MY ROOFTOP

MY ROOFTOP
19



Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan buat Tere, yap hari ini adalah ulang tahun Aldo dan juga hari terakhir Aldo berada di rumah sakit.


Aldo sudah bisa keluar dari rumah sakit sebentar siang.


Tere sudah mempersiapkan semua kejutan buat Aldo, rencananya Tere akan menyuruh Aldo ke taman di dekat sekolah mereka pada pukul 6.30 malam, lalu mereka akan merayakannya berdua disana dan setelah itu mereka akan pergi makan ke rumah makan di dekat taman itu.


Dan merayakannya dengan main PlayStation hingga besok pagi.


Setelah bersiap-siap Tere segera menuju ke rumah sakit tempat Aldo di rawat.


Saat sampai di ruangan Aldo, Tere melihat Aldo sedang berbincang-bincang dan bercanda dengan Novan, walaupun Novan terlihat tak acuh tetapi sesekali bibirnya tertarik ke samping karena mendengar lelucon dari kakaknya itu.


Tere memasuki ruangan itu sambil membawa kado buat Aldo.


"Do, selamat ulang tahun yah, ciee udah tambah tua, semoga lo semakin tampan, semakin dewasa, nggak ngerjain gue mulu, nggak suka sisain makanan lagi, nggak jadi playboy lagi, kasian cewek-cewek yang lo mainin, mereka itu punya hati, trus semoga lo tambah sayang gue, kalo gue masak lo harus puji, trus apalagi yah?"


ucapan Tere dari selamat lama-kelamaan malah menjadi sebuah pidato panjang lebar buat Aldo.


"Itu wish gue atau wish lo?" tanya Aldo sambil mengambil kado dari tangan Tere.


"Hehe...sorry."


"Btw, thanks yah Re." Aldo menaruh kado tersebut di atas ranjangnya lalu menarik Tere masuk kedalam pelukannya, Tere pun membalas pelukan Aldo.


"Sama-sama." Gadis itu tersenyum didalam pelukan Aldo.


"Ohh iya, sebentar malam jangan lupa datang ke taman deket sekolah yah!" Tere merenggangkan pelukannya.


"Untuk?" tanya Aldo.


"Ada dehh, lo datang aja, okey?"


"Okey..."


"Ingat jam 6.30"


 


 


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Aldo yang sudah merasa dirinya sehat bugar memilih keluar jalan\-jalan untuk menikmati udara sore hari.


Saat sampai di depan taman dekat rumahnya Aldo segera memarkirkan mobilnya lalu mulai berlari\-lari kecil sambil membawa satu botol air mineral di tangan kanannya.


Setelah lumayan lama berlari\-lari Aldo melirik arlojinya, 10 menit lagi jam 6.


Aldo langsung buru\-buru memutar balik tubuhnya karena ia tidak mau terlambat untuk bertemu dengan Tere.


"S\-sorry, sorry...."


Aldo mengulurkan tangannya membantu wanita itu berdiri, namun saat melihat wajah wanita itu....


"Cila?"


"Sorry, ya!" lanjut Aldo.


"Iya nggak apa\-apa." Cila berusaha berdiri dengan bantuan tangan Aldo.


"Awww..." Cila meringis sambil memegang kakinya yang sepertinya keseleo akibat jatuh.


"Astaga kaki lo, sorry gue nggak sengaja." Aldo dengan segera mengalungkan tangan Cila ke lehernya lalu memapah tubuh Cila menuju ke dalam mobilnya yang tidak jauh dari tempat Cila jatuh tadi.


"Terima kasih," ucap Cila saat sudah duduk di dalam mobil Aldo.


Aldo memutari mobilnya dan masuk ke pintu pengemudi. Beberapa menit kemudian mobil Aldo sudah memasuki pekarangan rumahnya yang cukup luas lalu memarkirkan mobilnya.


Aldo memapah tubuh Cila yang berjalan pincang.


"Bi Tiaaa," Aldo berteriak memanggil asisten rumah tangga saat memasuki pintu utama di rumahnya.


"Iyaa ada apa tuan?" tanya Bi Tia sambil berlari kecil menuju tuannya.


"Bibi bisa ngurutkan?"


"Bisa tuan."


"Bibi bisa tolong urut temen saya? Tadi dia nggak sengaja Aldo tabrak terus kakinya keseleo," ucap pria itu sambil mendudukkan Cila di sofa ruang tamu.


"Astagfirullah, iya bisa tuan, Bibi ambil minyak gosok dulu yah di belakang." Bi Tia berlari menuju ke dapur.


Setelah beberapa saat Bi Tia datang dengan membawa minyak gosok di tangannya dan langsung menaikkan kaki Cila di atas pahanya dan memijat secara perlahan kaki Cila.


"Aww..sakit," Cila meringis pelan, Aldo yang melihatnya merasa sangat bersalah.


"Tahan yah non."


"Iya bi~~ aduh..." Cila tanpa sadar memegang tangan Aldo yang berada di sampingnya. Aldo kaget, namun dengan cepat ia memasang wajahnya yang datar.


*Gila kok gue deg\-degan yah*? Batin Aldo dalam hati.