Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Gairah yang tak padam



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Archie tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kaget ketiga putranya yang sangat shock ketika mendengar perkataannya yang sebelumnya, sementara itu Sasa yang tadi sedang fokus dengan sulaman ditangannya nampak bingung melihat Archie tertawa seperti itu.


"Mom apakah yang dikatakan daddy benar?"


"Mom ...aku tak mau mom."


"Please mom, kita sudah besar masa kita punya adik lagi mom."


"Mom...jawab mom."


"Mom jangan membuatku senewen mom."


Arthur dan kedua adiknya nampak mendekati Sasa dan bersimpuh di kaki Sasa dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, Sasa yang masih belum paham dengan apa yang terjadi nampak seperti orang bodoh saat ini.


"Ini lho ada apa...kok jadi begini?" Tanya Sasa pelan sambil meminta ketiga anaknya untuk bangun dari kakinya.


"Jawab dulu pertanyaan kami mom." Jawab Allard dengan cepat, ia yang lahir lima menit sesudah Ashley nampak sangat tak suka mendengar ibunya hamil lagi.


"Pertanyaan apa mommy tak mengerti sayang." Ucap Sasa pelan.


"Itu mom yang tadi daddy bilang." Sahut Arthur dengan cepat.


"Memangnya Daddy bicara apa?" Tanya Sasa bingung.


"Daddy bilang kita akan punya adik lagi." Sahut Arthur dan kedua adik kembarnya dengan bersamaan.


Sasa langsung terdiam seketika mendengar perkataan ketiga anaknya, sementara itu tawa Archie makin terdengar sangat keras melihat ekspresi ketiga putranya yang menggemaskan.


"Jadi daddy kalian bilang mommy sedang hamil begitu?" Tanya Sasa memperjelas perkataan ketiga anaknya.


"Yes." Jawab Ashley dengan cepat.


"Awww...awwww sakit sayang sakit." Jerit Archie kesakitan ketika kupingnya di jewer oleh Sasa.


"Makanya mas jadi orang itu jangan suka iseng, masa ngerjain anak sendiri sampai seperti itu.!!" Sahut Sasa dengan ketus.


"Habis dari tadi mereka bermain terus, mas gemas sayang melihat mereka he he he." Ucap Archie membela diri.


Sasa melipat tangannya di dada mendengar perkataan sang suami, sementara itu ketiga anaknya nampak sangat puas melihat sang ayah kena omel ibunya. Mereka bertiga sedang tertawa cekikikan di balik punggung Sasa berlindung dari sang ayah.


"Kalian itu sudah dewasa mau sampai kapan berlindung terus kepada ibu kalian." Ucap Archie pelan menyindir ketiga anak yang saat ini sedang meminta bantuan dari Sasa, ia kesal pada tiga anaknya yang nampak sedang menikmati pemandangan dimana ia sedang mendapat ocehan dari Sasa.


"Biarkan saja, habis daddy jahat." Sahut Allard pelan sambil menjulurkan lidahnya menggoda Archie.


"Kaburrr..!!!" Pekik Arthur, Ashley dan Allard bersaman ketika melihat sang ayah sudah benar-benar marah saat ini.


"Jangan pergi kalian anak nakal.!!" Teriak Archie dengan suara meninggi memanggil ketiga anaknya.


"Sudah mas sudah ikh...ayah sama anak kok berantem terus, mirip Tom and Jerry saja." Ucap Sasa pelan sambil menahan Archie yang akan mengejar ketiga anaknya.


"Mereka itu lho itu sayang, kau terlalu memanjakan mereka sayang. Mereka bertiga itu laki-laki dan laki-laki itu tak boleh cengeng oleh karena itu sejak dari sekarang mereka harus kita didik dengan baik." Sahut Archie dingin.


"Anak-anakku adalah anak yang baik, mas tenang saja. Mereka akan tumbuh menjadi pria hebat sepertimu jadi tak usah khawatir." Bisik Sasa pelan sambil mencium pipi Archie yang mulai muncul garis halus, rambut diatas telinganya pun nampak sudah banyak yang putih.


"Tentu saja mereka akan jadi pria hebat, siapa dulu yang melahirkan mereka." Jawab Archie menggoda Sasa sambil meraba perut Sasa.


Plak


"Mas jangan nakal ini diluar!!" Ucap Sasa kaget sambil memukul tangan Archie yang akan menyelinap ke dalam pakaiannya dan menuju ke bra yang sedang ia pakai.


"I Miss you sayang...sudah lama lho." Jawab Archie memelas.


"Mas ini akh, jaga bicaranya jangan seperti itu!! kalau terdengar ketiga anakmu bagaimana?" Tanya Sasa dengan nada meninggi, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.


"Biarkan saja, toh mereka pasti paham." Sahut Archie singkat sambil melingkarkan kembali kedua tangannya ke perut Sasa yang sedang berdiri dan membelakanginya.


Sasa menggelengkan kepalanya perlahan, gairah bercinta Archie masih sama kuatnya seperti dua puluh tahun lalu ketika Arthur masih kecil. Walaupun saat ini usia Archie sudah melewati usia setengah abad tapi gairahnya pada Sasa tak pernah hilang, sebenarnya apa yang ia katakan pada ketiga anaknya itu tadi adalah sebuah keinginan kecil darinya. Dimana sebenarnya ia masih menginginkan Sasa untuk hamil lagi karena Sasa masih mendapatkan menstruasi dengan lancar, akan tetapi menurut dokter di usia Sasa yang sudah tiga puluh sembilan tahun akan sangat beresiko apalagi Sasa pernah mengalami riwayat keguguran dan ia melahirkan ketiga anaknya dengan jalan operasi cecar. Atas dasar itulah dokter melarang Sasa untuk hamil lagi.


Saat Sasa sedang merapikan peralatan sulamannya yang ada disofa tiba-tiba Archie sudah menggendongnya ala bridal style, walaupun usia Archie sudah bertambah akan tetapi karena ia tetap menjaga pola hidup sehat dan olah raga yang cukup sangat mudah baginya untuk menggendong Sasa yang hanya memiliki berat empat puluh sembilan kilo itu.


"Mas turunkan aku akh...malu dilihat anak-anakmu." Pinta Sasa setengah berbisik.


"Mereka sedang ada di ruang bermain, jadi mereka tak akan tau sayang." Jawab Archie singkat.


"Malu mas dilihat pelayan akh...


"Malu kenapa memangnya, apakah kita bercinta diluar? tidak bukan!!" Ucap Archie ketus memotong perkataan Sasa.


"Mas Sasa bisa jalan sendiri akh, Sasa turun ya." Rayu Sasa kembali pada Archie.


"No, mas tau kau pasti akan kabur seperti waktu itu. Ayolah sayang mas sudah tidak tahan.....


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.