Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Tangisan Shelomita



Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.


Quebec, Canada


setelah 3 hari Arthur pergi Shelomita baru tahu hari ini bahwa sang kakak yang ia cintai pergi kuliah di negara lain, Shelomita menggila di kamarnya. Hampir semua barang-barang pribadinya sudah hancur berserakan di lantai kamarnya yang super mewah, ia merasa sangat kesal dan marah kepada kedua orang tuanya yang tak memberitahukan perihal keberangkatan Arthur.


Tok


Tok


Tok


"Sayang buka pintu kamarmu nak," ucap Selena berkali-kali, ia sangat cemas saat mendengar suara berbagai benda kaca berjatuhan dikamar putri semata wayangnya.


"Pergi...aku tak mau bicara dengan mommy, mommy jahat!!!" teriak Shelomita sambil menangis.


"Sayang kita bisa bicara baik-baik nak, ayo keluar dulu nak," pinta Selena dengan suara parau, ia yang juga baru tau Arthur pergi nampak tak bisa menjaga rahasia itu dari putrinya. Saat sedang menikmati sarapan ia keceplosan dan mengatakan kalau Arthur sudah tak ada lagi di Quebec.


"Mommy jahat...kenapa mommy tak memberitahu ku dari kemarin, setidaknya jika aku tau kak Arthur pergi aku kan bisa mengantarnya mom....mommy jahat aku benci mommy," jerit Shelomita sambil menangis dengan keras diatas ranjang mewahnya yang sudah berantakan.


"Mommy juga tak tau nak...mommy baru tau tadi pagi juga sewaktu mommy menelfon tantemu...


Ceklek


Selena tak bisa menyelesaikan perkataannya saat kamar putri kesayangannya terbuka dari dalam.


"Sayangku...


"Mitha benci mommy, Mitha benci!!" pekik Shelomita dengan keras sambil menampik tangan sang ibu yang akan menyentuh wajahnya yang berurai air mata.


Tak lama kemudian Shelomita berlari menuju pintu keluar setelah menyambar kunci mobilnya, Shelomita langsung pergi meninggalkan rumah mewahnya menuju jalan raya sambil menangis. Tujuannya hanya satu saat ini, ingin mengetahui kemana Arthur pergi. Dengan kecepatan penuh Shelomita memacu mobilnya menuju ke kediaman mewah sang paman Archie Durran.


Selena yang panik melihat putrinya pergi langsung menghubungi suaminya, ia berbicara sambil menangis di telpon pada Rico. Rico yang sedang meeting bersama Archie dan Gustaf pun langsung panik saat mendengar perkataan sang istri.


"Ok tenang aku akan pulang sekarang, jangan menangis sayang," ucap Rico dengan suara meninggi saat menutup panggilan Selena.


"Cepat cari anak kita sayang, Mita anak kita satu-satunya...aku bisa gila jika terjadi sesuatu padanya," jawab Selena di ujung telepon sambil menangis.


"Jangan bicara macam-macam, dia akan baik-baik saja. Aku pulang sabar ya," sahut Rico tergagap.


Archie yang sedang fokus dengan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Rico dengan penasaran.


"Ada apa?" tanya Archie singkat.


"Anakku.. Mita anakku kabur tuan, ia marah saat mengetahui...


Kringg kringg


Suara ponsel Gustaf berdering dengan keras sehingga membuat Rico tak bisa menyelesaikan perkataannya, Gustaf pun langsung mengangkat telponnya dan raut kepanikan pun terlihat diwajahnya.


"Ada apa?" tanya Archie dengan cepat.


"How can....


"Ya Frans.." jawab Rico mengangkat teleponnya.


Archie yang bingung nampak menatap wajah kedua anak buah terbaiknya itu dengan tatapan bingung.


"Frank bilang Clarinda juga pergi dari rumah tuan...dia bilang Clarinda langsung pergi dari rumah dengan marah saat menerima telpon dari Shelomita putriku," ucap Rico pelan.


