
Hi kakak-kakak semua Thor kembali , semoga suka ya dengan Faith 2 dan mohon dukungannya.
Terima kasih
Tiga hari sudah berlalu sejak bik Rani pergi untuk selama-lamanya, sikap Arthur yang tadinya periang tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan introvert. Di kampus pun hampir semua teman-temannya merasa aneh dengan perubahan sikapnya yang sangat drastis itu, bahkan kekasihnya Cindy pun dibuat bingung dengan perubahan sikap Arthur yang dingin.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu mau bicara denganku lagi Arthur?" Tanya Cindy berulang-ulang.
"Apa salahku Arthur kenapa kau mendiamkanku seperti ini?" Tanya Cindy dengan suara serak karena dari tadi tak ada satu pun pertanyaannya yang dijawab oleh Arthur yang sedang sibuk mengerjakan tugas kampus di perpustakaan.
"Kau bukan anak kecil kan Cindy, lihatlah peraturan yang tertulis." Ucap Arthur dingin sambil menunjuk ke sebuah peraturan yang tertulis di dinding.
Cindy langsung menutup mulutnya rapat dengan mulutnya, kedua matanya terlihat berkaca-kaca karena sikap dingin Arthur. Setelah berbicara seperti itu Arthur kembali fokus dengan tugasnya dan mengacuhkan Cindy yang menangis disampingnya, sampai akhirnya ia berpindah tempat duduk karena merasa terganggu dengan suara isak tangis Cindy. Beberapa teman Arthur hanya bisa diam ketika melihat Cindy menangis, mereka tak ada yang berani menegur Arthur.
Perunahan sikap Arthur tak hanya dirasakan oleh teman-teman kampusnya saja, kedua adik kembarnya Ashley dan Allard bahkan sudah melaporkan pada sang ibu tentang sikap dingin kakaknya itu. Pada awalnya Sasa tak percaya dengan ucapan kedua anak kembarnya akan tetapi ketika ia melihat sendiri perubahan sikap Arthur akhirnya ia percaya kalau anak pertamanya yang periang sudah tak ada lagi, sosok Arthur kini berubah menjadi pendiam dan dingin. Melihat hal itu membuat Sasa khawatir, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan putra kesayangannya.
Tok
Tok
"Boleh ibu masuk?" Tanya Sasa pelan sesaat setelah mengetuk pintu kamar Arthur yang terbuka.
"Sure, come in mom." Jawab Arthur dengan cepat sambil bangun dari ranjangnya.
Sasa berjalan pelan menuju ranjang sang putra kesayangan setelah ia menutup pintu kamar, ia tak mau ada yang mendengar percakapannya dengan Arthur sekalipun itu sang suami atau kedua anaknya yang lain. Bagi Sasa privasi dalam setiap orang sangat penting walaupun itu anaknya sendiri, oleh karena itu ia tak mau ada yang menguping pembicaraannya dengan Arthur.
"Ibu boleh duduk di sini?" Tanya Sasa pelan.
"Mom please....dont do that." Ucap Arthur dengan suara meninggi sambil melipat kedua tangannya didada, ia tak suka dengan sikap Sasa.
"Sayang, kau sudah dewasa walau bagaimanapun kau punya privasi sendiri. Ibu tak mau melewati batas itu sayangku." Jawab Sasa sambil tersenyum.
Mendengar perkataan sang ibu Arthur langsung menubruk sang ibu dan memeluknya dengan erat, tubuhnya yang lebih besar dari sang ibu membuatnya terlihat seperti sedang memeluk kekasih. Sasa yang tersenyum dipeluk seperti itu oleh sang anak, pelukan Arthur terasa makin berbeda tahun demi tahun, Seperti baru kemarin ia memeluknya dengan erat di dadanya untuk memberikan ASI pertamanya akan tetapi kini sang anak sudah bisa merengkuhnya dengan kuat seperti pria dewasa yang memeluk kekasihnya.
"Hei masa anak lelaki yang sudah punya kekasih memeluk ibunya seperti ini, nanti kekasihmu bisa cemburu kalau melihatnya sayang." Ucap Sasa mencoba bergurau.
"Mom....you are my first love, my sunshine, my half of my soul , my everything jadi tak ada wanita manapun di dunia ini yang bisa menggantikanmu dihatiku mom." Jawab Arthur dengan cepat sambil melepaskan pelukannya pada sang ibu dan memegang pundak ibunya dengan erat.
"Sure..aku bahkan rela pergi ke planet 55 Canri-e untuk mengambil semua kandungan berliannya disana untukmu mom." Jawab Arthur dengan cepat penuh semangat, planet 55 Canri-e yang memiliki jarak 40 tahun cahaya dari bumi memiliki kandungan berlian padat sebanyak 75 %. Planet 55 Canri-e bahkan disebut sebagai planet harta karun karena kandungan berliannya yang sangat berlimpah.
"Tapi cintamu pada ibu lebih sedikit dari pada rasa cintamu ke bik Rani nak." Ucap Sasa tiba-tiba.
Arthur langsung terdiam mendengar perkataan sang ibu yang sama sekali tak ia duga itu, ia memang menyangi sang pengasuh akan tetapi rasa sayangnya ke sang pengasuh tak sebesar rasa sayangnya pada sang ibu yang kini ada dihadapannya.
"Mom jangan bandingkan dirimu dengan bik Rani, dirimu jauh lebih berharga dari apapun mom." Ucap Arthur dengan terbata-bata.
"Kalau benar kau lebih mencintai ibu kenapa kau seperti ini, kenapa setelah bik Rani meninggalkan kita kau berubah?" Tanya Sasa dengan lembut.
"Aku tak berubah mom aku masih sama ...
"Apa ibu harus pergi juga supaya ibu bisa tau seberapa besar cintamu pada ibu...
Bug
Sasa jatuh ke ranjang karena di tubruk oleh Arthur yang memeluknya dengan erat sehingga membuatnya tak bisa menyelesaikan perkataannya. Ia bisa mendengar isak tangis Arthur yang sedang memeluknya, bahkan gemetaran tubuh Arthur dapat Sasa rasakan. Ini adalah kali pertama ia melihat Arthur menangis seperti itu dipelukannya, ia membiarkan putra kesayangannya itu meluapkan semua keluh kesahnya dipelukannya.
"Menangislah nak, luapkan semua sedihmu dipelukan ibu sampai kau puas akan tetapi berjanjilah setelah menangis kau harus kembali menjadi Arthur kesayangku lagi." Ucap Sasa pelan sambil membalas pelukan Arthur.
"Arthur tak menangis mom..." Sahut Arthur terbata-bata.
"Dasar anak nakal, ibu menyangimu melebihi apapun nak. Jika kau terluka atau sakit orang pertama yang akan terluka adalah aku jadi jangan merasa kalau kau sendiri, kau memiliki ibu nak...
"Mom ..hiks hiks,...maafkan aku...huuuuu
To be continued
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.
Nb: Thor sudah usahakan update akan tetapi jika pihak MT belum meloloskan harap kakak-kakak sabar, karena jujur thor juga ingin segera terbit akan tetapi thor harus mengikuti peraturan dari MT jadi dimohon kerja samanya ya kakak-kakak.