
"Cepetan Re...." Aldo mengetuk pintu kamar Tere. Sudah satu jam ia menunggu di ruang tamu tapi gadis itu tidak keluar-keluar juga dari kamarnya.
Hari ini adalah hari terakhir Aldo nginap di rumah Tere, karena besok David sudah balik dari rumah Wira, sekarang mereka berencana jalan-jalan ke pasar malam, berhubung malam ini adalah malam minggu jadi mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk me-refresh kembali otak mereka.
Namun, sampai jam menunjukkan pukul 8 malam Tere belum juga keluar dari kamar.
"Cepet woy!"
"Sabar ngapa, incess kan lagi siap-siap, ganggu aja lu." Tere keluar dari kamar dengan mengenakan kaos berwarna putih dengan celana jeans berwarna hitam, serta sepatu kets putih dan tas selempang bergambar mata baymax yang sangat lucu. Terlihat simpel namun sangat cantik di tubuh Tere.
Sedangkan Aldo mengenakan baju kaos hitam yang di lapisi dengan hoodie berwarna biru navy, celana kain selutut, serta sendal berwarna hitam.
"Sudah siap?"
"Siap lah."
Aldo dan Tere masuk ke mobil, lalu mobil melaju perlahan meninggalkan halaman rumah itu.
"Aldoooo, gue mau itu." Tere seperti anak kecil menarik-narik tangan Aldo dan menunjuk permen kapas yang ada di depannya.
Mereka sudah sampai sekitar 15 menit yang lalu dan Tere langsung bergerak aktif menarik Aldo ke sana kemari.
"Nggak usah. Itu cuma gula Re, nanti gue beliin lo. Gula sekilo. Terus lo emut di rumah."
"Itu beda bego." Gadis itu mendecak sebal.
"Mas permen kapasnya satu yah." Tere merogoh uang di tas selempangnya. Namun, tangannya ditahan sama Aldo,
"Gue yang bayar." Aldo mengambil uang satu lembar dari dalam dompetnya dan memberikannya ke penjual permen kapas itu.
"Yes. Gratis," pekik Tere kegirangan.
"Harusnya dari awal gitu, gak perlu gue kode dulu sampe harus ngambil uang segala," ucap Tere sambil menerima permen kapas dari mas penjualnya.
"Dasar matre."
"Heh! gue bukan matre ya, gue realistis." Gadis itu memukul lengan Aldo sedikit keras.
"Apa bedanya coba?"
"Jadi gini Aldo yang gue kira pinter tapi ternyata ga pinter pinter amat. Cewe matre itu bakalan buat lo tercekik, dia ga peduli usaha yang lo lakukan, yang penting baginya dia mendapatkan apa yang dia mau. Tapi kalau cewek realistis itu apa adanya, dia memang mau dan butuh, tapi dia tidak akan memaksakan untuk mendapatkannya,"
"Contohnya seperti gue," lanjut gadis itu sambil menepuk pelan dadanya.
"Cih, lo ga apa adanya, lo ada apa apanya," ucap Aldo sambil berjalan duluan meninggalkan Tere.
Bukannya dimakan Tere malahan meluk-meluk permen kapas yang masih ada di dalam plastiknya yang mengembung.
Setelah main beberapa permainan mereka berdua pun kelelahan, mereka pun memutuskan untuk pergi makan ketoprak di pinggir jalan.
"Mas 2 porsi yah ketopraknya." Aldo memesan ketoprak, sementara Tere mencari tempat duduk untuk mereka berdua, berhubung disana sangat ramai.
"Tere!!!" panggil seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi Tere.
Fajar.
Maaf yah ini teksnya agak sedikit hehe biar kalian penasaran aja.
Hai semua ini Author, panggil aja Thor atau kalo mau lebih nyaman panggil sayang juga boleh ditabok *readers. Hehe
Jadi buat kalian semua yang udah mampir di*work*\ aku ini, aku makasih banget, kalian udah mau luangin waktu buat ngehargain karya aku.
Makasih buat like, komen, dan *supportnya*.
*Next*\? komen yah.
Komen yang banyak ga papa, Thor suka baca komenan kalian.
Berani ngehujat? gue block
bcanda sayang.
*Stay tune\ yah *guys
Love you♡♡
~