Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Cyberworld



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Sebuah mobil mewah berhenti di sebuah gang di dekat sekolah SMA Tokyo Gei Ongaku, sedangkan di dalam mobil dua orang anak manusia terdiam membisu.


"Kenapa harus kembali ke asrama secepat ini Zarina?" tanya Arthur ketus.


"Ya karena memang sudah waktunya tuan," jawab Zarina polos.


"Tak bisakah kau tinggal di apartemenku saja?" tanya Arthur kembali.


"Bagaimana mungkin!!tuan ini ada-ada saja," jawab Zarina terkekeh.


Arthur terdiam mendengar perkataan Zarina, entah kenapa saat akan berpisah dengan Zarina ia tiba-tiba emosi. Rasanya belum siap untuknya berjauhan lagi dari Zarina padahal sudah dua hari ia bersama Zarina di apartemen, tapi rasanya masih kurang.


"Ya sudah aku masuk ya, sebentar lagi gerbang ditutup tuan...


Arthur bangun dari kursinya dan mendorong kursi Zarina sehingga otomatis Zarina langsung berbaring karena kunci pada kursinya di longgarkan oleh Arthur, dengan cepat Arthur memberikan ciuman lembutnya di bibir Zarina entah yang keberapa hari ini.


"Ingat kau milikku Zarina, jangan macam-macam di sekolah," ucap Arthur dingin, saat bicara seperti itu hidungnya menyentuh hidung Zarina yang ada dibawah tubuhnya.


"A--aku tau," jawab Zarina singkat, ia langsung memalingkan wajahnya karena malu langsung berhadapan sedekat itu dengan Arthur yang ada diatasnya.


"Kapan kau akan ke apartemenku lagi?"tanya Arthur pelan sambil mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Zarina yang terlentang di kursinya karena perbuatannya.


Begitu Arthur bangun dengan cepat Zarina duduk kembali dalam posisi tegak, ia lalu merapikan rambutnya yang berantakan sambil sesekali melirik ke arah Arthur yang terlihat frustasi saat sedang menyandarkan wajahnya diatas tangannya yang ada diatas setir.


"Kapan kau akan kembali ke apartemenku Zarina?" tanya Arthur kembali dengan suara parau.


"Akh belum pergi ke sekolah tapi anda sudah menanyakan kapan aku kembali, rasanya aneh sekali," jawab Zarina terkekeh.


"Tapi aku...


Arthur tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat banyak orang berbaju hitam masuk ke dalam sekolah Zarina, ia lalu menggerakkan tangannya dan meminta Zarina untuk berbaring lagi di kursi dengan cepat.


"Ada apa?" tanya Zarina lirih.


"Something bad happen in your school," jawab Arthur singkat.


"Maksudnya apa aku....


"Sstttt...diam!!"ucap Arthur ketus meminta Zarina untuk diam, ia ingin memastikan pria-pria yang ada dihadapannya tidak seperti dalam bayangannya.


Zarina langsung terdiam saat melihat Arthur tiba-tiba terlihat sangat serius, pandangan matanya lurus tajam mengarah ke sebuah mobil jenis Van berwarna hitam yang berhenti di gerbang sekolah dimana ada delapan orang pria berpakaian serba hitam turun dengan cepat. Setelah lima belas menit terlihat tiga orang pria nampak membawa kardus yang berisi barang-barang milik seorang siswi masuk ke dalam mobil Van yang masih berhenti itu, ketika ketiga pria yang membawa kardus masuk kelima orang lainnya langsung mengikuti masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian mobil itu langsung meninggalkan sekolah SMA Tokyo Gei Ongaku menuju jalan raya, setelah mobil Van pergi para siswa dan siswi terlihat berhamburan keluar. Arthur memicingkan matanya ketika melihat beberapa siswi nampak menyeka air matanya, berjuta pertanyaan langsung datang dalam otak jenius Arthur.


"Zarina dengar, apapun yang kau dengar disekolah nanti anggaplah kau seperti kau tak mendengar. Jangan cari tau apapun yang tak ada hubungannya denganmu, dan jangan melakukan hal yang membahayakan dirimu. Bersikaplah seperti biasa seolah kau tak tau apa-apa," ucap Arthur pelan sambil menatap tajam ke arah mata Zarina.


