Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Sumpah Kaoru



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Sepanjang Kaoru menceritakan tentang masa lalu ibu Zarina yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu Arthur sama sekali tak membuka mulutnya, ia hanya terdiam sambil menatap Kaoru tanpa berkedip. Kaoru pun merasa sedikit canggung ketika ditatap seperti itu oleh Arthur, padahal ia saat ini bukanlah seorang anak kecil dari klan Yamaguchi-gumi lagi. Dia adalah penerus klan Yakuza paling menyeramkan itu, tapi dihadapan Arthur ia merasa sedikit canggung.


"Karena itulah semenjak ibunya meninggal aku dan orang-orang ku melindungi Zarina dari jauh, karena tak mau membuat gadis itu trauma lagi kepada kami," ucap Kaoru pelan mengakhiri ceritanya.


"Lalu apakah Zarina tau kalau kalian lah penyebab meninggalnya sang ibu?" tanya Arthur dingin tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari Kaoru.


"Tentu tidak tidak, pihak rumah sakit waktu itu tak memberitahukan penyebab meninggalnya sang ibu. Mereka hanya mengatakan bahwa ibunya mengalami kecelakaan pada saat ia sedang bekerja," jawab Kaoru dengan cepat.


Sebuah senyuman mengejek tersungging di wajah artur ketika mendengar perkataan kaoru yang terakhir dia Lalu menatap para anak buah kalau lu yang berdiri di samping mereka.


"Pengecut kalian, lelaki sejati adalah lelaki yang mau bertanggung jawab dan berani mengambil resiko atas apa yang sudah ia perbuat. Kalau kalian memang benar-benar lelaki sejati yang mempunyai sedikit hati nurani seharusnya kalian berbicara jujur kepada Zarina, sebagai anak ia harusnya tahu penyebab meninggalnya sang ibu waktu itu," ucap Arthur datar.


"Memangnya kau fikir yang kulakukan ini untuk apa? selama bertahun-tahun aku menyamar menjadi orang bodoh untuk mendekatinya, untuk mencari tau orang-orang yang dekat dengan Zarina dan berusaha mencari celah untuk meminta maaf padanya. Tapi gadis itu membuat benteng yang sangat besar untuk para lelaki yang mendekatinya, namun aku merasa sedikit aneh ketika kau mulai mendekatinya. Waktu itu beberapa kali aku melihat kalian pergi meninggalkan apartemen menuju ke sebuah pusat perbelanjaan dan Zarina terlihat nyaman ada di sampingmu, sangat berbeda sifatnya ketika ia melihat kami para Yakuza," jawab Kaoru dengan suara meninggi mencoba untuk memberikan pembelaan.


"Karena dia tau aku bukan orang jahat, aku tulus padanya," sahut Arthur penuh percaya diri.


"Kalau kau memang menganggap Zarina adikmu dan ingin melindunginya, maka lindungi dia dari klan keluarga Hyuga yang ingin menjadikannya target selanjutnya," imbuh Arthur kembali.


"Aku tau tentang itu, Max sudah...


"Ya bicara tentang Maxwell rupanya kalian itu dekat ya, dasar penjilat. Bersamaku dia bilang tak mengenal orang-orang jepang tapi nyatanya dia justru akrab dengan Yakuza sepertimu," ucap Arthur dingin memotong perkataan Kaoru menyindir Maxwell yang sedang menikmati ramennya lagi di meja sebelah.


"Sebenarnya Maxwell dan aku tidak terlalu akrab, aku pernah mempekerjakannya untuk satu urusan penting dan susah lost kontak. Namun kemarin saat aku melihatmu membawa Zarina ke apartemen mahalmu itu aku tak sengaja melihat Maxwell bersamamu, jadi aku menghubunginya lagi," jawab Kaoru membela Maxwell.


"Apa yang kau lakukan...makananku belum habis Arthur?!" tanya Maxwell kaget, di mulutnya penuh dengan ramen.


"Kau tadi sudah makan tiga mangkuk besar ramen dan sekarang masih makan lagi. Sebenarnya perutmu terbuat dari karet atau karung beras?" tanya balik Arthur dengan cepat.


"Kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan apalagi makanan yang gratis," jawab Maxwell jujur.


"Dasar bodoh, ya sudah ayo pulang. Urusanku sudah selesai disini," ucap Arthur datar sambil menarik Maxwell agar keluar dari kedai.


"Makananku belum habis itu...ramenku.... Arthur setidaknya biarkan aku menghabiskan dulu, para petani sudah berusaha cukup keras membuat tepung ramen itu dan aku...aku masih lapar....


Arthur tak mendengarkan suara teriakan Maxwell yang meminta untuk dilepaskan agar bisa makan ramen kembali, sementara itu Kaoru hanya menatap tajam ke arah Arthur dan Maxwell yang pergi meninggalkan kedai ramen tanpa bicara.


"Apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya salah satu Yakuza anak buah Kaoru.


"Tetap lakukan seperti biasa, kita jaga Zarina dan awasi pergerakan Hyuga. Kita sudah tau siapa yang ingin mencelakai gadis itu, aku akan terus menjaganya sampai aku yakin kalau dia benar-benar aman," jawab Kaoru lirih, ia benar-benar menyesal karena dulu tak bisa berbuat apa-apa ketika Zarina menangis meraung-raung ketika ibunya meninggal dunia.


Masih jelas dalam ingatan Kaoru Bagaimana Zarina menangis sambil memanggil-manggil nama sang ibu ketika jenazah sang ibu mulai dimasukkan ke dalam tanah, hatinya benar-benar sakit saat itu seolah-olah yang sedang dimakamkan adalah ibunya sendiri. Maka dari itu ia bersumpah akan menggantikan Kartika Wulandari menjaga Zarina seumur hidupnya, sampai Zarina menemukan seseorang yang bisa melindungi dirinya.


"Aku akan membantumu menjaga Zarina dengan caraku Arthur, orang yang mencoba menyakiti Zarina juga musuhku. Kau tenang saja urusan klan keluarga Hyuga akan menjadi tanggung jawabku, kau jaga saja Zarina dengan baik," ucap Kaoru dalam hati, ia benar-benar sudah menganggap Zarina sebagai adiknya sendiri sejak kematian Kartika Wulandari beberapa tahun yang lalu.


🌺 to be continued 🌺


JANGAN LUPA VOTE DAN RATTING BINTANG LIMA, TERIMA KASIH