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
59



Tere menutup matanya tatkala ngantuk kembali melandanya, masih jam pelajaran kedua namun ia sudah sangat mengantuk, padahal ia yakin sudah mendapat tidur yang cukup tadi malam.


Matanya tertutup dengan wajah yang ditangkup menggunakan kedua tangannya yang sikunya bertumpu di atas meja.


Sesekali ia kehilangan keseimbangan hingga wajahnya jatuh ke depan namun ketika itu terjadi ia kembali terjaga dari tidurnya.


"So tired." Perkataan itu keluar begitu saja dari mulutnya setelah ia menguap untuk yang kesekian kalinya.


Srett!


Suara kursi bergeser di samping Tere membuatnya kembali membuka matanya.


"Pak, saya boleh minta izin bawa Tere ke UKS? Sepertinya ia sedang sakit." Aldo berdiri sambil mengangkat satu tangannya, meminta izin.


Tere langsung membulatkan matanya mendengar perkataan Aldo, belum sempat ia mengeluarkan suara, Aldo sudah keburu menggenggam tangannya dan menyeret dirinya keluar kelas setelah pak guru menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Lepas!" Tere berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Aldo.


"Apa-apaan sih lo?" Namun genggaman Aldo sangat kuat di tangannya.


"Ikut aja dan jangan banyak bicara." Aldo kembali menariknya menuju ke UKS.


"Gue nggak sakit."


"Dan gue mau balik ke kelas sekarang," ucap gadis itu setelah sampai di depan UKS.


Aldo mendorong tubuh gadis itu masuk ke dalam UKS yang kosong itu dan langsung membawanya menuju ke salah satu ranjang disana.


"Lo teler," ucap Aldo.


Kalian tau nggak sih, rasanya gak tidur semalaman jadi paginya itu kalian ngantuk berat dan nggak bisa nahan kelopak mata kalian supaya tetap terbuka, jadi kalian tuh kayak orang teler gitu? -Author, yang pernah mengalaminya.


"Ck." Tere mendecak kesal.


"Untung aja gue lagi ngantuk beneran." Tere melepaskan sepatunya lalu naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya disana.


"Lo ngapain masih disini?" tanya Tere setelah beberapa detik baring dan Aldo belum beranjak dari sana.


"Gue juga mau istirahat."


"Seminggu lo gak masuk dan nggak ada kabar...."


"Seminggu pula gue gak bisa tidur nyenyak."


Aldo menarik kursi ke samping ranjang tempat Tere baring, ia kemudian menjatuhkan kepalanya ke atas kasur itu.


 


Tere sedang mencari cari kursinya, saat terbangun dari tidurnya ia mendapati Aldo yang masih setia tertidur di sampingnya, ia pun perlahan turun dari ranjang dan pergi ke kelas duluan karena tidak ingin mengganggu tidur Aldo.


Namun, pada saat di ambang pintu kelas, ia bisa melihat Audri yang sedang teriak\-teriak ke teman\-temannya di ruang kelas itu.


"*Siapa yang nyembunyiin kursi Tere?" teriak Audri membuat semua mata tertuju padanya.


"Lo semua budeg yah? Kok ga jawab sih," teriaknya lagi, kesal saat tidak ada teman yang menjawabnya.


"Berisik banget sih lo, kan tadi kita semua dari perpus, gimana caranya salah satu dari kita bisa nyembunyiin kursi Tere," balas Fira yang sama sama teriak*.


Dan sekarang disinilah dia, di depan gudang sekolah, saat dia membuka gudang, debu\-debu dengan sangat berbaik hati langsung menyambutnya, ia menutup hidungnya dan mencari kursi yang masih layak digunakan olehnya, setelah mendapatkannya, ia langsung membawanya keluar gudang.


q q q