Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Perjuangan hidup Zarina



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor.


Seorang gadis remaja terlihat berlari-lari menuju ke sebuah asrama khusus pelajar putri disebuah sekolah menengah atas milik pemerintah Jepang, biasanya yang sekolah disana adalah anak-anak dari keluarga kaya namun tak jarang juga ada beberapa siswa yang berasal dari keluarga sederhana yang mempunyai prestasi yang mengesankan. Kebanyakan anak dari keluarga kaya tak ada yang tinggal di asrama, mereka memilih tinggal di apartemen yang letaknya tak jauh dari sekolah. Walau sebenarnya pihak sekolah melarang akan tetapi karena mereka anak dari orang terpandang alhasil sekolah tak bisa berbuat apa-apa selain mengijinkan para siswanya tinggal di apartemen.


Akan tetapi ada satu siswi yang bersyukur akan kosongnya keadaan asrama, karena baginya berati tak ada lagi para pengganggu di asrama.


"Ayo masuk Ina chan, gerbang akan ditutup dua menit lagi," panggil seorang penjaga gerbang pada seorang gadis yang berlari-lari menuju asrama.


"Tunggu....jangan tutup paman," teriak Zarina dengan keras sambil terus berlari.


"Ayo lebih cepat," jawab sang penjaga gerbang dengan suara lebih keras sambil melambaikan tangannya.


Mendengar teriakan sang penjaga gerbang yang sudah sangat akrab dengannya membuat Zarina makin menambah kecepatan larinya dan akhirnya ia berhasil sampai masuk kedalam asrama tepat satu menit sebelum gerbang ditutup.


"Baru pulang?" tanya Takeru Kobayashi pada Zarina yang baru masih terengah-engah itu.


"Iya paman, hari ini pekerjaanku cukup banyak," jawab Zarina terbata-bata.


"Minum ini dulu," ucap Takeru Kobayashi pelan sambil memberikan satu botol minuman mineral pada Zarina.


Tanpa sungkan Zarina meraih botol Ir mineral pemberian sang penjaga gerbang asrama sekolahnya, dengan cepat Zarina menghabiskan air itu tanpa sisa.


"Hahhh.... paman lega, terima kasih paman atas bantuannya," ucap Zarina pelan sambil membungkukkan tubuhnya ke arah Takeru Kobayashi.


"Hei..heiii...jangan begitu, ya sudah sana naik ke asrama. Hari sudah semakin malam, kau harus istirahat. Besok sudah mulai masuk sekolah lagi," sahut Takeru Kobayashi pelan sambil meminta Zarina bangun.


Zarina langsung bersikap sempurna lagi dan tersenyum tulus pada tuan Takeru Kobayashi yang sudah mengabdi di sekolahnya selama lebih dari dua puluh tahun sebagai penjaga malam, ia adalah satu-satunya orang yang tulus dan baik kepada dirinya. Karena tuan Takeru Kobayashi pula dirinya masih bisa sekolah sampai saat ini, pasalnya tanpa wali ia tak bisa melanjutkan sekolah lagi. Sejak ibunya meninggal dua tahun lalu nasibnya di Jepang terombang-ambing tak jelas, pasalnya ibunya hanyalah seorang buruh cuci di apartemen mewah yang kini ia gantikan disela-sela waktu pulang sekolahnya.


Anzelma Zarina adalah seorang gadis yang memiliki dua paspor, karena usianya masih 16 tahun ia belum bisa memilih menjadi warga negara asal sang ayah atau warga negara asal sang ibu. Apalagi ia kini tinggal sebatangkara di Jepang alhasil Ia hanya bisa bersabar sampai menunggu dirinya lulus sekolah beberapa bulan lagi, dan pemerintah Jepang mengizinkannya untuk tetap meneruskan sekolahnya mengingat semasa hidup sang ibu adalah warga yang taat dan mau membayar pajak.


"Sabar Zarina, sebentar lagi kau bisa mengklaim uang tabungan ibumu di bank. Setelah itu kau bisa melanjutkan hidupmu dan bisa memperoleh status kewarganegaraan mu yang sah," ucap Zarina dalam hati.


