
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima untuk mendukung Thor
SMA Tokyo Gei Ongaku
Zarina turun dari mobil Arthur saat keadaan sekitar asrama sepi, ini adalah hari terakhirnya libur pasca kejadian penyekapan olehnya ada preman itu terjadi. Zarina memutuskan pulang ke asrama disore hari walaupun sebenarnya Arthur tak menyetujui keputusan Zarina untuk pulang lebih cepat, karena menurutnya Zarina masih bisa tidur satu malam lagi di apartemennya. Namun karena Zarina terus memaksa ingin pulang akhirnya Arthur tak bisa menahan lebih lama lagi, walau bagaimanapun ia tak bisa menahan Zarina untuk tetap tinggal di apartemennya sampai esok hari.
"Terima kasih tuan, hati-hati dijalan," ucap Zarina pelan pada Arthur sesaat setelah ia turun dari mobil Audi A8 milik Arthur.
"Ok, kau sudah bisa masuk sekarang. Sampai jumpa lagi Zarina," sahut Arthur dengan cepat sambil menginjak gas mobilnya meninggalkan Zarina di samping gerbang seorang diri.
Zarina hanya menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan Arthur, ia tau kalau Arthur masih marah padanya pasca kejadian di kuil Meiji jingu Shrine saat ia melihat ke arah sepasang kekasih yang mengumbar kemesraan didepan umum. Sore itu saya Arthur menggendongnya paksa pergi dari kuil Meiji jingu Shrine Arthur mengajak Zarina pergi ke mall, ia membeli kacamata hitam untuk Zarina yang Arthur perintahkan untuk Zarina pakai tiap pergi keluar bersama dirinya.
Sesampainya di apartemen pun Arthur tak banyak bicara, ia terlihat sangat marah pada Zarina walau ia diam saja tak banyak bicara dan membiarkan Zarina bicara sendiri karena tak ada satupun perkataan Zarina yang ia jawab. Kemarahan Arthur masih berlanjut di keesokan harinya saat ia pergi kuliah, Arthur berangkat kuliah tanpa berpamitan pada Zarina yang sedang sibuk di dapur karena mencuci alat-alat masak. Karena itulah Zaeina sore harinya minta diantar pulang oleh artur ia tak mau tetap ada di samping Arthur ketika Arthur sedang marah.
"Sebenarnya kau kenapa tuan," ucap Zarina dalam hati sambil menatap mobil Arthur yang sudah menghilang dibalik jalan.
"Ya sudah lah mungkin dia tak ingin diganggu, lebih baik aku tak banyak bicara," gumam Zarina lirih, ia lalu melangkah masuk kedalam asramanya saat melihat siswi lainnya mulai berdatangan.
Rupanya tak hanya Zarina yang memilih kembali ke asrama lebih cepat, beberapa siswi lainnya pun melakukan hal yang sama. Libur empat hari dirumah membuat mereka bosan dan memilih kembali lebih awal ke asrama, supaya besok pagi bisa bangun pagi untuk mengikuti kelas pagi.
Keesokan paginya para murid SMA Tokyo Gei Ongaku sedang digemparkan dengan berita mengenai penangkapan Hyuga dan keluarganya, misteri dibalik kematian Yuka pun akhirnya terungkap. Dimana terbongkar fakta bahwa Yuka adalah salah satu korban Hyuga yang dijual kepada para pria hidung belang, video Yuka yang sedang disiksa oleh seorang pembelinya pun beredar luas sehingga membuat para orang tua murid resah. Mereka pun berdatangan ke ke sekolah untuk memastikan putri mereka tak menjadi korban dari Hyuga seperti yang dialami oleh Yuka, walaupun penangkapan Hyuga sudah terjadi empat hari yang lalu namun semua bukti-bukti tentang sepak terjangnya selama ini baru beredar tadi malam alhasil kegemaran di sekolah pun baru terjadi pagi ini.
Minami Kato yang disinyalir dekat dengan Hyuga nampak sangat cocok ketika melihat semua bukti kejahatan Hyuga iya memang tahu kalau keluarga Hyuga mempunyai bisnis kotor di salah satu pulau Watakano, namun ia tak menyangka kalau Hyuga bertindak sebagai salah satu pencari korban selanjutnya untuk dijual kepada para pria hidung belang.
"Untung saja aku tidak dak mau diajak Hyuga ke pulau itu beberapa hari yang lalu," tangis Minami dengan keras dihadapan para guru dan polisi memberikan kesaksian.
"Apa nona tahu kalau keluarga Hyuga memiliki bisnis seperti itu?" tanya seorang polisi wanita kepada Minami.
"Aku tak tahu kalau keluarga htyuga ternyata memiliki bisnis seperti itu, yang aku tau mereka memang mempunyai usaha rumah bordil tapi aku tak tahu kalau ternyata mereka memperjualbelikan gadis dibawah umur yang tidak berdaya," jawab Minami sambil terisak.
"Lalu apa kau tahu kalau temanmu yang bernama Yuka itu menjadi salah satu korbannya?" tanya polisi wanita itu kembali.
"Tidak aku tidak tahu kalau Yuka sudah berbuat sejauh itu, aku benar-benar tidak tau tentang hal itu. Yang aku tau dia adalah mantan kekasih Hyuga, aku benar-benar tak tau kalau misalkan Yuka ternyata sudah dijual oleh Hyuga Aku tidak tahu bu hu hu hu hu hu hu...
Minami menangis histeris saat menjawab pertanyaan sang polisi wanita yang terakhir, ia bahkan sampai tak bisa menguasai dirinya sehingga membuat beberapa guru meminta untuk sang polisi menyudahi sesi tanya jawab kepada Minami karena takut Minami akan shock.
Sementara itu di taman kampus Arthur nampak menatap tablet miliknya bersama Maxwell yang sengaja datang memberikan laporan pada Arthur.
"Kau yakin bukti-bukti ini di beberkan oleh Kaoru?" tanya Arthur gak percaya.
"Iya aku yakin, sepertinya Kaoru tak main-main. Ia benar-benar ingin membuat Hyuga mendekam lama dipenjara," jawab Maxwell dengan cepat.
"Sepertinya begitu," ucap Arthur lirih, ia terus menatap berita tentang persidangan Hyuga yang berlangsung saat ini gimana Hyuga saat ini dituntut hukuman penjara selama 50 tahun oleh jaksa penuntut umum akibat bukti-bukti baru yang bermunculan dan memberatkannya.
Saat sedang serius menatap tablet yang ada di hadapan mereka, tiba-tiba Maxwell menyadari ada kilatan cahaya aneh yang sejak tadi mengarah ke tempatnya berada bersama Arthur.
"Ada apa?" tanya Arthur pelan pada Maxwell.
"Sepertinya ada paparazzi yang sedang bekerja," jawab Maxwell lirih sambil tersenyum.
"Paparazi apa...
"Jangan, jangan berbalik. Kau pura-pura saja tak tau, biarkan dia bekerja," ucap Maxwell dengan suara meninggi menahan Arthur yang akan menoleh ke arah paparazi berada.
"Apa dia berbahaya?" tanya Arthur penasaran.
"Sepertinya itu detektif murahan yang dibayar salah satu penggemar mu ha ha," jawab Maxwell penuh keyakinan.
Arthur mengangkat satu alisnya ke atas saat mendengar perkataan Maxwell, ia merasa bingung dengan perkataan tangan kanannya itu.
"Lihat ini..."ucap Maxwell pelan sambil menunjukkan ponselnya pada Arthur, dimana ia sudah berhasil mendapatkan foto Taro dengan jelas karena berhasil membajak kamera CCTV kampus yang ada didekat Taro.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Maxwell pelan.
"Biarkan saja, biarkan dia bekerja. Aku ingin tau siapa yang membayarnya," karena Arthur sambil tersenyum.
🌺 to be continued 🌺