Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Banteng dan pawangnya



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih.


Saat Archie sampai di kamar ia langsung menatap Arthur tanpa berkedip seperti dugaan Arthur sebelumnya, kedua matanya nampak berkilat melihat Arthur dari ujung rambut sampai ujung kaki dan berfokus pada tangannya yang sedang di genggam oleh Sasa.


"Sayang..."


"Mommy!!"


"Moommmmyyyyy!!!"


Suara jeritan dari Allard dan Ashley membuat Archie tak dapat menyelesaikan perkataannya, kedua anak kembar itu langsung berlari melewati Archie yang sedang berdiri di depan ranjang Sasa. Mereka langsung berhambur dan memeluk Sasa erat dari dua sisi sambil membenamkan wajahnya di tubuh Sasa.


"Ada apa?" tanya Sasa pelan pada kedua anak kembarnya.


"Ini kenapa jadi manja sekali, padahal kan baru lima hari Mommy tinggal,"ucap Sasa lirih menggoda kedua anak tampannya yang sangat identik satu sama lain itu.


Allard dan Ashley kemudian mengangkat wajahnya dari tubuh Sasa dan menatap sang ibu dengan mata berkaca-kaca, sehingga membuat Sasa mengangkat satu alisnya. Arthur juga terlihat bingung melihat sikap kedua adik kembarnya, padahal di sini sebenarnya ia lah yang paling takut menghadapi sang ayah.


"Besok kalau Mommy pergi jangan tinggalkan kami," ucap Allard pelan.


"Huum, aku mau ikut Mommy kemanapun," imbuh Ashley dengan suara parau.


"Kalian kenapa, ini Mommy ku awas," hardik Arthur ketus,padahal ia yang sedang berusaha meminta perlindungan dari sang ibu sambil berusaha melepaskan pelukan Allard yang mengambil alih tempatnya dari sisi sang ibu.


Alih-alih menuruti perkataan sang kakak Allard justru semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang ibu yang terlihat makin bingung dengan tingkah kedua anak kembarnya yang tak biasa itu, tak begitu lama kemudian Sasa akhirnya paham apa yang sudah terjadi.


"Apa yang sudah mas lakukan kepada mereka selama aku tidak ada?" tanya Sasa ketus sambil menatap tajam kearah Archie yang berdiri di hadapannya.


"Mas tidak melakukan apa-apa, memangnya apa yang sudah melakukan kepada mereka berdua," jawab Archie dengan cepat tanpa rasa bersalah.


"Aku tak percaya, mas pasti sudah melakukan sesuatu pada anak-anakku ini kan," ucap Sasa pelan sambil menatap Archie tanpa berkedip.


"Kenapa kau tidak percaya padaku sayang, lihat sendiri apakah anak-anakmu itu ada yang terluka. Tubuh mereka baik-baik saja tak ada yang terluka, mereka juga tidak kurus. Mas merawat mereka berdua dengan baik selama kau pergi ke Jepang menyusul anak nakal ini," jawab Archie dengan cepat sambil menatap Arthur tanpa berkedip sehingga membuat Arthur tanpa sadar memundurkan langkahnya ke belakang dan mengeratkan pelukannya pada lengan Sasa.


Sasa terdiam beberapa saat mendengar perkataan sang suami, ia kemudian menatap lebih dalam ke tubuh kedua anak kembarnya. Perlahan ia meraba wajah tampan Allard dan Ashley bergantian untuk memastikan sesuatu dan akhirnya ia percaya kalau kedua anak kembarnya itu baik-baik saja.


"Katakan apa yang sudah banteng ini lakukan pada kalian? jangan takut ada Mommy disini," tanya Sasa pelan sambil bergantian menatap kedua anak kembarnya.


"Pssssttt..." Arthur menahan tawa saat sang ibu menyebut ayahnya banteng,pasalnya selama ini memang ia selalu mengatakan ayahnya banteng kepada ibunya saat mereka sedang berdua saja.


Archie langsung menatap tajam kearah Arthur yang sedang menutup mulutnya.


"Mas!!!aku sedang menanyakan kedua anak kembarku ini jangan melukai anakku yang lain," hardik Sasa ketus sambil mengulurkan tangannya kedepan tubuh Arthur.


"Mas memang tidak melakukan apapun tapi sorot tajam mata mas itu menusuk sampai ke balik tembok jika sedang melihat sesuatu, jadi jangan melakukan apapun sebelum aku mendapatkan jawaban dari kedua anakku ini. Aku ingin memastikan apa yang sudah mereka dapatkan selama aku tidak ada di rumah," jawab Sasa dengan cepat.


Archie langsung menutup mulutnya mendengar perkataan sang istri karena tak mau mencari masalah, melihat istrinya baik-baik saja sudah membuatnya sangat tenang. Kali ini ia membiarkan kedua anak kembarnya mengadu pada ibunya, ia ingin tau apa yang akan dikatakan kedua anak kembarnya itu pada ibunya


"Ayo katakan apa yang sudah Daddy lakukan pada kalian? jawab dengan jujur, jangan takut karena ada Mommu di sini. Daddy tidak akan berani macam-macam pada kalian selama ada Mommy," tanya Sasa kembali pada Allard dan Ashley.


"Daddy galak Mom," jawab Ashley lirih.


"Iya Mom, selama di pesawat tadi malam Daddy terus berteriak-teriak dan marah-marah. Sehingga kami berdua tak berani keluar dari kamar dan belum makan sampai sekarang," imbuh Allard pelan sambil menyembunyikan wajahnya di selimut yang menutupi tubuh Sasa.


"Marah-marah kenapa?" tanya Sasa penasaran.


"Tentu saja mas marah, bagaimana mas tak marah. Mas punya satu anak paling besar tapi tak bisa menjaga ibunya dengan baik, bagaimana bisa ibunya dibiarkan keluar sendirian di Jepang. Sampai akhirnya ibunya mengalami peristiwa seperti ini, dijambret orang dan terluka bahkan sampai masuk rumah sakit," jawab Archie dengan cepat sambil menatap tajam kearah Arthur.


Allard dan Ashley yang sedang menyentuh ibunya semakin mengeratkan genggaman tangannya ditubuh Sasa yang membuat Sasa meringis kesakitan.


"Heh kalian berdua lagi, apa kalian tak melihat itu Mommy masih memakai jarum infus. Bisa-bisanya kalian berdua menempel padanya dan mencengkeram erat tangannya seperti itu, memangnya kalian pikir yang kalian lakukan itu tidak menyakiti Mommy!!" hardik Archie dengan suara meninggi saat berhasil menangkap ekspresi kesakitan Sasa.


"Mommy maaf..." pekik Allard kaget sambil melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Sasa yang masih memakai infus.


"Aduh Moomy maaf aku tak sengaja," imbuh Ashley panik, mendengar suara bentakan sang ayah benar-benar membaut mereka kaget.


"Jangan berlebihan mas, aku tak apa-apa. Mau sampai kapan mas galak seperti itu? mereka anak-anakmu lho mas bukan musuh mu, bicara yang pelan dengan lembut. Mereka kan anak baik, mereka pasti mendengarkan perkataan mas tanpa harus mas berbicara dengan suara meninggi seperti itu," ucap Sasa pelan sambil menatap lembut ke arah Archie.


Mendengar perkataan Sasa yang lembut seperti itu langsung membuat hati Archie yang panas dingin bak disiram es, tatapan matanya yang berapi-api pun berubah sendu sehingga membuat Sasa tak tega. Wajah yang sebelumnya penuh emosi kini berganti dengan wajah yang pilu menahan kerinduan sehingga membuat siapapun yang melihat wajah Archie merasa ikut iba, begitu pula dengan Sasa yang merasa bersalah.


Melihat perubahan sikap sang ayah membuat Arthur tersenyum, ia lalu menarik tubuh Allard yang ada didepannya untuk diajak pergi keluar supaya memberikan waktu pada sang ayah dan ibu berduaan. Pada awalnya Allard tak mengerti dengan kode yang diberikan oleh Arthur, namun saat beberapa kali Arthur menyentuh tubuhnya ia akhirnya paham kalau kakaknya itu sedang mengajaknya keluar dari ruang perawatan sang ibu. Allard kemudian memberikan kode kepada Ashley yang ada di seberangnya untuk keluar, mereka berdua lalu berjalan pelan menjauhi ranjang sang ibu menuju pintu keluar melewati Archie yang masih berdiri tanpa berbicara menatap dalam ke arah sang istri yang ada di hadapannya.


Melihat kedua adiknya sudah keluar Arthur kemudian berjalan menuju sofa di mana Maxwell dan Zarina berada, mereka berdua sejak tadi hanya diam tanpa membuka mulutnya ketika melihat perdebatan keluarga kaya yang ada di hadapannya.


"Ayo keluar sayang," bisik Arthur pelan mengajak Zarina keluar.


"Huum," jawab Zarina dengan cepat.


Arthur tersenyum mendengar perkataan Zarina, ia lalu membimbing Zarina untuk keluar melewati sang ayah diikuti Maxwell yang berjalan di belakang Arthur tanpa bersuara.


"Terima kasih Mom sudah menyelamatkan kami semua dari amukan banteng itu, sekarang giliran Mommy yang menenangkan banteng itu," ucap Arthur dalam hati sambil menutup pintu ruang perawatan sang ibu sambil tersenyum, ia ingin memberikan waktu pada kedua orang tuanya berbicara empat mata.


๐ŸŒบ to be continued ๐ŸŒบ


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธKira-kira bagaimana cara Sasa menenangkan sang banteng ya? Terus baca dan jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak ๐Ÿ˜