
Setelah beberapa menit, mobil Aldo memasuki sebuah pekarangan yang lumayan luas, mereka berdua turun dari mobil dan Aldo langsung mengajak Tere untuk masuk ke gedung yang di depannya terdapat papan bertuliskan 'Rumah Yatim Buna'
"Ngapain kesini?" Tere menahan tangan Aldo yang menariknya masuk.
"Gue mau kenalin lo ke adik adik gue." Aldo kembali menarik tangan Tere.
"Adik adik lo?" tanya Tere.
Seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan terlihat sedang membersihkan jendela di sudut ruangan.
"Bunaaa," sapa Aldo ceria ke wanita itu.
"Ehh nak Aldo datang." Wanita itu melepaskan kemoceng di tangannya lalu menerima salam tangan dari Aldo dan Tere.
"Kamu bawa siapa ini?" tanya Buna sesaat setelah Tere menyalaminya.
"Ini namanya Tere Bun," Aldo memperkenalkan Tere.
"Ohh Nak Tere."
"Perkenalkan nama ibu, Ibu Naila, tapi anak anak disini lebih sering manggil ibu dengan sebutan Buna." Tere mengangguk paham.
"Gimana Buna, cantik kan?" tanya Aldo sambil merangkul pinggang Tere dan membawanya mendekat ke arahnya.
"Iya cantik."
"Cantik lah, kan calon istri Aldo." Tere hanya bisa menyikut lengan Aldo sambil memberi tatapan membunuhnya.
"Beneran calon istri?"
"Doain aja Bun, hehe." Aldo membalas tatapan Tere dengan tatapan menantang.
"Apa lu liat liat gue."
"Lu yang apa."
"Sudah sudah, sekarang Buna mau lanjut bersih bersih dulu yah," ucap Buna.
"iya Bun, ngomong ngomong anak anak pada dimana?" tanya Aldo sambil melihat ke arah sekeliling mereka yang sangat sepi.
"Mereka lagi di taman belakang pada main, susul gih."
"Nak Tere, Buna kebelakang dulu yah."
"Iya Buna," balas Tere manis.
Buna pun meninggalkan Tere dengan Aldo yang masih setia merangkul pinggang Tere.
Kriuk...
"Arghh," Aldo menjerit kesakitan saat Tere tiba-tiba menggigit lengannya.
"Lo apa apaan sih Re," ucap Aldo galak.
"Lo yang apa apaan?! Meluk meluk gue," balas Tere tak kalah galak.
"Pinggang gue limited edition, gak sembarang orang bisa meluk." Aldo bersedekap mendengar penuturan Tere.
"Dan lo kaum missqueen dengan seenak jidatnya meluk meluk gue?! Ckckck." Tere menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mau ngapain lo?" tanya Tere saat melihat kedua tangan Aldo sudah bergerak naik di atas udara.
"Gue mau..." Aldo menghentikan perkataannya sejenak.
"Ini." Di saat itu juga Aldo menggelitik perut Tere dengan kedua tangannya membuat gadis itu langsung kegelian dan berusaha menjauh.
"Stop Aldo!" Tere berusaha kabur, namun Aldo menahannya dengan terus menggelitiknya.
"Aldo plis stop hahaha," Tere teriak sambil tertawa kegelian.
"Sebut dulu passwordnya."
"Gamau hahaha."
"Okey okey gue sebut." Tere menyerah.
"Aldo ganteng hahaha."
"Kurang lengkap."
"ALDO GANTENG MAKSIMAL, GA DA TANDING." Seketika itu juga Aldo menghentikan kegiatannya.
"Gitu dong dari tadi."
Tere secepat mungkin menjauh dari pria itu dan mengambil nafas sebanyak ia bisa.
"Gue gabisa nafas Aldo setan."
Ia langsung menyeruduk badan Aldo dan memberikan pukulan bertubi-tubi, membuat cowok itu tertawa sambil berusaha menahan tangan Tere.
Karena salah gerak, alhasil ia malah memeluk cowok itu, sambil memegang baju sahabatnya. Tere baru sadar ketika kepalanya sudah bersandar di dada Aldo.
De javu
Keduanya terdiam sejenak...
"Kak," suara Seorang anak kecil menginterupsi kegiatan Tere dan Aldo, membuat kedua orang itu menoleh ke sumber suara.
"Kakak kok - badan Kak Aldo?" Pertanyaan bejat yang keluar dari mulut polos itu membuat Aldo tidak dapat menahan tawanya dan tertawa terbahak-bahak.
"Nggak." Tere langsung mengelak dan mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Tadi aku lihat sendiri loh kak."
"Nggak." Masih dengan kedua tangan yang diangkat ke atas.
"Yah Re, kita keciduk." Satu jitakan mendarat mulus di kepala Aldo.
"Lo nggak usah nambah-nambahin cabe."
Yang dijitak hanya bisa meringis sambil menahan tawa di bibirnya.
"Gak kok Bif, Kak Aldo nggak di - kok sama kakak yang cantik ini..." Perkataan Aldo membuat senyum Tere mengembang, seolah mengatakan 'nah betul, kakak cantik ini.'
"Cuma dibelai aja." Satu jitakan kembali mendarat di kepala Aldo.
"Sekali lagi lo ngomong macam-macam gue sembelih lo." Aldo hanya terkekeh dan mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.