Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Satu Indonesia



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih.


Iring-iringan mobil yang membawa Archie dan keluarganya akhirnya sampai di apartemen Arthur, tuan Kenzo yang mengawal Archie pun akhirnya pamit pulang karena tugasnya hari ini sudah selesai. Archie sudah tidak membutuhkan jasanya lagi, ia hanya meminta beberapa orang bodyguard untuk berjaga di sekitar apartemen saja. Sedangkan tuan Kenzo sang pimpinan diperbolehkan kembali ke perusahaannya karena Archie tahu tuan Kenzo adalah orang yang sibuk.


"Terima kasih atas bantuan anda tuan Kenzo," ucap Archie pelan ketika mereka sudah sampai di dalam unit apartemen Arthur.


"Ini sudah menjadi tugas saya tuan jadi anda tidak perlu berkata seperti itu, saya justru senang bisa melayani anda tuan Archie Durran August," jawab tuan Kenzo sambil mengulurkan tangannya ke arah Archie.


"Sekali lagi terima kasih tuan Kenzo dan hati-hati dijalan," sahut Archie ramah sambil menyalami tuan Kenzo.


Tak lama kemudian tuan Kenzo akhirnya pergi meninggalkan apartemen Arthur, ia harus melanjutkan pekerjaannya yang lain. Setelah tuan Kenzo tak terlihat lagi Archie kemudian masuk ke dalam apartemen menyusul istri dan anak-anaknya yang sudah ada di dalam.


"Kenapa tidak istirahat dikamar sayang?" tanya Archie kaget saat melihat Sasa ternyata duduk disofa bersama Arthur dan kedua anak kembarnya saling berdekatan.


"Aku sudah sembuh mas, lagipula dari kemarin sudah terlalu banyak tidur. Aku tak akan sembuh kalau terlalu banyak istirahat," jawab Sasa dengan cepat.


"Tapi kau butuh istirahat, ingat apa pesan dokter kan," sahut Archie kembali.


"Maasss aku sudah sembuh," jawab Sasa kembali dengan suara yang meninggi.


Archie langsung diam mendengar perkataan sang istri, ia tau kalau istrinya itu sudah jauh lebih baik. Hanya saja ia masih khawatir dengan luka ditangan kirinya, Archie mau luka ditangan kiri Sasa cepat sembuh maka dari itu ia berusaha memaksa Sasa untuk istirahat dikamar.


Dipantry Zarina sedang sibuk membuat teh chamomile untuk keluarga Arthur, tadi di mobil Arthur sudah memberitahukan padanya bahwa sang ayah hanya minum teh chamomile. Oleh karena itu saat ini Zarina membuatnya seorang diri di dapur tanpa dibantu siapapun termasuk Arthur yang sedang duduk disamping ibunya, bermanja bersama kedua adik kembarnya. Sedangkan Maxwell nampak sedang mengobrol dengan Archie yang penasaran pada dirinya.


"Dari mana asalmu Max?" tanya Archie penasaran.


"Inggris tuan, Nottingham tepatnya,"jawab Maxwell dengan cepat berusaha tenang walau sebenarnya ia sangat gugup bicara dengan Archie.


"Oh dari Nottingham, aku ingin tau dimana kau mendapatkan kemampuan seperti ini?" tanya Archie kembali.


Maxwell sempat ragu ingin menjawab pertanyaan Archie namun saat ia mengingat perkataan Arthur bahwa ayahnya adalah orang yang tidak suka dibohongi, maka akhirnya ia menceritakan secara detail dari mana mendapat kemampuannya dalam dunia cyber seperti ini. Saat Maxwell bercerita Archie nampak mendengarkan dengan sangat sesama, ia nampak sangat penasaran dengan teman anaknya itu apalagi saat sang istri mengatakan bahwa ia adalah Rico bagi Arthur. Archie ingin memastikan bahwa Maxwell adalah orang yang tepat yang bisa diandalkan oleh putranya, seperti ia yang bisa mengandalkan Rico sampai sekarang.


Sebuah senyum tersungging di wajah Archie ketika mendengar semua penjelasan dari Maxwell, ia kini yakin bahwa Maxwell memang bisa diandalkan seperti memang bisa diandalkan seperti ia mengandalkan Rico. Tak lama kemudian Zarina datang dengan membawa nampan yang berisi teh chamomile, Archie yang mencium aroma teh yang dibawa Zarina tersenyum.


"Dari mana kau tahu aku hanya menyukai teh chamomile nak?" tanya Archie pelan pada Zarina yang baru saja meletakkan gelas berisi teh chamomile di hadapannya.


"Selama ini Arthur juga hanya minum teh ini tuan, oleh karena itu saya menebaknya bahwa Arthur pasti menyukai apa yang ada sukai juga," jawab Zarina sedikit berbohong mencoba mencairkan suasana.


Jantung Zarina berdetak sangat kencang ketika mendengar perkataan Archie yang memintanya untuk duduk, ia terlihat ragu-ragu karena masih takut namun sebuah anggukan kecil dari Sasa membuatnya akhirnya memberanikan diri untuk duduk di dihadapan Archie.


"Melihat wajah dan cara bicaramu sepertinya kau bukan orang Jepang asli, dari mana asalmu Zarina?" tanya Archie pelan membuka percakapan dengan Zarina.


"Ibuku adalah orang Indonesia sedangkan ayahku orang timur tengah namun mereka berpisah saat aku masih kecil, ibuku membawa aku ke Jepang dan tinggal berdua bersama-sama sampai akhirnya ibu meninggal beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan," jawab Zarina jujur.


"Indonesia...jadi ibumu orang Indonesia Zarina?" tanya Sasa dengan suara meninggi.


"Iya nyonya ibuku orang Indonesia namun aku tak tau dari mana tepatnya ibuku berasal, pasalnya selama ibu masih hidup dulu ia tak pernah menceritakan padaku dari mana asalnya dan siapa keluarganya," jawab Zarina lirih.


Pada awalnya Sasa ingin bertanya lagi pada Zarina, namun ia menghentikan niatnya itu saat Arthur menggenggam erat tangannya. Arthur seperti sedang menahannya untuk bertanya lagi pada Zarina yang terlihat sedih ketika membahas kedua orang tuanya.


Sasa kemudian melepaskan pelukan kedua anak kembarnya yang masih bergelayut di sebelah kanan dan kirinya, ia lalu bangun dari sofa dan mendekati tempat Zarina duduk. Tanpa diduga oleh semua orang termasuk Zarina sendiri Sasa langsung memberikannya pelukan hangat yang membuat Arthur tersenyum.


"Aku mengerti apa yang kau rasakan nak, dulu aku pun juga sempat hidup seorang diri saat kehilangan kedua orang tuaku ketika seusiamu. Namun aku merasa kau jauh lebih hebat dariku karena bisa bertahan dan hidup di negara asing sendirian tanpa siapapun, sedangkan waktu itu aku masih mempunyai teman-teman yang mendukungku di Jakarta," ucap Sasa pelan memberikan kata-kata semangat untuk Zarina.


"Terimakasih nyonya, anda baik sekali," jawab Zarina terisak, Zarina sengaja mengubah panggilan Sasa dari Tante menjadi nyonya. Ia tak mau membuat Archie marah kepadanya karena memanggil istrinya dengan sebutan tante, oleh karena itu ia memilih memanggil dengan sebutan nyonya untuk menghormati Archie yang ia panggil tuan.


Melihat apa yang dilakukan oleh sang istri pada Zarina membuat Archie terdiam, ia merasa sedikit bersalah karena sudah mengorek luka Zarina. Karena semua orang terdiam karena cerita Zarina dan terasa canggung, Arthur kemudian meraih ponselnya dan memesan pizza dengan suara yang keras. Ia sengaja melakukan itu untuk memecah keheningan di apartemennya, Maxwell yang sudah tau dengan tingkah Arthur hanya tersenyum dari tempat duduknya. Sementara itu si kembar yang sejak tadi diam nampak saling sikut satu sama lain, mereka nampak terpesona dengan kecantikan Zarina. Namun karena tau kalau Zarina adalah teman sang kakak mereka tak berani menggodanya mereka hanya membicarakan Zarina dari belakang.


"Ini seleraku All," bisik Ashley lirih.


"Jangan macam-macam Aj, gadis ini milikku," sahut Allard tak mau kalah.


"Kau ini kenapa selalu mengikuti apa yang aku suka," sengit Ashley jengkel.


"Aku yang pertama kali melihatnya dikamar Mommy tadi pagi Aj, jadi kau jangan macam-macam," jawab Allard dengan suara meninggi.


Arthur yang sedang berdiri tak jauh dari sofa tempat duduk kedua adik kembarnya nampak menghela nafas panjang ketika mendengar pembicaraan kedua adik kembarnya itu, ia lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lagi lalu mendekati sofa dan memeluk mereka berdua.


"Don't look for trouble with me, this girl is mine," bisik Arthur pelan setengah mengancam pada kedua adik kembarnya.


🌺 to be continued🌺


☘️☘️ Sasa berusaha membuat kesan baik pada Zarina dimata Archie, karena ingin membantu anak kesayangannya. Jadi jangan heran ketika Archie terlihat ramah pada Zarina, karena dari awal Sasa sudah mengatakan pada Archie bahwa Zarina adalah orang yang menemukannya pingsan pertama kali.


Terus baca Faith 2 dan jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.