
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Arthur kembali ke apartemennya saat hari sudah malam, ia tadi mampir ke tempat Maxwell terlebih dahulu. Pasalnya tangan kanannya itu meminta dirinya untuk datang ke apartemennya setelah melihat ada beberapa orang yang mencoba melacak keberadaan Arthur dengan berkali-kali memasukkan nama Arthur Sebastian August di sebuah website pencarian yang ada di dunia hacker, situs itu biasa dipakai para hacker untuk mencari orang yang alamatnya tidak jelas.
Namun karena Maxwell sudah melindungi nama Arthur Sebastian August di situs itu alhasil ketika ada orang yang mencari nama Arthur Sebastian August akan langsung tertahan oleh program yang dibuat oleh Maxwell.
"Siapa yang mencariku berkali-kali disitus itu," ucap Arthur lirih bertanya-tanya dalam hati saat baru keluar dari lift.
Hatinya tak tenang sekali karena mendapatkan kabar itu, pasalnya tak ada satupun bayangan dalam otaknya saat ini akan orang yang mencoba melacak keberadaannya itu. Karena hari sudah malam Arthur akhirnya meninggalkan Maxwell dengan memberinya tugas baru untuk melacak balik orang yang sedang berusaha mencarinya itu, Arthur memilih pulang karena tak tega pada Zarina yang sudah membuatkan makan malam untuknya.
Saat membuka pintu apartemennya Arthur menyipitkan matanya ketika melihat Zarina tengah tertidur di meja makan dengan makanan yang masih tak tersentuh di piring, Arthur lalu masuk kedalam apartemennya dan menguncinya dari dalam dengan segera lalu berjalan tanpa suara menuju kemeja makan.
Melihat Zarina tertidur dimeja makan karena menunggunya pulang mengingatkan Arthur tentang ibunya yang juga pernah melakukan hal yang sama bertahun-tahun lalu, kebetulan waktu itu Arthur terbangun saat akan mengambil minum dan kaget saat melihat sang mommy tengah tertidur dimeja makan karena menunggu daddynya pulang.
"Kenapa semua yang kau lakukan mirip dengan mommy ku Zarina," ucap Arthur dalam hati sambil meraba wajah Zarina yang terlelap.
Zarina akhirnya terbangun saat merasakan tangan Arthur menyentuh wajahnya, perlahan matanya yang tertutup terbuka sedikit demi sedikit lalu menatap Arthur yang sudah berdiri disampingnya.
"Kau sudah pulang?" tanya Zarina pelan sambil menutup mulutnya yang menguap.
"Maaf aku telat," jawab Arthur pelan sambil meraba rambut Zarina dengan lembut.
"Sudah makan?" tanya Zarina kembali sambil menoleh ke arah jam yang sudah menunjukan pukul dua pagi.
Arthur menggelengkan kepalanya perlahan, ia memang belum makan malam karena ingin makan malam bersama Zarina.
"Ya sudah ayo makan, anda harus makan tuan...
"Call me Arthur," ucap Arthur pelan memotong perkataan Zarina sambil meletakkan satu jarinya di bibir Zarina.
"Bolehkah?" tanya Zarina bingung.
Arthur tersenyum lalu berlutut dihadapan Zarina sambil mencengkram tangan Zarina dan membawanya ke wajahnya perlahan.
"Aku yang memintanya Zarina, aku tak mau ada jarak antara tuan dan majikan disini," jawab Arthur pelan.
"Tapi aku kan pelayan di rumahmu tuan," ucap Zarina polos sambil menarik tangannya dari wajah Arthur dengan cepat.
"Apa kau lupa hubungan awal kita apa Zarina?" tanya balik Arthur lembut.
Zarina menggelengkan kepalanya perlahan tanda tak mengerti dengan maksud perkataan Arthur, ia benar-benar tak paham dengan maksud perkataan Arthur. Melihat sikap Zarina yang menggemaskan membuat Arthur tersenyum, ia lalu bangun dari lantai dan memerintahkan Zarina untuk bangun dari kursinya. Dengan patuh Zarina melakukan apa yang Arthur perintahkan, saat baru saja berdiri ia tiba-tiba saja Arthur menariknya kembali ke arah kursi dimana Arthur sudah duduk dan alhasil kini ia duduk di pangkuan Arthur.
"Heiii kenapa, apa yang kau..
"Ya sudah turunkan aku, aku bisa duduk sendiri," jawab Zarina tergagap, walaupun ia sudah biasa dipangku Arthur namun rasanya sangat berbeda saat dipangku semalam ini.
"Duduk, kita makan seperti ini. Menghemat tempat dan waktu, jadi kita bisa makan menggunakan satu piring saja," sahut Arthur pelan mencari alasan.
"Tapi aku bisa makan sendiri," gumam Zarina pelan.
"Open your mouth," titah Arthur dingin sambil menyuapkan ikan dori ke mulut Zarina.
Karena tak mau membuat Arthur marah Zarina akhirnya mengalah, ia membuka mulutnya dan makan dari suapan Arthur. Arthur lalu mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya sendiri dan secara teratur menyuapi Zarina, Arthur menurunkan Zarina setelah selesai makan. Saat Zarina akan merapikan piring ke dapur Arthur langsung menarik tangan Zarina dan mengajaknya ke kamar dengan tiba-tiba sehingga membuat Zarina terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
"Dasar berdiri saja tak sanggup," ejek Arthur pelan sambil menggendong Zarina.
"Kau yang menarikku," sahut Zarina membela diri.
"Banyak alasan, ayo tidur aku mengantuk," bisik Arthur lembut.
"Tidur berdua lagi?" tanya Zarina dengan wajah memerah.
"Menurutmu aku akan membiarkanmu tidur jauh dariku, jangan mimpi Zarina. kau tidur denganku diranjang," jawab Arthur datar mengintimidasi.
Zarina langsung terdiam mendengar perkataan Arthur, ia akhirnya hanya bisa pasrah saat dibawa Arthur kekamar. Dengan perlahan Zarina diturunkan oleh Arthur diatas ranjang empuknya.
"Tidurlah, aku mandi dulu," ucap Arthur pelan sambil membuka kaos nya di hadapan Zarina.
Deg
Untuk pertama kalinya jantung Zarina berdedup kencang ketika melihat Arthur membuka kaos dihadapannya.
"Ok, aku tidur dulu. Kau bisa mandi," sahut Zarina setengah berteriak sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan rapat.
Senyum Arthur mengembang saat melihat Zarina salah tingkah.
"Kelinci putihku mulai dewasa rupanya," ucap Arthur dalam hati.
🌺 to be continued 🌺
Jangan lupa klik jempol, komentar dan bantu vote ya Kakak-kakak.
Terima kasih.