Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Menuruni sifat sang ibu



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor.


Arthur melepaskan headset yang terpasang ditelinganya ketika ia berbicara dengan sang ibu melalui video call, di mana saat ini di layar ponselnya nampak kedua orang tuanya bersama kedua adiknya terlihat sangat marah kepadanya setelah tak menelfon setibanya di Jepang.


"Arthur dengar ya jangan sampai mommy menyusulmu sekarang juga ke Tokyo ya, cepat jawab pertanyaan mommy," ucap Sasa dengan setengah berteriak .


"Tau ini kakak, bukannya langsung menelfon kemarin. Kakak tak tau kena berapa khawatirnya mommy saat menunggu kabar dari kakak," imbuh Ashley jengkel.


"Dasar kakak jahat, egois," celetuk Allard kesal, ia masih marah karena tak diajak pergi ke Jepang oleh kakaknya itu.


"Sudah-sudah nanti dulu, biarkan daddy bicara dulu dengan kakak kalian," ucap Archie tiba-tiba sambil merebut ponselnya yang sedang dipegang Ashley.


"Mas....berikan ponselnya, aku masih mau bicara dengan anak nakal itu,"


"Daddy... sini aku belum selesai marah ke kakak,"


"Akh daddy menyebalkan, berikan ponselnya padaku,"


Arthur tersenyum mendengar suara teriakan kedua adik dan ibunya yang sedang mengejar ayahnya yang membawa kabur ponselnya, rasa rindu akan suasana seperti itu membuat kedua mata Arthur berkaca-kaca. Biasanya dirumah yang membuat keisengan dan kejahilan adalah dirinya. Dengan menggunakan jari telunjuknya Arthur menyeka air mata yang sedikit menetes dari kedua matanya.


"Arthur....


"I--iya dad," sahut Arthur tergagap menjawab panggilan sang ayah.


"Maaf daddy harus melarikan diri dari kawanan serigala itu dulu tadi," ucap Archie dengan nafas terengah-engah setelah berlari dari kejaran sang istri dan kedua anaknya.


"Kawanan serigala apa ha ha ha... daddy jahat menyebut mommy induk serigala ha ha ha," jawab Arthur dengan tertawa lebar.


Archie hanya tertawa mendengar perkataan anak pertama kebanggaannya itu, sebenarnya ia tak benar-benar menyebut istrinya induk serigala. Ia sengaja mengatakan hal itu karena ingin membuat anak pertamanya itu tertawa, tak mendengar suara Arthur dua hari membuatnya sangat rindu.


"Bagaimana apartemen mu apa kau menyukainya?" tanya Archie pelan.


"Yes, i love it dad. Thanks dad for everything," jawab Arthur dengan cepat.


"Mobilmu akan sampai sore ini, jadi besok pagi sudah bisa kau bawa kuliah," ucap Archie dengan cepat.


"Mobil...please dad, aku tak...


"Kau membutuhkan mobil nak, tak mungkin daddy membiarkanmu naik bus atau kereta," Archie memotong perkataan Arthur yang ingin menolak mobil pemberiannya.


"Kan Arthur ingin hidup mandiri dad, masa diberi mobil juga. Bagaimana Arthur bisa belajar mandiri kalau begini ceritanya?" tanya Arthur sedikit kecewa.


"Ini adalah persyaratan dari mommy-mu jadi kau harus menerimanya, kalau kau tak mau memakai mobil maka bersiaplah induk serigala itu datang ke apartemen mu ha ha ha...." jawab Archie sambil tertawa lebar.


Arthur hanya bisa terdiam mendengar perkataan sang ayah, ia sudah dapat menebak bahwa pasti ada sesuatu yang disiapkan ibunya untuk dirinya mengingat sangat mudahnya sang ibu mengijinkannya pergi ke Jepang. Setelah berbincang hampir satu jam Arthur kemudian menutup panggilan internasional itu, sebuah senyuman tersungging diwajah tampan Arthur ketika mendengar perkataan sang ayah saat di telepon tadi.


Tring


Sebuah pesan masuk dalam ponsel pintarnya membuat Arthur harus mengambil ponselnya lagi yang sudah ia simpan dalam saku jaketnya, kedua matanya membulat sempurna saat melihat pesan masuk itu.


Pesan masuk itu adalah sebuah notifikasi dari bank yang memberitahukan bahwa ia baru saja mendapatkan uang masuk dari sang ibu dengan nominal sepuluh milyar, namun tak lama kemudian senyumnya mengembang saat melihat pesan yang ada m-banking yang baru masuk itu. Dimana tertulis pesan agar ia tak telat makan dan beli semua makanan yang ia mau dengan uang itu.


"Aku bahkan bisa membeli sebuah perusahaan roti dengan uang ini mom," ucap Arthur dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, ia tau kalau uang sebanyak itu bukanlah jumlah yang banyak untuk mommy-nya itu. Apalagi sang mommy punya bisnis apartemen di Jakarta yang setiap bulan memberikan jumlah uang yang tak sedikit kedalam rekeningnya.


Karena hari sudah semakin siang Arthur kemudian menghentikan sebuah taksi untuk pulang ke apartemennya, pasalnya menurut sang daddy tadi di telpon mobil barunya akan segera sampai di apartemen. Dan jika tebakannya benar maka satu jam lagi mobil itu akan sampai, sebuah mobil yang tak ia tau mobil apa. Dengan menggunakan taksi waktu yang dibutuhkan oleh Arthur untuk sampai di apartemen lebih cepat walau membutuhkan biaya yang tiga kali lebih mahal dari biayanya tadi pagi sewaktu naik bus ke kampus.


"Ini uangnya pak, terima kasih," ucap Arthur pelan sambil mengulurkan uang pada sang supir taksi.


"Terima kasih kembali," jawab sang supir taksi datar sambil meraih uang yang diberikan Arthur.


Tak lama kemudian taksi itu pun pergi dari hadapan Arthur menuju jalan raya kembali, sedangkan Arthur hanya tersenyum tipis melihat taksi yang baru ia tumpangi pergi begitu saja. Pasalnya Arthur baru saja mengetes kejujuran sang supir taksi, di mana ia memberikan jumlah uang yang lebih banyak dari jumlah argo yang seharusnya ia bayar. Akan tetapi rupanya sang supir taksi langsung mengambil uang pembelian Arthur begitu saja tanpa mengembalikan sisanya kepada Arthur.


"Yang kau katakan benar mom, tidak semua orang itu jujur dan baik," ucap Arthur dalam hati sambil berjalan pelan menuju apartemennya yang sudah ada dihadapannya.


Saat akan naik ke dalam lift tiba-tiba ponselnya berdering, perlahan Arthur meraih ponselnya dan menerima panggilan masuk itu dengan cepat.


"Iya saya baru sampai apartemen, masuk saja tak apa. Saya tunggu di lobby," ucap Arthur berbicara pada seorang petugas dealer mobil yang mengantarkan mobil barunya dengan menggunakan mobil towing.


"Baik tuan, kami juga sudah sampai di pintu utama apartemen ini. Sebentar lagi kami akan sampai di dalam," sahut sang petugas dealer mobil.


"Ok, saya keluar sekarang." jawab Arthur dengan cepat.


Arthur yang masih ada didalam lift langsung keluar kembali menuju lobby dan meneruskan langkahnya sampai kedepan apartemen, ia hanya menghela nafas panjang saat melihat sebuah mobil Audi A8 L security. Berondangan peluru dari senapan M14 maupun senapan mesin M60 bisa ditahan oleh bodi Audi A8 L Security, mobil ini memang layak disebut sebagai mobil anti peluru terbaik di dunia. Ketangguhan bodinya telah terbukti dengan kemampuannya dalah menahan serangan senjata berkuatan tinggi.


Beberapa penghuni lainnya nampak takjup saat melihat mobil baru milik Arthur itu, mereka terpesona dengan kemewahan mobil Audi anti peluru milik Arthur. Pasalnya di apartemen itu belum ada yang punya mobil seperti milik Arthur, jadi tak heran kalau mereka terkagum-kagum melihat mobil baru Arthur.


"Selera mommy memang luar biasa," ucap Arthur dalam hati sambil melihat mobil barunya di turunkan dari mobil towing yang membawanya dari dealer menuju apartemen.


Setelah menandatangani beberapa berkas Arthur akhirnya bisa memegang kunci mobilnya itu, ia tersenyum saat memasukkan uangnya kembali ke dalam dompetnya pasalnya para petugas dealer yang membawa mobilnya itu gak mau menerima tip.


"Membawa mobil ini kekampus pasti akan menarik perhatian banyak gadis, aku sepertinya harus mencari sebuah mobil lain untuk pergi ke kampus," ucap Arthur dalam hati, ia tak mau menjadi pusat perhatian dikampus karena mobil mewahnya itu. Kejadian tadi pagi saja sudah membuatnya menggelengkan kepalanya saat melihat ada mahasiswi yang terjatuh saat menguping ketika ia diruang administrasi, apalagi kalau mereka tau Arthur membawa mobil mewah. Pasti para gadis akan mengerubutinya sama seperti ia kuliah dulu dikampus yang ada di Kanada.


"Mereka pasti akan berpikir dua kali jika melihat mobilku jelek...mmm baiklah aku lebih baik membeli satu mobil lagi khusus untuk kuliah,"


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak