
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor.
Setelah melancarkan aksinya Arthur kemudian pergi tidur dengan nyaman, ia sudah tidak sabar menunggu pagi. Arthur yakin di sekolah Zarina akan terjadi kehebohan besok pagi.
"Setidaknya pelajaran kecilku ini akan membuat kalian berhenti mengganggu Zarina sementara waktu," ucap Arthur pelan sambil menguap, rasa kantuknya sudah tak bisa ia bendung.
Tak lama kemudian Arthur pun tertidur diatas ranjang mahalnya, tidur dengan senyum yang merekah di bibirnya.
SMA Tokyo Gei Ongaku
Bel berbunyi dengan sangat keras memaksa para siswa di salah sekolah terbaik di Tokyo itu harus berlarian menuju ke aula indoor yang ada di sekolah, para siswa dan siswi berlarian menuju ke aula dimana kepala sekolah dan para guru sudah menunggu.
Para siswa yang berkumpul saling berbisik satu sama lain, mereka tau bahwa sudah terjadi hal buruk di sekolah sehingga memaksa mereka berkumpul sepagi ini padahal sudah lama mereka tidak dikumpulkan seperti ini kecuali saat-saat penting.
Zarina yang merupakan siswa kelas tiga langsung tertib berbaris bersama teman sekelasnya memberi contoh pada adik kelas yang belum berkumpul, biasanya anak kelas satu yang masih susah untuk diminta berkumpul. Minami Kato dengan tanpa rasa bersalah berjalan santai menuju barisannya bersama teman satu genk-nya, ia yang merupakan anak salah satu orang penting di yayasan sekolah memang membuat resah siswa lainnya karena sifat sok berkuasanya yang sudah melebihi batas.
"Anak-anak semua tolong dengarkan baik-baik penjelasan bapak, bapak tidak akan mengulangi kedua kalinya," ucap Nakashima Shouta sang kepala sekolah SMA Tokyo Gei Ongaku dengan lantang melalui pengeras suara.
Saat Nakashima Shouta mulai bicara tak ada satu pun siswa yang membuka mulutnya termasuk Minami dan teman-temannya yang sejak tadi masih berisik.
"Bapak mendapatkan laporan bahwa ada salah satu siswi dan teman-temannya sering membolos sewaktu jam pelajaran berlangsung, ia bahkan memalsukan umurnya untuk masuk ke sebuah Club dengan memakai kartu identitas milik seorang guru yang ia curi," ucap Nakashima Shouta dengan lantang.
Deg
Minami dan teman satu genk-nya langsung terdiam mendengar perkataan sang kepala sekolah, pasalnya yang sedang kepala sekolah bicarakan adalah mereka yang memang sering masuk ke club dengan menggunakan identitas palsu. Wajah Minami mendadak pucat, ia terlihat menunduk dalam begitupun teman-temannya yang arogan.
"Hal ini sangat mencoreng nama baik sekolah yang kita banggakan ini, oleh karena itu saya Nakashima Shouta selaku kepala sekolah SMA Tokyo Gei Ongaku memutuskan bahwa sepuluh siswi itu akan mendapatkan hukuman skorsing selama satu bulan tidak diperbolehkan sekolah dan selama menjalani masa skorsing mereka diwajibkan melakukan pelayanan publik di tempat-tempat yang sudah kami tetapkan," imbuh Nakashima Shouta dengan suara keras penuh penekanan.
"Saya harap hal ini tidak akan terjadi lagi di sekolah ini dan menjadi pelajaran bagi siswa dan siswi lainnya, karena kami tidak main-main dengan hukuman ini. Tak ada ampun untuk para pelanggar peraturan di sekolah, walaupun dia adalah anak dari orang penting sekalipun," Nakashima Shouta mengucapkan kalimat pamungkasnya sebelum mengakhiri pidatonya.
Minami Kato dan teman-temannya terlihat tak berbicara apapun, mereka tau kalau mereka lah yang sedang dibicarakan oleh sang kepala sekolah. Tak lama kemudian para siswa dan siswi pun diperbolehkan untuk meninggalkan aula untuk kembali ke kelas masing-masing, akan tetapi Minami dan kesembilan temannya ditahan oleh Kobayashi Inoue sang wakil kepala sekolah.
Zarina yang berjalan paling belakang sempat melihat kalau Minami dan teman-teman satu genk-nya ditahan, karena tak mau mencari masalah ia akhirnya mempercepat langkahnya meninggalkan aula menuju ruang kelas.
