Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Akhir keluarga Hyuga



Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Arthur duduk di pinggir ranjangnya melihat Zarina yang sudah tertidur pulas diatas ranjangnya pasca kelelahan setelah merapikan barang-barangnya yang ia ambil dari sekolah, selama empat hari kedepan sampai hari minggu ia akan tinggal di apartemen Arthur. Maxwell pun sudah kembali ke apartemennya meninggalkan Arthur bersama Zarina.


"Aku baru bisa hidup tenang saat kau aman Zarina," ucap Arthur lirih sambil menyelimuti Zarina.


Drrttt


Drrttt


Ponsel milik Arthur bergetar dengan keras diatas nakas, dengan cepat Arthur meraih ponselnya yang berteriak meminta diangkat.


"Nomor tanpa nama, siapa yang menghubungiku," ucap Arthur lirih, pasalnya hanya Maxwell dan Zarina saja yang tau nomor ponselnya itu.


"Hallo...


"Ini aku Arthur," jawab seorang pria yang suaranya dapat dikenali dengan baik oleh Arthur.


"Kaoru," ucap Arthur lirih.


"Keluarlah aku ada di rooftop apartemenmu saat ini," pinta Kaoru tanpa sungkan.


Yanpa bicara Arthur langsung menutup teleponnya dan meraih jaketnya, ia lalu mendekati Zarina dan mencium kening Zarina dengan perlahan. Arthur pergi menuju rooftop dengan menggunakan lift tanpa rasa curiga sedikitpun, dengan penuh percaya diri ia mendatangi calon pemimpin organisasi Yakuza terbesar itu seorang diri.


Saat sampai di rooftop Arthur tersenyum ketika melihat Kaoru sedang berdiri seorang diri tanpa pengawal ataupun anggota Yakuza lainnya ia sedang menatap ke arah langit sambil menikmati rokoknya.


"Kalau bukan urusan penting lebih baik jangan terlalu lama," sapa Arthur pelan saat sudah berdiri disamping Kaoru.


"Aku yakin kau pasti sudah tau siapa orang yang membunuh para preman yang menahan teman-teman Zarina tadi siang," sahut Kaoru langsung ke inti.


"Dari awal aku sudah bisa menebak kalau mereka adalah orang-orangmu," jawab Arthur dengan cepat.


Kaoru tersenyum mendengar perkataan Arthur, ia sedikit kagum dengan cara berfikir cepat Arthur. Tak lama kemudian ia lalu membuang rokoknya ke lantai dan menginjaknya untuk mematikan rokok yang masih tinggal setengah itu.


"Lalu kau ada perlu apa denganku?" tanya Arthur tanpa basa basi


"Aku mengawasi mereka hampir setiap hari Arthur, jadi aku tahu rencana yang mereka akan lakukan. Aku memintamu datang kemari karena ingin meminta bantuan untuk menjebloskan Hyuga ke penjara, karena hanya itulah satu-satunya cara agar clan milik keluarganya oleng dan membuat Hyuga tak menargetkan Zarina lagi," jawab Kaoru pelan.


"Menjebloskan ke penjara?" tanya Arthur kembali.


Kaoru memberikan sebuah kertas yang baru saja ia ambil dari balik kemejanya kepada Arthur.


"Itu adalah laporan yang sudah aku siapkan untuk menuntut Hyuga dan organisasinya, dengan cara itu kita bisa menahan pergerakan Hyuga untuk mengincar Zarina," ucap Kaoru lirih.


"Ini...


"Pemicu? apa maksudmu?" tanya Arthur bingung, ia tak mengerti dengan arah pembicaraan Kaoru.


"Aku tahu kau memiliki file penting milik Hyuga yang kau retas dari komputernya, dengan menggunakan file itu kita bisa membuat Hyuga mendekam di penjara. Karena hukum di Jepang sangat menindak tegas orang yang menjual gadis dibawah umur, oleh karena itu saat file yang kau miliki bocor ke masyarakat dengan mudah aku akan mengeluarkan bukti lainnya yang aku miliki ini. Sehingga Hyuga dan organisasinya tak bisa berkutik lagi, dengan kata lain kita bisa langsung menjebloskan Hyuga ke penjara dalam waktu yang sangat lama," jawab Kaoru sambil tersenyum.


"Kau yakin ini akan berhasil?" tanya Arthur tidak yakin.


"Sangat yakin," jawab Kaoru penuh percaya diri.


"Lalu bagaimana caranya kita mempublikasikan file yang aku miliki itu, aku tak mau menggunakan email atau account milikku saat menyebarkannya," ucap Arthur pelan.


Kaoru yang sudah tau kalau Arthur akan memberikan pertanyaan seperti itu langsung memberi tahu rencana yang sudah ia susun dengan rapi bersama orang-orangnya, ia sudah menyusun rencana ini selama hampir berbulan-bulan. Ia bahkan sangat yakin kalau rencananya ini pasti berhasil, hukum di Jepang sangat tegas untuk para mucikari yang menjual anak gadis dibawah umur. Oleh karena itu Kaoru yakin Hyuga dan organisasinya tak akan berkutik kali ini.


"Baiklah aku percaya padamu, yang paling penting adalah keamanan Zarina," ucap Arthur lirih.


"Dengan masuknya Hyuga ke penjara maka aku bisa hidup tenang, setidaknya hutangku pada mendiang ibunya sudah lunas," sahut Kaoru datar, sampai saat ini ia masih sangat menyesali kejadian malam terbunuhnya ibu Zarina lima tahun yang lalu.


Arthur yang setuju dengan rencana itu lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil file milik Hyuga yang ia simpan dengan aman di apartemennya, tak begitu lama kemudian Arthur terlihat sudah kembali ke rooftop dengan membawa sebuah flashdisk yang berisi kejahatan Hyuga selama beberapa tahun terakhir ini bersama organisasinya.


"Terima kasih kerja samanya Arthur, aku berhutang banyak padamu," ucap Kaoru pelan berpamitan pada Arthur.


"Semoga dengan ini Zarina bisa hidup dengan tenang," jawab Arthur penuh harap.


"Pasti, dia akan aman setelah ini. Dan mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita Arthur, karena setelah Hyuga dan organisasinya hancur aku akan pergi meninggalkan Jepang untuk waktu yang lama demi organisasiku. Oleh karena itu aku juga sekalian ingin berpamitan denganmu, aku senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu Arthur ," sahut Kaoru sambil mengulurkan tangannya pada Arthur.


Arthur lalu menyambut tangan Kaoru yang terulur kepadanya, ia lalu tersenyum saat melihat Kaoru pergi.


"Semoga setelah ini kau bisa hidup tenang Zarina," ucap Arthur lirih sambil menatap langit.


Karena hari mulai senja Arthur kemudian meninggalkan rooftop menuju apartemennya, ia tinggal menunggu laporan selanjutnya dari Kaoru.


Pada malam hari berita tentang sepak terjang Hyuga selama ini di sekolah tersebar dengan luas ke seluruh penjuru Jepang, video serta pengakuan para korban Hyuga yang ada dalam file milik juga tersebar di hampir seluruh jejaring sosial yang ada di negara itu dan membuat kehebohan yang cukup mengundang perhatian para pejabat pemerintahan. Apalagi ditambah dengan terbongkarnya juga usaha keluarga Hyuga yang bergerak di bidang perdagangan wanita, para polisi akhirnya bertindak dengan cepat.


Pada malam itu juga juga mereka mengepung kediaman keluarga Hyuga dan organisasinya, mereka juga menutup hotel milik keluarga Hyuga di sebuah pulau Watakano. Hampir semua anggota organisasi keluarga Hyuga ikut ditangkap oleh kepolisian, mereka bahkan sampai dihadirkan saat konferensi pers. Banyak organisasi masyarakat yang menuntut agar Hyuga dihukum mati namun karena usianya masih di bawah umur ia akhirnya hanya bisa dituntut dengan hukuman penjara selama 20 tahun dengan denda yang cukup besar sehingga kekayaan keluarganya langsung habis tak tersisa.


"Hutangku sudah lunas padamu Kartika, tugasku menjaga anakmu selesai sampai sini. Kau bisa istirahat dengan tenang saat ini, anakmu saat ini ada ditangan pria yang baik jadi kau tak usah khawatir," ucap Kaoru pelan sambil meletakkan bunga dimakan Kartika Wulandari dengan tersenyum lebar, ia puas akhirnya keluarga Hyuga hancur.


Dalam satu malam organisasi milik keluarga Hyuga habis tak tersisa, karena tujuannya sudah tercapai Kaoru akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Jepang.


"Sampai jumpa lagi Zarina, aku pergi. Kalau Arthur menyakitimu aku yang akan menghukumnya, sampai jumpa lagi adikku," ucap Kaoru pelan saat sudah ada didalam pesawat jet pribadi milik keluarganya yang akan membawanya ke Rusia.


🌺 to be continued 🌺