MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
10



Koridor sekolah terlihat begitu padat pagi ini. Aldo dan Tere jalan berdampingan, pria itu meletakkan lengan kanannya di bahu Tere dan menariknya supaya lebih dekat, kepala Tere bergerak-gerak ringan mengikuti suara yang terdengar di kedua telingannya. Sejak meninggalkan rumah Tere memakai headset.


"Woy," panggil Aldo sambil menarik headset dari telinga kiri Tere.


"Apaan sih?" Tere memasang kembali earphone-nya, mengacuhkan Aldo. Tere asik mendengarkan lagu fix you dari Coldplay.


"Pantesan budek, kuping disumpel mulu."


"Biarin, suka suka gue."


Mereka pun memasuki ruang kelas yang sudah banyak penghuninya, Tere dan Aldo langsung menghempaskan tubuh mereka ke kursi.


Tidak lama kemudian jam pelajaran pertama pun dimulai. Semua siswa mulai sibuk dengan soal yang diberikan oleh guru Fisika.


Aldo fokus mengerjakan tugasnya, sebelum sebuah senggolan di tangannya menghentikan aktivitasnya. Ia menoleh ke sumber masalah yang sedari tadi menganggu fokusnya.


"Do, tolong dong, udah ga bisa nih," ucap gadis itu sambil memperlihatkan bukunya yang masih terisi tiga jawaban dari sepuluh nomor yang dikasih.


"Re, kerja sendiri dulu, nanti kalau udah gak kuat lambaikan tangan ke kamera," ucap Aldo dan kembali mengerjakan soalnya.


"Gue udah gak kuat Do." Tere menggeser dirinya untuk lebih dekat ke Aldo dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.


"Ini baru sepuluh menit yang lalu kita diberi soal. Lo bukannya gak kuat, lo cuma malas ngitung, iyakan?" ujar Aldo.


Gadis itu mengangkat kepalanya dan mendecak sebal. "Gue teraktir deh, lu mau apa?"


"Ga mempan Re, udah cepet kerjain." Aldo mendorong badan Tere agar duduk kembali ke tempatnya semula.


Tiba tiba saja suara ketukan pintu terdengar, membuat semua orang di dalam kelas serempak menoleh ke pintu.


"Good morning student!" Miss. Nayra wali kelas dari kelas 10 Mipa B memasuki ruang kelas.


"Morning mam," jawab seisi kelas serentak.


"Pak Nafa, saya ambil yah waktunya beberapa menit," ucap Miss. Nayra meminta izin ke Pak Nafa, guru fisika.


"Iya silahkan Miss..." ucap Pak Nafa mempersilahkan.


"Semoga cowok ganteng dong, plis." Salah satu teman cewek Tere berkata penuh harapan. Dan diam diam dalam hati Tere meng-amin-kannya.


"Ketenangannya dulu anak anak," ucap Miss. Nayra sambil menepuk-nepuk tangannya meminta kembali perhatian anak-anak yang gaduh.


Setelah kelas kembali hening Miss. Nayra memanggil seseorang yang masih berdiri di depan pintu untuk masuk ke dalam kelas.


"Sini nak."


Seorang anak perempuan dengan rambutnya yang tergerai sepunggung, wajah yang cantik, memiliki hazel berwarna coklat dengan bulu mata lentik, badan yang ramping, jalannya bak seperti model muncul dari balik pintu.


Demi apapun, cantik banget, batin Tere.


Tere lalu melirik ke arah sahabatnya yang sudah menatap terpanah melihat kecantikan anak baru itu.


"Yahh ini teman baru kalian, namanya siapa cantik?" tanya Miss. Nayra kepada anak itu.


"Nama saya Pricilla Allenzi, panggil saja cila, semoga saya bisa berteman baik dengan kalian semua," kata anak itu ramah.


"Iler lu jatuh liatin tu cewek." Tere gemas dengan kelakuan Aldo yang sama sekali tidak melepas pandangannya dari Cila.


"Beneran?" Seperti tersadar, pria itu langsung ngelap mulutnya menggunakan tangan.


"Nggak, gue bohong."


"Apaansih lo."


"Sekarang Cila kamu bisa duduk di... bangku kosong belakang Aldo," perintah Miss. Nayra kepada Cila.


"Thanks mam." Gadis itu berjalan menuju ke bangku yg telah di tunjukan untuknya, sebelum melewati bangku Aldo, gadis itu sempat bertatapan mata tiga detik dengan Aldo sebelum memberikan senyuman manisnya.


Miss. Nayra berterima kasih ke Pak Nafa dan langsung meninggalkan ruang kelas.


"Kalau mau berkenalan sebentar selesai kalian kerjakan tugas dari saya," ucap Pak Nafa mengingatkan para siswa laki laki yang mulai kegatalan melihat anak baru di kelas itu.