
Sumpah demi apapun, Tere sudah merasa sangat bosan, ia tiap hari hanya berbaring dan membaca novel yang di bawakan Aldo untuknya. Sesekali Angga, Inggrid, dan David bergantian menjaganya, namun ia tetap merasa kosong.
Tere merasa bahwa dirinya sudah sehat sepenuhnya dan tidak lagi memerlukan obat obatan itu, untuk apa? itu yang selalu di tanyakannya.
Apa lagi ini sudah dua hari semenjak Aldo tidak mengunjunginya lagi, Ada apa dengan si sinis sialan itu?
Ceklek...
Baru saja dibicarakan tiba tiba Aldo sudah muncul dengan bingkisan berbagai buah di tangannya. Diikuti seseorang yang muncul dari belakang Aldo, Tere sudah mengenalnya.
"Hai," sapa gadis itu.
"Hai juga," balas Tere.
"Novel baru." Aldo membuka tasnya dan mengeluarkan tiga novel dari dalam sana dan menaruhnya di nakas.
"Lagi?" Tere menatap tak percaya.
"5 novel yang kemarin kemarin kamu bawain belum aku tamatin juga Do."
Aldo hanya mengendikkan bahunya dan duduk di sofa tempatnya sering duduk, sementara gadis yang tadi berada di belakangnya hanya berdiri di dekat pintu keluar.
"Sini Cil." Aldo menepuk sofa di sebelahnya menyuruh gadis itu untuk duduk.
Cila mengangguk dan langsung melangkah menuju ke sofa di sebelah Aldo.
Sepuluh menit mereka lalui tanpa ada seorang pun yang berbicara, masih sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, Tere dengan novelnya, Aldo dan Cila dengan ponselnya.
"Lo udah beli buku fisika yang disuruh Pak Nafa?" Aldo menoleh, ia melihat Cila yang menaruh ponselnya di atas meja, kini gadis itu memandangnya.
"Sudah, lo?" jawab Aldo.
"Belom," jawaban Cila di balasan anggukan pelan oleh Aldo.
"Mau beli?"
"Iya."
"Ya udah gue anter."
Cila melongo, "Serius?"
"Hmm, lagian dari pada diem dieman disini."
"Ohhh, ya udah."
Tere mengalihkan pandangannya dari novel yang baru saja di bawa Aldo.
Aldo menggenggam tangan Cila, lalu menariknya keluar ruangan. Tere melihat pemandangan itu, mengendikkan bahunya lalu berusaha kembali fokus ke novel yang dibacanya.
"Masuk seenaknya keluar seenaknya."
"Misi kek, apa kek."
"Main nyelonong aja."
"Gue juga makhluk hidup disini."
"Bukan tembok."
Maaf yah ini teksnya agak sedikit hehe biar kalian penasaran aja.
Hai semua ini Author, panggil aja Thor atau kalo mau lebih nyaman panggil sayang juga boleh \\*ditabok \*readers\*. Hehe
Jadi buat kalian semua yang udah mampir di\*work\* aku ini, aku makasih banget, kalian udah mau luangin waktu buat ngehargain karya aku.
Makasih buat like, komen, dan \*supportnya\*.
\*Next\*? komen yah.
Komen yang banyak ga papa, Thor suka baca komenan kalian.
Berani ngehujat? gue block
bcanda sayang.
\*Stay tune\* yah \*guys\*
Love you♡♡
~
q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q