MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
7



"Gimana? Enakkaaaaan¿" Tere mengguncang guncang tubuh Aldo setelah cowok itu mencoba pancake buatannya.


"B aja," jawab Aldo datar sambil menyuapkan lagi pancake ke mulutnya.


"Sabar Re, orang jahat mah emang gitu," ucap gadis itu pada dirinya sendiri sambil mengusap-usap dada.


Ketika Tere ingin menyuapkan lagi sepotong pancake ke mulutnya, dengan iseng Aldo langsung memegang tangan Tere lalu mengarahkan tangan Tere yang memegang sendok menyuapkan pancake tersebut ke mulutnya.


"Najong lo! katanya B aja, tapi punya gue diembat juga." Tere lalu menjauh beberapa langkah dari Aldo dan mengamankan piring pancakenya.


"Serah."


"Kenapa jauhin gue? Sini dong, deket deket cowok ganteng! Kapan lagi coba, dideketin cowok ganteng?" Lanjutnya.


"Najesss!" Tere mulai geli melihat sikap narsis Aldo yang sering di perlihatkan cuma di depannya.


"Gue ga bisa bayangin, kalo satu sekolah pada tau sifat lo yang sebenarnya Do, auto ditendang dari daftar most wanted sekolah."


"Biarin. Apaan juga sih itu most wanted most wanted, ga jelas."


Tiba tiba David yang sudah rapi, ganteng dan wangi turun dari tangga.


"Wah wah...asik asikan berdua yah? Nggak ngajak ngajak makan," cibir David setelah itu tertawa kecil.


"Yahh Kak David telat, Si Rakus udah ngabisin semua pancakenya," Tere berkata sambil melirik ke arah Aldo.


Aldo yang masih menguyah dari tadi langsung tersenyum dengan kue yang masih memenuhi mulutnya.


"Tumben Kak David rapi rapi gini, Kak david mau kemana?" tanya Tere


"Ohh iya, Kak David lupa ngasih tau kamu kalau mulai hari ini sampai lima hari kedepan kakak bakalan nginep di rumah Wira, ada lomba pembuatan film antar sekolah dan kakak diberi kepercayaan untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Kamu nggak apa kan kakak tinggal beberapa hari?" David mengambil 2 gelas air putih di dalam kulkas lalu menyodorkan ke arah Tere dan Aldo.


"Nggak apa kak, kan ada Aldo, iya kan Do?" tanya  Tere sambil mengambil minum dari tangan David.


"Iya...." Aldo pun ikut mengambil gelas yang disodorkan David.


"Al lo bisa kan nginep di sini?" tanya David ke Aldo.


"Bisa kok, lo tenang aja adek lo gue yang jaga."


"Thanks ya Al." David tersenyum memamerkan giginya yang rapi.


"Iya kak," jawab Tere.


"Iyaa ...." David mengacak ngacak rambut Tere.


Aldo memperhatikan pembicaraan kakak beradik itu, sambil sibuk mengunyah pancake yang memenuhi mulutnya.


"Okey, kalau gitu gue titip Tere yahh, Gue jalan dulu," kata david sambil memeluk dan mencium pipi Tere. Lalu menghilang di balik pintu dapur tidak lama kemudian terdengar suara mobil David yang menjauh dari halaman.


 


 


Maaf yah ini teksnya agak sedikit hehe biar kalian penasaran aja.


Hai semua ini Author, panggil aja Thor atau kalo mau lebih nyaman panggil sayang juga boleh *ditabok readers. Hehe


Jadi buat kalian semua yang udah mampir diwork aku ini, aku makasih banget, kalian udah mau luangin waktu buat ngehargain karya aku.


Makasih buat like, komen, dan *supportnya*.


*Next*? komen yah.


Komen yang banyak ga papa, Thor suka baca komenan kalian.


Berani ngehujat? gue block


bcanda sayang.


*Stay tune* yah *guys*


*Love you*♡♡


~