Zarina terlahir dari seorang wanita berdarah Indonesia-Arab dan ayah berdarah Palestina Inggris, tak heran wajahnya terlihat sangat cantik. Ia memiliki rambut hitam panjang yang tebal seperti mendiang ibunya dan kulit yang putih mirip orang barat, perpaduan gen yang banyak sehingga membuat Zarina terlihat cantik melebihi cantiknya anak percampuran negara manapun.


Akan tetapi nasibnya tidak secantik fisik yang ia miliki, ia harus hidup sebatang kara karena ibunya meninggal disaat usianya masih 14 tahun. Dimana ia masih sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian dan perlindungan dari ibunya di negara orang, sedangkan ayahnya menurut sang ibu sudah menikah lagi dengan wanita pilihan keluarganya yang belum pernah Zarina temui selama ia hidup sampai saat ini. Sebenarnya Zarina tidak bisa masuk ke sekolahnya yang sekarang, akan tetapi karena kebaikan sang kepala sekolah yang merupakan majikan mendiang sang ibu ia akhirnya bisa sekolah dengan catatan Zarina harus mempunyai nilai diatas rata-rata murid lainnya.


Byurrr


"Ahhhhh.....


Baju yang dipakai Zarina basah kuyup karena di siram oleh Minami Kato dan teman satu genk-nya disekolah yang sangat terkenal dengan kecantikan dan kepopularitasannya, mereka sangat tidak suka pada Zarina karena Minami selaku disandingkan dengan Zarina sang penerima beasiswa tidak mampu.


Melihat Zarina basah kuyup Minami Kato dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak, mereka sangat puas membuat Zarina basah kuyup seperti saat ini.


"Wah tukang laundry lupa mencuci pakaiannya sendiri ha ha ha,"


"Apakah ada hujan lokal, kenapa si miskin ini basah kuyup?"


"Aduh mana bau pula eeuuuww..."


"Disgusting, get lost!!!"


"Sudah teman-teman, kasian si angsa ini. Lihatlah ia sudah menggigil, nanti kalau dia sakit kita bisa disalahkan kepala sekolah. Ya sudah ayo kita pergi ha ha ha," ucap Minami Kato sang pemimpin Genk mengejek Zarina yang sedang terduduk dilantai sambil menunduk.


Mendengar perkataan sang pimpinan, keenam gadis lainnya yang tadi membully Zarina pun akhirnya meninggalkan Zarina Mereka mengikuti langkah Minami Kato menuju ke asrama milik Minami Kato yang paling mewah, sementara itu Zarina masih terduduk tak berdaya di lantai dengan pakaian basah kuyup dan bau paska disiram dengan air bekas mengepel lantai oleh anak buah Minami Kato.


"Jangan menangis Zarina, jangan...air matamu terlalu berharga untuk mereka...jangan menangis Zarina...jangan hiksss hiksss.....


Zarina akhirnya menangis tersedu-sedu di lorong gelap yang menghubungkan dapur dengan kamar mandi, ia tertunduk menatap lantai di bawahnya meratapi nasib yang menimpa dirinya. Selama tiga tahun bersekolah di sekolah mahal ini ia selalu menjadi bahan bully-an Minami Kato dan anggota geng nya, karena dianggap menjadi saingan terberat Minami Kato dalam pemilihan siswi paling cantik dan populer di sekolah. Sebenarnya Minami Kato juga cantik karena ia mempunyai darah campuran Amerika Jepang, akan tetapi karena gen di tubuh Zarina lebih banyak maka tak heran kalau Zarina jauh lebih cantik dari Minami.


Dan untuk kepopularitasan nya sebenarnya Zarina tidak ada apa-apanya dengan Minami, ia hanya terkenal karena ia menjadi juara 1 setiap tahun secara berturut-turut sedangkan Minami terkenal karena kekayaannya, dua hal yang sangat bertolak belakang akan tetapi tetap saja membuat seorang Minami Kato merasa marah karena mempunyai saingan yang berat.


"Ingat tujuanmu apa Zarina, kau tak boleh cengeng. Kau harus kuat dan buktikan pada mereka semua kau bisa maju Zarina, anggap saja semua ini adalah ujian naik kelas mu seperti yang dulu sering dikatakan mommy...hikss...aku kuat. Anzelma Zarina bukanlah gadis lemah...." pekik Zarina keras dalam bahasa Indonesia.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.