"Kalian lihat bukan, ternyata yang dimaksud kepala sekolah adalah si Kato arogan itu,"
"Benar, ternyata si menyebalkan itu biang keroknya,"
"Baguslah setidaknya kepala sekolah tau kelakuan si super star disekolah itu,"
"Orang seperti dia memang seharusnya mendapatkan tindakan keras, kalau tidak ia akan terus arogan,"
"Iya benar-benar,"
"Aku senang setidaknya selama satu bulan ini kita tak akan melihat tingkahnya yang sok berkuasa itu,"
"Biarkan saja itu pantas untuk para pembuat onar itu,"
Suara bisik-bisik yang mengomentari Minami Kato yang sedang ditahan di aula, walaupun namanya tidak disebutkan oleh kepala sekolah namun mereka tau bahwa yang dimaksud oleh kepala sekolah mereka tadi saat pidato adalah Minami Kato dan teman-temannya. Zarina yang malas berurusan dengan Minami memilih untuk tak berkomentar apa-apa, ia memilih meneruskan langkah kakinya menuju ruang kelas untuk belajar. Walau dalam hatinya ia merasa lega karena tak ada yang menganggunya lagi untuk sebulan kedepan.
"Setidaknya aku bisa belajar dengan tenang tanpa diganggu mereka," ucap Zarina dalam hati.
Akhirnya para siswa kembali ke kelas masing-masing karena pelajaran akan segera di mulai, begitu pula dengan kelas Zarina. Kelas yang biasanya ramai karena ulah Minami Kato dan teman-temannya mendadak sepi, tak ada lagi guru yang harus berteriak-teriak untuk menenangkan genk Minami.
"Baik anak-anak itu tugas kalian hari ini dikumpulkan besok pagi dan ingat pesan ibu tadi, jadikan pelajaran apa yang menimpa Minami dan jangan ikuti," ucap Suzuki Aoda wali kelas kelas XII IPA saat akan menutup kelas.
"Baik sensei, kami mengerti," sahut semua siswa termasuk Zarina dengan suara lantang.
Tiba-tiba terdengar suara sorak-sorai dari arah lapangan, teman-teman Zarina langsung berlarian ke jendela untuk melihat apa yang terjadi. Mereka pun langsung ikut bersorak bersama ketika melihat Minami dan kawan-kawannya berjalan ditengah lapangan sambil membawa tulisan permintaan maaf menuju ke pintu gerbang, mereka diperintahkan kepala sekolah untuk meminta maaf dengan cara seperti itu sebelum keluar dari sekolah.
Melihat apa yang menimpa Minami dan kawan-kawannya membuat Zarina terenyuh, ia merasa kasian pada Minami. Walau bagaimana ia tetaplah seorang murid perempuan sama seperti dirinya, yang bisa berbuat salah. Akan tetapi karena peraturan di sekolah memang ketat alhasil seperti yang terjadi saat ini, Minami di hukum oleh kepala sekolah sepertinya itu.
Tak lama kemudian bel tanda berakhirnya pelajaran pun berbunyi, para siswa pun keluar dari ruang kelas masing-masing termasuk Zarina. Karena ini adalah akhir pekan banyak dari para siswa yang kembali ke rumah masing-masing meninggalkan asrama, hari jumat adalah hari yang menyedihkan bagi Zarina karena itu artinya ia akan sendirian di dalam asramanya yang besar dan sepi.
"Its ok Zarina, kau sudah melewati hari-hari seperti ini selama hampir tiga tahun jadi kau tak perlu sedih," ucap Zarina pelan menyemangati dirinya sendiri saat sedang berganti pakaian, ia harus segera pergi ke apartemen Arthur untuk melakukan tugasnya sebagai pelayannya yang baru.
Setelah memastikan semua keperluannya siap Zarina kemudian mengunci pintu kamar asramanya, ia kemudian berjalan pelan menuju ke pintu keluar. Saat sedang melewati jalan setapak di samping sekolah menuju ke halte tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di sampingnya.
"Come in," ucap si empunya mobil yang tak lain adalah Arthur dengan lembut sambil membuka pintu mobilnya.
"Tuan...
"Let's hurry up," sahut Arthur memotong perkataan Zarina.
Tanpa diperintah dua kali Zarina langsung masuk ke dalam mobil Audi baru milik Arthur, tak lama kemudian mobil mahal itu meninggalkan area sekolah Tokyo Gei Ongaku menuju jalan raya.
Dari balik dinding nampak seseorang pria misterius tersenyum tipis sambil memegang kamera miliknya yang baru ia pakai untuk mengambil foto Zarina yang masuk ke dalam mobil Arthur.
"Turns out you're not as innocent as it looks Zarina," ucap pria misterius itu perlahan .
*ternyata kau tidak lugu seperti kelihatannya Zarina.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak