MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
51



Tere duduk di bangku dekat tempat parkiran sekolah, ia sedang menunggu Aldo. Duduk dari bangku itu dapat membuat Tere melihat dari ujung ke ujung tempat parkiran.


Seperti yang telah dikatakan David, Tere dan Aldo, mereka butuh bicara empat mata.


Ia menunggu sekitar 15 menit, hingga melihat sebuah mobil yang diketahui bahwa itu adalah mobil Aldo masuk ke parkiran sekolah.


Tere berdiri dari duduknya, dia gugup, menunggu Aldo keluar dari mobilnya.


Keluarlah Aldo dari mobilnya, ia langsung memutari mobilnya dan membuka pintu penumpang, Cila keluar dari dalam mobil Aldo, dengan kepala yang masih terbalut perban.


Aldo membantu Cila berdiri dan memakaikan tongkat bantu jalan Cila, lalu berjalan sambil menjaga Cila dari belakang agar tidak terjatuh.


Tere berjalan mendekat, berniat menyapa Aldo dan Cila.


Namun baru saja ingin menyapa dan mengeluarkan suara, Aldo dan Cila langsung berlalu melewati tubuh Tere, seakan akan dari awal tidak ada orang disana.


hellow, apa gue tak kasat mata?


Tere mengatupkan mulutnya.


"Lo goblok Re, apa lagi yang lo harapin," batinnya dalam hati.


Bugh...


Seseorang menabrak Tere dari belakang, membuat gadis itu hampir terjengkang kedepan.


"Sorry sengaja," bisik orang itu tepat di telinga Tere.


Tere langsung membalikan badan ingin melihat siapa yang telah menabraknya.


Bela and the chipmunknya.


"Kenapa sih kak Cari masalah mulu?" Tere menatap sinis lawannya.


"Hmmm, kenapa yah...." Bela menaruh jari telunjuknya di dahinya, seolah-olah sedang berfikir.


Tere memutar bola matanya jengah, ia lalu berjalan melewati Bela namun sebuah tangan menarik tasnya kebelakang, yang membuatnya hampir terjungkal kebelakang.


"Mau kemana? Urusan kita belum selesai."


"URUSAN APASIH KAK?" Tere menahan amarahnya, sedikit lagi ia akan menampar kakak kelas di depannya ini.


Hati dan pikirannya sudah lelah karena Aldo, dan sekarang nenek lampir ini ingin menambah masalah.


"BELAGU BANGET LO TERIAK DI DEPAN GUE!"


Bela langsung menjambak rambut Tere, Tere pun dengan sigap membalas kakak kelasnya ini.


Setelah beberapa detik adegan jambak jambakan, siswa siswi di SMA Criya langsung berkumpul di satu titik, yaitu di area parkir melihat dua orang yang sedang berkelahi.


Terlihat di sana Tere sudah kewalahan, bagaimana tidak dia sendiri sementara Bela di bantu oleh teman temannya.


"TERE!" Terdengar suara teriakan Audri dari jauh, ia berusaha membelah lautan manusia yang hanya menonton perkelahian itu tanpa mau melerainya. Tuhan badan Audri terlalu kecil, ia sama sekali tidak bisa menerobos.


Setelah teman teman Bela berhasil mengunci tangan Tere, jambakan Tere terlepas dari rambut Bela, Bela mundur beberapa langkah memperbaiki rambutnya, ia menatap nyalang ke arah Tere.


"BERANI LU SAMA GUE *****!"


Satu tinjuan terlepas bebas ke arah wajah Tere, membuatnya tiba tiba tersungkur ke tanah.


Singggggg


Kepalanya tiba tiba saja sakit, seakan semua di dunia ini sedang berputar mengelilinginya, ia langsung memegang matanya yang menjadi objek tinjuan Bela.


Akhh....


q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q q. q q q q q q q q q. q q q q q q q. q q q q q q q q q q q