"Apa yang terjadi?" tanya Zarina dengan suara bergetar, ia merasa ada hal buruk yang terjadi disekolah.


"Tadi itu siapa?" tanya Zarina kembali.


"Bukan siapa-siapa, ya sudah sana cepat turun dan bersikap biasa saja. Ingat pesanku tadi, aku akan menjagamu dari jauh Zarina," jawab Arthur lembut.


"Huum, aku turun ya. Anda hati-hati dijalan, sampai jumpa besok," ucap Zarina pelan.


Arthur menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu mencium punggung tangan Zarina dengan lembut. Ada rasa aneh bergejolak dalam dirinya saat akan berpisah dengan Zarina, sebuah perasaan aneh yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Padahal Zarina tidaklah lebih menarik dari kekasih-kekasihnya yang dulu, kekasih Arthur dulu banyak yang lebih cantik dan seksi dari Zarina. Tapi hanya dengan Zarina lah ia merasakan perasaan seperti ini, Arthur menatap Zarina berjalan menuju sekolahnya dengan perlahan. Ia tak membawa satupun barang pemberian Arthur, entah itu ponsel ataupun baju. Zarina mengatakan jika ia membawa semua barang itu maka akan sangat mengundang perhatian orang padanya, Arthur pun akhirnya mengalah dan tak memaksa Zarina membawa barang-barang yang sudah ia belikan itu.


Setelah memastikan Zarina masuk kedalam sekolahnya Arthur lalu memacu mobil mahalnya ke suatu tempat, dimana ia sudah membuat janji dengan seseorang yang baru ia kenal tadi pagi saat sedang berselancar di dunia codding. Arthur tadi berusaha menghancurkan sistem di salah satu perusahaan milik keluarga Hyuga namun ia tiba-tiba di cekal oleh sebuah akun yang membuatnya tak melanjutkan perbuatannya, ia lalu membuat janji untuk bertemu dengan orang itu di sebuah bar yang ada di pusat kota Tokyo.


Arthur memarkirkan mobilnya di sebuah area parkir VIP, ia lalu masuk ke dalam bar setelah menunjukkan kartu membernya yang berwarna platinum yang menunjukkan bahwa ia adalah member VIP di bar itu. Arthur melangkah masuk ke sebuah ruangan VIP yang dipesan atas nama dirinya, saat melangkah masuk kedalam ruangan yang kosong dan gelap itu ia terdiam beberapa saat namun tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging di wajahnya.


"Who are you?" tanya Arthur pelan sambil tersenyum.


*Siapa kau?


"It turns out you're not only smart in the cyber world, you're also very alert apparently," jawab seseorang dengan suara serak


*Ternyata anda tidak hanya pintar di dunia cyber, anda juga sangat waspada.


"I ask for the last time, who are you ?" tanya Arthur kembali sambil meraih sebuah pistol kecil dalam jaketnya.


*Aku tanya untuk yang terakhir kalinya, siapa kau?


"Maxwell Iceman," jawab orang misterius itu lagi dengan suara yang terdengar lebih keras karena rupanya orang itu berdiri dibelakang Arthur sambil menodongkan sebuah pistol ke leher belakang Arthur.


Menyadari ia diserang secara mendadak, Arthur lalu mengeluarkan kemampuan karatenya yang ia pelajari bertahun-tahun dimana guru pertamanya adalah ibunya sendiri Sasa. Dengan gerakan cepat dan memutar Arthur membalikkan keadaan, pistol pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Maxwell Iceman sudah berpindah ke tangan Arthur.


"Kau siapanya Max Ray Butler?" tanya Arthur dengan cepat.


"He is my teacher," jawab Maxwell singkat sambil tersenyum, baru kali ini Maxwell langsung tersenyum ketika bertemu orang. Biasanya ia akan bersikap dingin dengan siapapun, akan tetapi kali ini ia tersenyum karena Arthur langsung menyebut nama hacker paling berharga di dunia Max Ray Butler yang merupakan gurunya.


"it's an honor to meet one of the students from the most dangerous man in the cyber world," ucap Arthur pelan sambil mengembalikan pistol milik Maxwell.


*Merupakan suatu kehormatan untukku bisa bertemu dengan salah satu murid dari pria paling berbahaya di dunia cyber itu.


"Me too....


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak