
"Lo mau nggak pulang bareng kita?" Aldo menawarkan. Sekarang mereka bertiga sudah berada di area parkiran kafe.
"Nggak usah, nanti ngerepotin," jawab Cila.
"Nggak apa-apa kok, rumah kita kan searah, masih di perumahan sanjaya kan?"
"Iya... tapi kayaknya supir gue sebentar lagi datang."
Tiba-tiba suara klakson membuat mereka bertiga menoleh.
"Ehhh baru diceritain udah datang, gue duluan yah Aldo, Re. Kapan kapan deh kita pulang bareng, oke?"
"Ya udah hati-hati yah di jalan." Aldo memegang pundak kiri Cila.
"Iya, gue duluan yah." Cila pun beranjak masuk ke dalam mobilnya.
Aldo dan Tere pun langsung berjalan menuju ke arah mobil Aldo yang terparkir, mereka masuk dan sama-sama duduk manis.
"Jelasin ke gue, ada hubungan apa lo sama Cila?" tanya Tere sambil menggunakan sealtbelt.
"Dia mantan gue." Jawaban Aldo yang to the point membuat mata Tere membulat.
"Beneran?" tanya Tere memastikan.
"Iyalah, untuk apa juga gue bohong."
"Gue cuma ga nyangka aja sih."
"Cewek secantik Cila..."
"Mau pacaran sama bocil kayak lu," ucap Tere dengan mimik wajah yang dibuat-buat seolah ia sedang melihat sesuatu yang menjijikan.
"Biasa aja muka lo."
"Muka gue udah cantik dari lahir, so lo ada masalah sama itu?"
Pria itu tidak menyahut, ia mulai menyalakan mesin mobilnya, lalu keluar dari area parkir.
"Lo masih sayang mantan?" tanya Tere tiba-tiba membuat Aldo langsung ngerem mendadak. Tubuh Tere terhantam ke arah depan.
"Aww, lebay banget sih lo." Tere memukul lengan kiri Aldo.
"Gue cuma nanya, bekicot. Napa lu ngerem mendadak." Tere kemudian mencubit lagi perut Aldo.
"Sesyok itukah?"
Hening terjadi beberapa detik ketika Aldo tidak menjawab perkataan Tere.
Tere tiba-tiba tertawa pelan. "Ohhhh gue tau..." ucap Tere sambil menepuk nepuk tangannya.
"Lu gagal move on yah." Tere tertawa membahana.
Namun yang ditertawakan hanya menghela nafas panjang.
"Ngga Re, mana mungkin gue si Aldo yang tampan ini gagal move on, ga mungkin lah," ucap Aldo sinis.
"Gue cuma ga nyangka aja gitu bisa satu kelas lagi sama Cila."
"Bacot lu... udah ngga usah bahas itu lagi."
"Hehehe...."
"Napa ketawa lu?"
"Nggak kenapa kenapa hehe...."
"Ini masih Tere kan?" Aldo menatap Tere dengan tatapan horor.
"Gue gak kesurupan bego." Tere menoyor kepala Aldo.
"Lagi pula kalau gue kesurupan, yang masukin gue tuh setannya cantik, jadi gue kesurupannya anggun."
"Amin."
"Kenapa amin?"
"Supaya lo kesurupan."
Satu bogem mentah melayang ke pipi kiri Aldo.
Maaf yah ini teksnya agak sedikit hehe biar kalian penasaran aja.
Hai semua ini Author, panggil aja Thor atau kalo mau lebih nyaman panggil sayang juga boleh ditabok *readers. He he he he
Jadi buat kalian semua yang udah mampir di*work*\ aku ini, aku makasih banget, kalian udah mau luangin waktu buat ngehargain karya aku.
Makasih buat like, komen, dan *supportnya*.
*Next*\? komen yah.
Komen yang banyak ga papa, Thor suka baca komenan kalian.
Berani ngehujat? gue block
bcanda sayang.
*Stay tune\ yah *guys
Love you all♡♡
~
q q q q q q q q q q q q