MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
23



"Maksud lo?" tanya gadis itu belum paham.


"Maksud gue mereka itu pacaran?" Audri to the point.


Tere langsung diam di tempat, tidak bergerak sedikit pun, memasang wajah kebingungan, yang Tere rasakan saat ini seperti.


"Hah? Seriously?"


Namun, dengan cepat dia kembali memasang tampang biasa-biasa saja.


"Yah...mana gue tau." Suara Tere mengecil, mungkin hanya Audri yang bisa mendengarnya.


"Yah... gue kira lo tau, lo kan deket banget sama Aldo."


Tere mengedarkan pandangan ke seluruh arah dengan cepat.


"Kok lo bisa bilang mereka begitu? Apa kedekatan mereka sangat nampak?" bisik gadis itu di telinga Audri.


"Yahh lumayan nampak sih, semenjak lo nggak hadir Cila yang duduk di sampingnya Aldo, di tempat lo. Trus kemarin gue ngelihat mereka berdua jalan bareng di mall sepertinya mereka mau ke bioskop deh," jelas Audri sambil berjalan masuk ke kelas yang diikuti Tere.


Saat masuk di dalam kelas langkah Tere tertahan di pintu kelas melihat Aldo dan Cila yang sedang duduk sambil tertawa di bangkunya.


Mereka berdua tidak menyadari kedatangan Tere di pintu kelas.


Aldo menghadap ke arah jendela lebih tepatnya ke arah Cila, jadi dia sama sekali tidak melihat Tere yang berdiri di depan pintu.


Tere hanya melengos, memutar bola matanya ke arah lain, lalu berjalan ke mejanya, namun saat sampai di mejanya Tere tidak menghentikan langkahnya dan terus berjalan ke meja Cila yang kosong.


Dan langsung duduk sambil membanting tasnya di atas meja, sehingga Aldo dan Cila yang berada di depannya langsung kaget dan berbalik ke belakang.


"Tere!" Aldo kaget bercampur senang melihat sahabatnya yang sudah berada di belakangnya.


Aldo langsung berdiri dan mengacak rambut Tere pelan.


"Lo kalo udah mau masuk bilang ke gue kek, kan bisa gue jemput," ucap Aldo sambil mencubit kedua pipi Tere, gemas.


"Aww.. Aldo sakit, lo maen cubit-cubit aja, kalau pipi gue robek gimana? Lo mau tanggung jawab" Tere melepaskan cubitan Aldo di pipinya dan langsung mencubit balik perut Aldo.


"Aww...sakit-sakit iya, sorry." Aldo mengusap perutnya yang di cubit Tere.


Setelah itu semuanya hening.


"Ohh iya, Aldo gue balik yah di meja gue," Cila dengan cepat mengambil tasnya di kursi dan beranjak berdiri.


"Eh stop! Lo duduk aja dulu di situ, gue buat sementara mau duduk disini." Tere dari belakang menahan pundak Cila agar ia tetap duduk.


"Kenapa?" tanya Aldo.


"Yah.. nggak kenapa-kenapa sih gue cuma lagi pengen aja duduk di bagian paling belakang."


"Tapi, Re-" kedatangan seorang guru membuat Aldo menghentikan perkataannya dan segera berbalik ke papan tulis.


"Hari ini ulangan!" ucap Pak Nafa dengan suara bass-nya.


Aldo mulai menghitung dalam hati


'1'


'2'


'3'


Dan langsung menutup kupingnya.


"WHAT? ULANGAN MENDADAK?"


"MATI GUE BELUM BELAJAR"


"ULANGAN ITU APA?"


"SAYA SIAPA?INI DIMANA?"


"HAH! PAAN YAH GUE GAK DENGER"


"ADA APA INI?"


"WUIHH"


"SALAH MASUK KELAS PAK?"


"LE MIN HOO SUAMI GUE"


"GILE"


"ADUH, KEPALA GUE PUSING"


"IZIN KE UKS YAH PAK"


"GUE TIBA\-TIBA MUNTABER"


"NO GAME NO LIFE"


Kelas mendadak heboh, Para murid mendadak idiot, hilang ingatan, kanker paru\-paru, gangguan ke hamilan dan janin. Gadeng


Gimana nggak heboh?


Ini fisika loh, udah belajar aja masih nggak tuntas, gimana kalau nggak belajar? Nilai? jangan ditanya lagi.


"Sudah jangan banyak bicara, naik kan kertas selembar."


"AISHHHHH.." serentak satu kelas.