Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Pengakuan mengejutkan



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Arthur tersenyum mendengar perkataan Victoria yang sudah menempel padanya itu, entah kenapa sejak pertama bertemu dengan Victoria di supermarket beberapa hari yang lalu ia merasa tak nyaman berada didekat gadis itu. Padahal selama beberapa hari ini saat ia bersama Zarina di apartemen Arthur merasa nyaman dan tak ada masalah.


"Jangan menyentuhku seperti ini Victoria tak enak jika dilihat oleh mahasiswa yang lain," ucap Arthur pelan sambil melepaskan tangan Victoria yang sedang mencengkram erat lengannya.


"Tapi aku...


"Aku ke kelas dulu ya, sampai jumpa," sahut Arthur pelan memotong perkataan Victoria, setelah berkata seperti itu Arthur pun meninggalkan Victoria yang masih berdiri disebelah mobil civic jadul miliknya.


Victoria mengepalkan tangannya menahan kesal karena ditolak oleh Arthur, ini adalah pertama kalinya ia ditolak oleh seorang lelaki. Pasalnya selama ini para mahasiswa tampan dikampus tak ada yang bisa menolaknya, namun Arthur yang baru ia kenal sudah berani menolaknya. Harga dirinya merasa di coreng oleh Arthur yang langsung menolaknya seperti tadi.


"Sudah kubilang Victoria, tak selamanya kau bisa mendapatkan yang kau mau. Dia milikku Victoria," ucap Michiko pelan sambil mengibaskan rambutnya dihadapan Victoria.


Michiko adalah musuh bebuyutan Victoria sejak mereka masuk ke Tokyo Tech tahun lalu, perebutan gadis cantik nomor satu selalu berakhir dengan seri atas nama mereka berdua. Setelah berkata seperti itu Michiko dan pengikutnya meninggalkan Victoria sambil tertawa lebar, Victoria menatap tajam ke arah Michiko yang pergi bersama teman-temannya.


"Arthur milikku Michiko, akulah yang pertama berkenalan dengannya jadi jangan berharap kau bisa merebutnya dariku," ucap Victoria penuh emosi, kedua mata Victoria masih menatap ke arah Arthur yang berjalan menuju kelasnya.


Saat sampai dikelasnya banyak mahasiswi yang terpana dengan Arthur, mereka bahkan terang-terangan menunjukkan kalau sedang melihat ke arah Arthur. Bahkan mahasiswi dari kelas lain juga melihat Arthur melalui jendela dan semua itu membuat para mahasiswa lainnya kesal, mereka kesal karena para gadis hanya melihat ke arah satu orang pemuda yang membawa mobil jelek ke kampus.


Akhirnya pelajaran pun dimulai, Arthur memperhatikan dengan jelas penjelasan semua dosennya. Karena ia mengambil kelas internasional jadi para dosen yang mengajarnya adalah dosen yang sudah mahir berbahasa Inggris, jadi tak menyulitkan bagi mereka yang tak bisa bicara bahasa Jepang seperti Arthur. Selama jam istirahat Arthur memilih untuk tetap didalam kelas, ia mengulang lagi pelajaran dari sang dosen untuk lebih memahami pelajaran yang diberikan. Namun para mahasiswi diruang kelasnya sibuk menawarinya makanan dan minuman, saling mencari kesempatan untuk mendekati Arthur.


"Berapa nomor ponselmu Arthur?"


"Apakah kau tinggal sendiri Arthur, kalau iya bolehkah aku berkunjung?"


"Apa makanan kesukaanmu Arthur?"


"Apakah kita bisa pulang bersama?"


"Aku bisa membantumu mencari pekerjaan, supaya kau bisa membeli mobil yang lebih bagus lagi Arthur,"


"Jadi kau yang bernama Arthur ya, mmmm pantas sekali banyak gadis yang tergila-gila padamu. Ternyata kau sangat tampan dan juga menggoda, berapa nomor ponselmu Arthur?" tanya ibu Yoshie pelan pada Arthur.


"Untuk apa nomor ponsel saya bu?" tanya Arthur pura-pura bodoh.


"Tentu saja untuk data mahasiswa, ibu senang menyimpan nomor mahasiswa ibu. Jadi kalau ada tugas ibu bisa langsung koreksi tugas mereka," jawab ibu Yoshie dengan nada yang dibuat-buat menggoda Arthur yang duduk di paling belakang.


Arthur terdiam beberapa saat, memikirkan cara untuk menolak permintaan dosen yang ada dihadapannya itu. Di ponselnya saat ini hanya ada dua nama yang tersimpan yaitu Maxwell yang baru ia temui tadi malam dan Zarina, sedangkan nomor keluarganya ia simpan di ponsel satunya yang ia tinggal di apartemen.


Saat sedang memikirkan cara untuk menolak tiba-tiba Arthur mendapatkan sebuah ide cemerlang yang akan menyelamatkannya dari dosen wanita berdada besar yang ada dihadapannya ini.


"Sebelum saya memberikan nomor ponsel saya apa saya boleh bertanya bu?" tanya Arthur pelan.


"Tentu saja, silahkan kau ingin bertanya apa?" tanya balik ibu Yoshie pelan.


"Di kampus ini ada berapa club yang bisa diikuti mahasiswanya ya bu?" tanya Arthur sambil tersenyum.


"Ada banyak Arthur, sepak bola, basket ,karate, golf, lukis dan menyanyi juga ada," jawab seorang mahasiswa berkaca mata tebal menjawab pertanyaan Arthur secara tiba-tiba.


"Bagaimana dengan club gay?" tanya Arthur dengan suara pelan.


"Apa maksudmu Arthur bertanya seperti itu...


"Because i' m a gay," ucap Arthur singkat memotong perkataan ibu Yoshie


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak