Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Girl who jumped



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.


Setelah selesai berbelanja dan makan di Matsuya Ginza Arthur berniat mengajak Zarina pergi ke pantai, namun saat sampai ditengah perjalanan ia baru menyadari bahwa Zarina sudah tertidur pulas. Karena tak tega membangunkan Zarina yang sudah pulas Arthur akhirnya mengurungkan niatnya, ia pun memutar mobilnya kembali ke apartemen karena hari sudah mulai senja.


Setelah berkendara selama hampir satu jam Arthur akhirnya sampai di apartemennya, ia lau memarkirkan mobil Audi A8 L security di tempat parkir khusus yang sudah ia sewa sebelumnya.


"Heii wake up, kita sudah sampai. Sampai kapan kau akan tidur kitty," bisik Arthur lembut sambil menyentuh pipi Zarina yang tertutup rambut panjangnya.


"mmmmm ..." gumam Zarina lirih.


Arthur terkekeh melihat Zarina yang hanya melihat saja, iya akhirnya memutuskan untuk menggendong Zarina naik ke apartemennya ala bridal style. Ia meninggalkan barang-barang belanjaannya di mobil karena yakin dengan keamanan apartemennya, selama Arthur bawa di dalam lift tak sekalipun Zarina bergerak. Ia terlihat sangat nyaman ada dalam pelukan Arthur seperti itu.


Karena badan Arthur yang atletis ia tak kesulitan sama sekali untuk menggendong Zarina, apalagi ditambah tubuh Zarina yang langsing semakin membuat Arthur tak merasakan apa-apa. Sesampainya dilantai 25 Arthur mempercepat langkah kakinya menuju kamar, ia tak mau ada orang yang melihatnya sedang membawa Zarina dalam posisi seperti itu. Untuk dirinya sendiri sebenarnya tak masalah, akan tetapi Arthur memikirkan nama baik Zarina. Ia tak mau ada orang yang berfikir tidak-tidak tentang Zarina, oleh karena itu tadi Arthur sengaja membuat rambut Zarina yang panjang ia arahkan ke wajah Zarina agar membuat orang kesulitan mengenali Zarina.


"Sebenarnya yang majikan itu siapa disini hemm...dasar kucing kecil tukang tidur... awas saja ya kau kalau sudah bangun," ucap Arthur pelan sambil mencubit pipi Zarina yang baru saja ia rebahkan di atas ranjang besarnya, Arthur kemudian meninggalkan Zarina dikamar. Ia harus kembali ke basement untuk mengambil barang-barang belanjaannya yang ia berikan untuk Zarina.


Saat sampai di basement Arthur menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara pertikaian yang berasal dari lorong lain tak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil, ia mendengar jelas suara dua orang wanita saling adu pendapat. Karena tak mau ikut campur Arthur akhirnya meneruskan niatnya, ia dengan tenang merapikan tas-tas belanjaannya dari dalam mobil.


"Dia milikku Minami, kau tak bisa merebutnya begitu saja!!!" teriak seorang wanita dengan histeris, Arthur yang sedang meraih ponsel baru yang akan ia berikan pada Zarina sampai terkaget.


"Milikmu apa?! Hyuga memilihku jadi kekasihnya jadi kau tak pantas menyebutnya milikmu," jawab seorang wanita lain yang disebut Minami dengan suara lantang penuh kemenangan.


"Hyuga kau sudah berjanji padaku, aku sudah memberikan semuanya padamu. Aku mencintaimu Hyuga...


"Jangan bodoh Yuka, kau tak pantas denganku. Minamilah yang pantas menemaniku, keluarganya dan keluargaku satu level. Berkacalah dulu Yuka sebelum kau berani bicara seperti itu, lagipula bukan aku pria yang merasakan selaput daramu pertama kali jadi kau jangan bicara tentang pengorbanan padaku. Lagipula kita impas karena sudah saling menguntungkan, kau jadi partner hidupku selama tiga bulan ini dan aku sudah membiayai semua kebutuhanmu selama tiga bulan ini juga. Jadi urusan diantara kita sudah selesai, jangan ganggu aku lagi Yuka. Kita sudah tak ada hubungan lagi," ucap seorang pria yang disebut Hyuga dengan arogan.


"Hyugaaaa.....!!!!!" pekik gadis yang bernama Yuka dengan histeris.


Pemuda yang bernama Hyuga pun tak menggubris panggilan gadis itu, ia tetep meneruskan langkahnya menuju ke lift bersama Minami. Arthur yang sedang merapikan tas belanjaannya bisa melihat jelas wajah pemuda yang bernama Hyuga, ia terlihat tertawa lebar sambil memeluk seorang gadis yang Arthur kenal.


"Minami, jadi Minami Kato yang dimaksud gadis itu," batin Arthur, ia menggelengkan kepalanya perlahan mengingat kembali perdebatan mereka bertiga.


Arthur kemudian mempercepat kegiatannya, ia tiba-tiba teringat dengan Zarina yang masih tidur dikamarnya. Saat Arthur akan berjalan menuju lift dengan tangan penuh dengan tas belanjaan ia sempat menoleh ke arah gadis yang bernama Yuka yang sedang menangis sambil berlutut, dihadapannya berhambur uang pecahan lima puluh dollar Amerika.


Karena tak tega Arthur kemudian mendekati gadis itu, namun saat baru melangkahkan kaki dua langkah Arthur terhenti saat melihat gadis yang sedang menangis sambil berlutut itu tertawa dengan keras. Ia tertawa sambil merobek-robek uang yang ada dihadapannya, Arthur merasa akan ada masalah jika ia berurusan dengan gadis itu. Akhirnya ia membatalkan niatnya, dengan cepat Arthur berbalik badan menuju ke lift meninggalkan gadis yang bernama Yuka yang masih tertawa dengan keras.


Tak lama kemudian Arthur sampai di lantai 25, ia langsung keluar dan berjalan menuju kamarnya dengan cepat. Saat masuk ke dalam kamarnya ia dikagetkan saat melihat Zarina sudah duduk di ranjang dengan posisi rambut panjangnya menutupi wajah, persis seperti pemeran hantu dalam film Sadako. Apalagi Zarina memakai jaket warna putih.


"Kau hampir membuatku kena serangan jantung Zarina," ucap Arthur kesal sambil meletakkan kantung belanjaannya dengan perlahan.


"T-tuaann apa yang kau lakukan padaku?" tanya Zarina terbata.


"Lakukan apa maksudmu?" tanya balik Arthur dengan bingung.


"Apa yang kau lakukan padaku tuan, kenapa aku bisa ada di ranjangmu dan hikss....hwaaaa...ibuu


Tangis Zarina pecah, Arthur yang tak mengerti apa yang terjadi nampak sangat shock melihat Zarina menangis.


"Aku tak melakukan apapun kenapa kau menangis?" tanya Arthur pelan.


"L-lalu kenapa aku bisa ada diranjangmu dan dan...


Cetak


Arthur menyentil kening Zarina dengan keras.


"Makanya jangan terlalu banyak nonton drama, memangnya kau pikir aku seperti orang dalam drama yang sering kau tonton itu. Membawa gadis pulang dan menidurinya begitu saja begitu, tenang nona aku tak bernafsu dengan perempuan yang sedang tidur," bisik Arthur pelan menggoda Zarina yang masih memegangi keningnya pasca di sentil Arthur.


Drrttt


Zarina tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ponsel Arthur bergetar, ia memberikan waktu pada Arthur untuk mengurus ponselnya.


"Arthur here...Whatttt!!!!...ok i know thanks Haneda," ucap Arthur dengan cepat, wajahnya terlihat panik.


"Apa yang terjadi?" tanya Zarina pelan.


"Ada yang bunuh diri di apartemen ini, dia melompat dari lantai 15 Zarina," jawab Arthur dengan cepat.


"Apa!!!!" pekik Zarina kaget sambil menutup mulutnya.


"Aku akan kebawah kau disini aku tak mau kalau kau...


"Aku ikut, aku tak mau disini sendiri," ucap Zarina dengan cepat.


"Kau yakin?" tanya Arthur pelan.


Zarina menganggukan kepalanya dengan mantap, ia lalu menyeka air matanya dan mengikat rambutnya dengan asal lalu menyusul Arthur yang sudah menunggunya di pintu. Saat menuruni lift Zarina terlihat gugup, ia sebenarnya tak mau tau dengan hal-hal seperti ini. Akan tetapi karena ia takut ada di apartemen Arthur sendiri akhirnya ia memberanikan dirinya turun kebawah untuk melihat korban yang dipastikan meninggal.


"Kau yakin mau melihatnya, kalau kau takut kau bisa naik...


"No aku bersamamu tuan," jawab Zarina dengan cepat sambil mencengkram lengan Arthur dengan kuat.


"Ok, kalau kau tak kuat kau bisa menutup matamu," bisik Arthur pelan.


"Huum," jawab Zarina singkat.


Lift pun berhenti di lobby, dengan cepat Arthur keluar bersama Zarina dengan penghuni lainnya. Mereka menuju ke arah samping gedung dimana ada jenasah seorang gadis yang sudah ditutup kain oleh para security, mereka menunggu datangnya para polisi.


Saat Arthur datang Haneda Ueno mendekatinya, ia lalu menceritakan secara detail awal mula peristiwa itu terjadi.


"Kejadiannya sangat cepat tuan, tadi ada seorang wanita berteriak dan saat kami menoleh ternyata gadis ini sudah melompat dan akhirnya terjatuh dan meninggal," bisik Haneda Ueno sang security pada Arthur.


"Apa kau tau siapa dia?" tanya Arthur penasaran.


"Sepertinya dia bukan penghuni tempat ini tuan," jawab Haneda pelan.


"Tuannn....


"Ya Zarina ada apa?"tanya Arthur pelan saat menyadari kalau Zarina sedang mencengkram tangannya dengan sangat kuat.


"Diaaa aku....


"Heiiii..." Arthur tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Zarina pingsan, tanpa menunggu lama Arthur kemudian menggendong Zarina dan keluar dari kerumunan. Ia sempat melirik ke arah jenasah wanita yang tertutup kain sekilas, Arthur sempat menyipitkan matanya saat melihat wajah gadis yang kepalanya pecah itu.


"Sepertinya dia...


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak