
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Di sebuah apartemen yang ada di pinggiran kota Tokyo nampak seorang gadis sedang membuka situs kampus Tokyo Tech, ia menatap foto Arthur tanpa berkedip sejak 20 menit yang lalu. Berkali-kali ia mencoba mencari nama Arthur Sebastian di semua platform sosial media namun tak ada satupun sosial media itu menampilkan foto Arthur.
"Ini 2020 mana ada orang yang tak punya akun media sosial, memangnya dia tak butuh bersosialisasi apa!!" ucap Michiko kesal sambil, ia lelah mencari nama Arthur di semua platform sosial media.
Hari ini Michiko tak sengaja datang ke kuil Meiji jingu Shrine untuk berjalan-jalan bersama anak buahnya dan secara tak sengaja melihat seorang pria mirip Arthur menggendong seorang gadis cantik di pundaknya, pada awalnya ia tak tertarik dengan adegan seperti itu. Karena hal seperti itu biasa dilakukan oleh sepasang kekasih namun saat melihat wajah sang pria yang mirip Arthur ia jadi tertarik, bahkan sampai mengejar mereka sampai area parkir.
"Sebenarnya siapa kau sebenarnya Arthur, kenapa sulit sekali untuk mencari tau tentang dirimu," ucap Michiko pelan, ia sangat penasaran sekali dengan Arthur.
"Kalau kau seorang pria kaya kenapa kau harus memakai mobil jelek ke kampus dan kalau misalkan kau pria normal untuk apa kau mengaku seorang gay, rasanya sangat aneh sekali. Tak ada satupun pria di dunia ini yang akan melakukan hal seperti itu jika ia tidak benar-benar memang memiliki kelainan, tapi kenapa kau harus melakukan ini Arthur. Apa kau benar-benar gay?"
"Kenapa kau harus mengaku gay disaat kau mempunyai seorang kekasih cantik seperti itu,"
"Siapa kau sebenarnya Arthur,"
"Identitasmu benar-benar sulit untuk diketahui tapi aku yakin kau bukanlah orang biasa,"
"Tapi aku yakin aku akan segera menaklukanmu Arthur, Victoria harus tau siapa aku sebenarnya. Dia bukanlah levelku, dia sangat tidak pantas bersaing denganku untuk mendapatkanmu Arthur,"
Michiko berbicara sendiri sambil terus menatap foto Arthur yang ada di biodata mahasiswa, walaupun Arthur menggunakan foto foto jelek di profil mahasiswa namun aura ketampanannya tetap tak hilang. Pada hari pertama nama Arthur muncul di data mahasiswa Tokyo Tech tahun ajaran baru, ia sudah menjadi bahan pembicaraan di forum sekolah. Banyak sekali senior yang ingin mencari tahu tentang dirinya namun karena tak ada informasi mereka akhirnya hanya bisa berasumsi sendiri sambil menunggu hari perkuliahan dimulai, namun pada saat mengetahui bahwa Arthur adalah seorang gay popularitasnya langsung menurun di forum sekolah padahal hari-hari sebelumnya hampir 90% percakapan yang ada di forum sekolah membahas tentang Arthur.
Termasuk Michiko yang langsung kecewa ketika mengetahui bahwa Arthur adalah seorang gay, padahal ia sudah berharap banyak pada Arthur. Sampai-sampai ia rela mengambil kelas yang sama dengan Arthur, walaupun ia sudah pernah mengambilnya di tahun ajaran sebelumnya. Ia melakukan pengulangan materi itu demi bisa satu kelas dengan Arthur dan mengambil hatinya, namun usahanya itu sia-sia saat mengetahui Arthur gay.
Setelah lelah mencari Arthur di di dunia maya dan tak mendapatkan hasil Michiko memutuskan untuk pergi ke bar yang ada di dekat apartemennya, di bar itu biasanya banyak sekali orang-orang yang bekerja sebagai detectif bayaran. Oleh karena itu ia ingin mencoba peruntungan mencari orang yang bisa ia bayar untuk mencari informasi tentang Arthur, sebagai anak seorang pengusaha yang cukup terkenal di Kansai uang bukanlah hal yang yang sulit untuk Michiko. Dengan menggunakan mobil mewahnya Michiko pergi ke bar seorang diri, ia tak mau mengajak anak buahnya pergi karena takut anak buahnya akan menyebarkan informasi di kampus kalau ia masih tertarik pada Arthur yang dicap sebagai seorang gay. Michiko tak mau harga dirinya jatuh karena dianggap tergila-gila pada seorang gay, walaupun hati kecilnya mengatakan bahwa Arthur bukanlah gay seperti kabar yang tersebar di kampus.
"Aku harus bisa membuktikan kepada semua orang bahwa Arthur bukanlah seorang gay, dengan aku bisa memberikan bukti itu secara otomatis akulah satu-satunya wanita yang akan bisa mendekati Arthur," ucap Michiko pelan sambil mematikan mobilnya karena ia sudah sampai ke bar tempat tujuannya.
Michiko lalu turun dari mobilnya yang sudah terparkir di depan baru Ia lalu masuk ke bar sambil menunjukkan kartu member eksklusif di bar tersebut, para penjaga pun langsung memberikan izin Michiko untuk masuk tanpa membayar pasalnya kartu member yang ditunjukkan Michiko saja sudah seharga lebih dari ¥ 50000.
"Ada yang bisa dibantu nona Michiko?" tanya seorang pria yang merupakan salah satu mucikari di bar.
"Aku mencari detektif swasta yang hebat, tak perduli bayarannya aku siap. Asal ia bisa bekerja uang tak masalah untukku," jawab Michiko sombong sambil menyalakan rokoknya.
"Baik nona, saya akan mencarikan untuk anda," sahut sang pria kemayu tersebut, ia lalu pergi meninggalkan Michiko seorang diri di ruangan VIP.
Karena Michiko adalah seorang member eksklusif alhasil banyak di antara petugas bayar ditempat itu yang sudah mengenalnya, termasuk para mucikari dan para pria pria hidung belang yang mencari wanita-wanita muda di tempat itu. Para pria hidung belang yang berseliweran di bar itu tak ada yang berani menggoda Michiko, pasalnya Michiko terkenal akan kekayaannya. Sebagai nona tunggal dari sebuah keluarga yang kaya raya membuat Michiko bebas melakukan apapun yang ia mau, termasuk menghilangkan nyawa seseorang. Alhasil tak ada satupun diantara mereka yang berani melawan seorang Michiko, walaupun Michiko datang seorang diri ke bar. Nama besar sang ayah di Kansai cukup terkenal di Tokyo apalagi ia memiliki seorang kakak lelaki yang bekerja di angkatan militer yang cukup disegani.
"Masuklah, tinggalkan kami berdua sendiri Sakura," ucap Michiko pelan memotong perkataan sang pria kemayu yang kembali datang bersama seorang pria yang disebut sebagai detektif.
"Baik nona," jawab Sakura sang pria mucikari melambai sambil menutup pintu ruangan Michiko.
Setelah Sakura menutup pintunya Michiko mempersilahkan pria yang ada dihadapannya duduk.
"Nama saya Taro nona, saya sudah menggeluti dunia seperti ini selama hampir 10 tahun," ucap detektif swasta yang bernama Taro memperkenalkan diri pada Michiko.
"Kau cukup tampan, untuk apa kau berkerja detektif swasta. Apalagi sampai mencari klien di bar seperti ini Taro?" tanya Michiko penasaran, ia terpesona pada ketampanan Taro sesaat.
"Hanya ini yang saya bisa lakukan, apalagi sangat sulit mencari pekerjaan tanpa ijasah sekarang ini," jawab Taro jujur.
"Ha ha ha, aku suka denganmu Taro. Baiklah kita langsung saja, aku perlu bukti bahwa kau adalah seorang detektif yang berkompeten sebelum aku berikan pekerjaan padamu.Tenang saja uang tak masalah untukku, aku akan membayarmu mahal asal kau bisa melakukan tugas yang kuberikan," ucap Michiko pelan, ia ingin memastikan bahwa pria yang ada dihadapannya benar-benar detektif yang hebat.
Mendengar perkataan Michiko membuat Taro tersenyum, ia lalu mengeluarkan tablet dan beberapa kamera digital miliknya ke atas meja. Ia lalu menunjukkannya pada Michiko hasil pekerjaan yang ia lakukan selama beberapa minggu terakhir ini, dimana ia diminta untuk mencari informasi mengenai seorang pria yang dicurigai berselingkuh oleh istrinya. Dalam waktu satu minggu ia akhirnya mendapatkan bukti nyata bahwa pria yang dicurigai berselingkuh itu benar-benar melakukan perselingkuhan, sehingga akhirnya sang istri yang membayarnya pun menceraikan pria tersebut.
Melihat hasil pekerjaan Taro membuat Michiko senang Ia lalu mengeluarkan foto Arthur yang berhasil ia cetak dari forum kampus.
"Cari info mengenai pria ini, sedetail mungkin. Ia tinggal dimana, bersama siapa dan apakah dia seorang gay atau bukan," ucap Michiko pelan.
"Anda ingin saya memastikan pria ini gay atau tidak?" tanya Taro bingung.
"Ya, pastikan dia pria normal atau Gay," jawab Michiko dengan cepat.
Taro melihat foto Arthur tanpa berkedip, dari foto saja ia sudah bisa mengetahui bahwa Arthur bukanlah seorang gay. Namun entah mengapa klien barunya ini memerintahkan dirinya untuk memastikan pria yang ada di dalam foto itu gay atau bukan.
"Beri aku waktu satu minggu nona, aku akan membawa identitas pria ini pada anda," ucap Taro penuh percaya diri.
"Good, sebagai uang muka terimalah yang ini," sahut Michiko pelan sambil memberikan sepuluh lembar uang pecahan 100 dollar pada Taro sambil tersenyum.
Taro langsung mengambil uang yang diberikan oleh Michiko, ia lalu meninggalkan Michiko untuk memulai pekerjaannya.
"Kau akan jatuh ditanganku Arthur, kau hanya pantas menjadi milikku. Milik Okada Michiko," ucap Michiko dalam hati sambil membayangkan wajah Arthur.
🌺 to be continued 🌺