Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Marahnya sang Macan



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih.


Setelah semua anak-anaknya keluar dari kamarnya Sasa kemudian mengeluarkan dengan kanannya ke arah Archie meminta suaminya itu untuk mendekat, Archie yang sejak tadi menahan rindunya sudah tidak bisa lagi membendung segala rasa yang bergejolak di dalam dirinya. Dengan cepat ia berjalan menuju Sasa dan memeluk sang istri dengan erat, seolah baru saja berpisah dalam waktu yang sangat lama padahal mereka baru tidak bertemu selama lima hari.


"Mas kira mas kehilanganmu sayang," bisik Archie pelan dengan suara parau sambil memeluk erat Sasa.


"Aku baik-baik saja mas" jawab Sasa lembut mencoba menenangkan sang suami sambil menepuk-nepuk punggung Archie.


"Melihat video saat kau kau terjatuh ke bebatuan itu setelah diserempet oleh penjambret kecil itu rasanya hatiku sangat sakit sayang, mas hampir tak bisa bernafas saat melihatmu seperti itu. Mas merasa tak berguna karena tak bisa menjagamu dengan baik...mas merasa gagal menjadi suami yang bisa diandalkan...mas merasa..."


"Sssstttt... sudah jangan bicara lagi, mas adalah suami paling hebat di dunia ini. Tak ada siapapun yang lebih sempurna dari mas aku sangat beruntung bisa menjadi istrimu mas," sahut Sasa dengan cepat memotong perkataan Archie.


Archie semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Sasa yang ia rindukan itu, ia berkali-kali mencium pundak sang istri yang terbalut dengan seragam rumah sakit. Kedua matanya yang berkaca-kaca tak mampu membendung lagi cairan bening didalam kedua matanya, perlahan cairan bening itu keluar membasahi wajah matang Archie yang sedang bertumpu pada pundak Sasa. Sasa yang sedang tersenyum akhirnya menyadari kalau suaminya sedang menangis, dengan cepat Sasa melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami dan mendorong suaminya untuk duduk dihadapannya dengan susah payah karena Archie tak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Sasa.


"Mas jangan begini," ucap Sasa pelan penuh sesal sambil menyeka airmata Archie menggunakan kedua tangannya.


"Mas takut sekali kehilanganmu sayang, mas tidak tahu apa yang akan mas lakukan di dunia ini jika tak ada kau di sisi mas," jawab Archie terbata sambil menunduk.


"Sasa ada disini mas, Sasa tidak kemana-mana. Bukankah kita sudah berjanji akan selalu bersama selamanya hemmm," jawab Sasa pelan sambil meraih tangan Archie dan menciumnya penuh bakti.


"Mas tak bisa hidup tanpamu, jadi tolong saat mas tak ada di sampingmu kau bisa menjaga dirimu dengan baik sayang. Inilah salah satu alasan kenapa mas masih belum mau membiarkanmu pergi sendirian menyusul anak nakal itu, mas tau dia belum bisa menjaga ibunya dengan baik," ucap Archie lirih.


Sasa tersenyum mendengar perkataan sang suami Ia lalu mengangkat wajah suaminya yang tertunduk menggunakan kedua tangannya dan menatapnya dalam sambil tersenyum.


"Saat kejadian itu terjadi Arthur sedang ada di kampus mas, lagi pula kemarin pagi aku sedang ingin pergi ke supermarket yang tidak jauh dari apartemen. Sampai akhirnya ada pengendara sepeda tak terduga melakukan itu, jadi ini tak ada hubungannya dengan Arthur. Mas tak tau bukan betapa takutnya Arthur saat aku dirawat di rumah sakit, hampir semalaman ia tak tidur dengan baik mas. Berkali-kali ia bangun dan mengecek kondisiku, mengecek demamku sudah turun atau belum anakmu itu sudah sangat dewasa dan bertanggung jawab. Jadi jangan salahkan dia, ini adalah musibah mas yang tidak kita duga," jawab Sasa pelan.


"Ini bukan sebuah musibah sayang, ini adalah sebuah tindakan kejahatan yang sudah diatur oleh salah satu teman Arthur," sahut Archie dengan cepat, amarahnya kembali naik saat mengingat siapa pelaku kejadian yang menyebabkan istrinya terluka seperti ini.


"Maksudnya apa mas aku tak mengerti?" tanya Sasa bingung.


Archie menarik nafas panjang, ia kemudian menceritakan secara detail kejadian sebenarnya dari orang yang ia perintahkan untuk menyelidiki kasus ini. Sasa menghela nafas panjang mendengar perkataan sang suami, ia tak menyangka akan ada orang seperti itu yang tega berbuat sejahat ini disaat usianya masih sangat muda.


"mas yakin kalau Gadis itu pelakunya tanya Sasa kembali sambil membelalakan kedua matanya tak percaya.


"Namanya Minami, anak seorang pengusaha sukses di salah satu kota di Jepang. Ia teman kuliah Arthur, mas rasa ia terobsesi pada Arthur seperti gadis-gadis lainnya yang ada di Quebec dulu. Namun rasanya gadis ini berbuat jauh lebih berani dari yang mas kira, gadis ini membayar orang untuk melukaimu


. Melukai perempuan yang ia kira sebagai kekasih Arthur, sebenarnya sampai saat ini mas masih belum mengerti bagaimana bisa ia mengira dirimu sebagai kekasih Arthur. Memangnya selama kau di Jepang apa yang sudah kau lakukan dengan Arthur sampai teman kuliahnya mengira kalau adalah kekasihnya?" tanya Archie bingung, pertanyaan ini selalu berputar-putar di kepalanya sejak ada di dalam mobil tadi menuju ke rumah sakit.


"Mmangnya apa mas, aku hanya pergi ke mall dengan Arthur satu kali dan pergi bersama temannya Arthur yang tadi mas sudah lihat sebelumnya yang Maxwell dan Zarina


. Itu saja aku tidak melakukan hal-hal aneh apapun kecuali..."


"Kecuali apa?" tanya Archie dengan cepat.


"Panggil Arthur masuk mas, dia bisa menjelaskan secara langsung," jawab Sasa sambil tersenyum.


Archie kemudian bangun dari ranjang perawatan Sasa dan berjalan menuju ke pintu keluar untuk memanggil anak pertamanya sesuai perintah sang istri, tak lama kemudian Arthur terlihat berjalan masuk mengikuti Archie dari belakang dengan langkah ragu-ragu.


"Sebenarnya apa yang membuat teman-teman kuliahmu mengira Mommy adalah kekasihmu Arthur?" tanya Archie to the point sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Karena Mommy cantik," jawab Arthur dengan cepat tanpa rasa bersalah.


"Deddy serius Arthur, jawab dengan benar. Jangan sampai membuat Daddy marah," hardik Archie ketus, dia tak suka mendengar perkataan Arthur yang terkesan bergurau.


"Kalau Daddy tak percaya lihat saja ini," jawab Arthur pelan sambil menyerahkan ponselnya yang berisi artikel tentang dirinya forum di kampus.


Tanpa bicara Archie meraih ponsel milik sang putra kebanggaannya itu, ia kemudian membaca artikel itu dengan serius bersama Saaa tanpa bicara apapun. Sasa yang sedang duduk di tempat tidur menutup mulutnya menahan tawa ketika membaca semua artikel yang ada di forum kampus putra kesayangannya itu, namun lain halnya dengan arti yang terlihat meradang.


"Sepertinya mereka benar-benar mencari masalah denganku," ucap Archie dingin sambil menggenggam erat ponsel milik Arthur, yang sedang menampilkan percakapan beberapa mahasiswa yang mengatakan Sasa sebagai tante-tante girang kesepian yang mencari seorang pemuda tampan di kampus.


๐ŸŒบ to be continued ๐ŸŒบ


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธKira-kira apa yang akan seorang Archie Durran lakukan untuk memberikan pelajaran pada gadis-gadis di kampus Arthur yang tukang gosip itu?


Terus baca Faith 2 dan jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak ๐Ÿ˜