"Wait, jadi mereka bertiga pergi dari rumah saat tau kalau anakku pergi maksud kalian?" tanya Archie pelan berusaha tenang.


"Iya tuan....mereka pergi dari rumah dengan membawa mobil dan...


"Telpon istri kalian suruh datang ke rumahku, dan jangan lupa telpon Frans dan istrinya juga. Sekarang kalian berdua ikut aku pulang," ucap Archie dengan cepat sambil menyambar jas mahalnya yang terpasang di standing hanger yang ada dibelakang kursinya.


Rico dan Gustaf menganggukan kepalanya kompak, mereka lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh sang tuan. Sambil berjalan menuju lift Rico dan Gustaf nampak sibuk menelfon istri mereka masing-masing dan setelah itu menghubungi Frans dan istrinya seperti yang diperintahkan oleh Archie. Sesampainya di basement mereka langsung naik mobil masing-masing, begitu juga dengan Archie ia memilih mengendarai mobilnya sendiri untuk pulang. Dengan kecepatan penuh ketiga mobil mewah itu keluar dari kantor Durran Internasional menuju jalan raya, ketiga mobil itu beriringan menuju kediaman Archie.


Setelah berkendara selama hampir tiga puluh menit ketiga mobil itu akhirnya tiba di kediaman Archie, saat memasuki halaman Mereka terlihat memperlambat mobilnya karena melihat ada tiga mobil lainnya yang juga baru saja masuk dari pintu gerbang menuju ke rumah.


Rico dan Gustaf langsung berlari menuju ke mobil istri mereka masing-masing yang baru saja berhenti, mereka langsung memeluk istrinya masing-masing sementara itu dokter Frans yang datang bersama Carolina sudah keluar terlebih dahulu menatap ke arah arah Archie yang terlihat sangat tenang.


"Ayo masuk," ucap Archie pelan memimpin ketiga anak buah terbaiknya yang sedang memeluk istrinya masing-masing itu.


Tanpa bicara mereka berenam langsung mengikuti langkah sang tuan, saat masuk ke ruang tamu mereka dikagetkan ketika melihat pemandangan yang ada didepan mata. Dimana nampak Sasa tengah dipeluk oleh Shelomita, Clarinda dan Loretta yang sedang menangis.


"Mas..." ucap Sasa tanpa suara menyapa suaminya yang baru datang.


Archie yang paham maksud Sasa langsung menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu meneruskan langkahnya dan meminta ketiga anak buahnya untuk memisahkan anak mereka masing-masing dari Sasa yang nampak kewalahan di sofa karena dipeluk secara brutal oleh ketiga gadis remaja yang sedang menangis itu. Archie tak tega melihat Sasa dipeluk seperti itu oleh ketiga gadis remaja yang sudah ia anggap anak sendiri itu.


Rico, Gustaf dan dokter Frans langsung meraih putrinya masing-masing dan mengajak mereka ke arah sang sang ibu yang khawatir saat melihat mereka pergi begitu saja dari rumah.


"Sebenarnya kalian kenapa, kenapa harus kabur dari rumah seperti itu?" tanya Archie pelan pada ketiga gadis remaja yang saat ini sudah duduk dihadapannya sambil menunduk.


"Apa kalian tau, kedua orangtua kalian panik saat kalian kabur tadi. Jangan begitu sayang, kalian sudah dewasa. Sudah mulai kuliah, harusnya kalian bisa berfikir jernih baik dan buruknya anak-anakku," imbuh Archie kembali sambil berkacak pinggang.


"Aku benci pada mommy, mommy jahat tak mau jujur padaku," jawab Shelomita terisak.


"Benci kenapa?" tanya Archie dengan cepat.


"Benci karena mommy tak memberitahu kalau kak Arthur pergi keluar negeri, kenapa harus dirahasiakan...harusnya kan aku bisa mengantarkannya pergi paman." jawab Shelomita terisak.


"Ini adalah kemauan Arthur sayang, kemauan kakak kalian...


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak