Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Sambutan hangat Archie



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih.


Karena demam Sasa sudah turun dan infeksi di tangan kirinya sudah jauh lebih baik akhirnya ia diperbolehkan dokter untuk pulang, Archie yang sejak tadi berdiri di samping Sasa tak melepaskan tangannya dari tangan Sasa yang baru saja dilepas dari jarum infus. Arthur dan si kembar hanya tersenyum tipis melihat betapa posesifnya sang ayah kepada ibu mereka.


"Saya harap anda tak lupa meminum obat Ini nyonya, semuanya sudah ditulis dengan jelas di plastik pembungkusnya. Kapan waktu anda minum dan aturannya seperti apa sudah ditulis sangat detail, saya harap anda lekas sembuh seperti sedia kala," ucap dokter yang bernama Aiko ramah sambil menyerahkan obat kepada Archie.


"Tenang saja dokter, aku akan memastikan istriku tak lupa minum obat-obat ini. Dan satu hal lagi yang ingin aku tanyakan pada anda dokter," jawab Archie pelan.


"Mengenai apa tuan?"tanya sang dokter sambil tersenyum.


"Luka di tangan kiri istriku ini tidak akan berbekas bukan?"tanya balik Archie dengan suara meninggi.


"Untuk luka luar seperti yang di derita oleh nyonya Farasya Auguy sebenarnya tidak akan berbekas tuan, asalkan ia mendapatkan perawatan yang tepat...


"Tidak akan berbekas bukan !!!" ucap Archie kembali dengan suara yang lebih tegas.


Glek


Dokter Aiko yang ada di hadapan Archie langsung sadar bahwa sebenarnya Archie bukan menanyakan masalah bisa hilang atau tidak, akan tetapi ia lebih ingin memastikan luka itu harus benar-benar hilang dari tangan istrinya


"I-iya tuan, tentu saja luka di tangan nyonya Farasya August pasti akan hilang. Saya jamin itu," ucap dokter Aiko tergagap dengan wajah memucat, berbicara langsung dengan Archie seperti itu benar-benar membuatnya tertekan.


"Baguslah kalau begitu, aku pegang ucapanmu dokter," jawab Archie pelan sambil membelai rambut Sasa yang sudah ia sisir dengan sangat rapi.


Arthur hanya menyeringai kecil mendengar perkataan sang ayah yang sangat mengintimidasi dokter yang merawat ibunya itu, ia benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana nasib dokter itu jika luka di tangan ibunya tidak sembuh total. Zarina dan Maxwell yang sejak tadi duduk di sebelah kiri Arthur tak berbicara apa-apa, mereka berdua diam karena merasa tekanan dari seorang Archie Durran sangat besar sehingga membuat mereka tak berani membuka mulut. Padahal yang sedang berbicara dengan Archie adalah dokter yang merawat istrinya bukan mereka berdua namun mereka tetap merasa takut.


Tak lama kemudian dokter Iko dan asistennya pun meninggalkan ruang perawatan salsa karena tugasnya sudah selesai, semua biaya perawatan Sasa di rumah sakit juga sudah dibayar lunas oleh Arthur. Sehingga mereka diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit kapan saja mereka siap.


"Oh ya apa kau sudah memesan mobil untuk kita pulang ke apartemen Arthur?" tanya Archie tiba-tiba.


"Sudah,aku sudah memesan sebuah mobil van untuk Mommy, Daddy dan si kembar. Aku, Maxwell dan Zarina akan pulang naik mobilku," jawab Arthur singkat.


"Maxwell... Zarina...Who are they?" tanya Archie penasaran.


Deg


Deg


Deg


"Zarina adalah teman dekat Arthur yang menemukanku pingsan pertama kali di apartemen, sedangkan Maxwell adalah Rico bagimu mas, "jawab Sasa lembut sambil mencengkram tangan Archie, Sasa sengaja menyebut Zarina sebagai orang yang menemukannya pertama kali supaya memberikan kesan tersendiri bagi Archie. Ia pun juga sengaja menyebut Maxwell sebagai Rico supaya Archie tahu bahwa Arthur sudah menemukan sahabat baik sama seperti dirinya waktu memiliki Rico bertahun-tahun yang lalu.


mendengar perkataan sang istri membuat Archie terbelalak beberapa saat ia tak percaya bahwa gadis yang sudah lebih dari 2 jam ia lihat itu ternyata adalah penyelamat sang istri dengan cepat ia melepaskan tangan istrinya lalu berjalan mendekati Zarina yang duduk di sofa.


"Terima kasih Zarina, terima kasih karena kau sudah menolong istriku. Aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau kau tidak menemukannya waktu itu," ucap Archie dengan cepat sambil mencengkram tangan Zarina yang dingin karena gugup.


"Iya tuan...saya hanya..."


"Aaaa no no no jangan panggil tuan, karena kau teman Arthur kau bisa memanggilku paman," sahut Archie dengan cepat memotong perkataan Zarina sambil tersenyum lebar.


"B-baik paman," jawab Zarina tergagap.


Archie tersenyum lebar mendengar Zarina menyebutnya paman, ia lalu memeluk Zarina dengan erat sampai akhirnya Arthur menepuk pundak ayahnya itu. Ia tak rela Zarina dipeluk oleh pria lain termasuk ayah kandungnya sendiri itu pun, Archie hanya tertawa tanpa suara saat merasakan anak kebanggaannya itu kesal. Ia lalu menyalami Maxwell dengan ramah, saat tadi ia melihat Maxwell secara sepintas ia merasa pemuda ini bukanlah pemuda sembarangan dan dugaannya ternyata benar.


"Ternyata anak nakal ini sudah menemukan teman di Jepang, pantas saja ia tak mau kembali ke Kanada," ucap Archie pelan sambil mengacak-acak rambut Arthur dengan gemas.


"Dadd ... rambutku berantakan!!" protes Arthur jengkel.


"Ha ha jangan marah, kau tak malu pada Zarina. Dasar anak manja, ya sudah ayo bersiap kita pulang ke apartemen. Masih banyak urusan yang harus Daddy selesaikan dengan teman-temanmu itu Arthur," sahut Arthur singkat.


"Apa maksudmu Dad?" tanya Arthur pelan.


"Kau tentu tau maksud ucapan Daddy, ya sudah ayo siap-siap," jawab Archie singkat sambil berjalan pelan menuju ranjang dimana Sasa sedang menatapnya sambil tersenyum cantik.


Archie sudah melupakan kemarahannya saat bertemu Sasa, Sasa benar-benar seperti gunung es yang langsung mampu mendinginkan bara api yang menyala di dalam dadanya.


Tak lama kemudian Arthur dan yang lainnya terlihat keluar dari kamar perawatan Sasa mengikuti sang ayah yang sudah berjalan menuju ke lobby utama rumah sakit, para bodyguard yang di sewa oleh Archie nampak mengawal mereka sampai masuk ke sebuah mobil yang sudah tersedia. Termasuk tuan Kenzo yang langsung menyambut sang nyonya August yang baru keluar dari rumah sakit dengan sopan.


"Sepertinya akan ada badai di kampusku Max," ucap Arthur pelan saat mengendarai mobilnya mengikuti mobil Van yang membawa keluarganya menuju rumah sakit.


"Aku no komen Arthur..."


🌺 to be continued 🌺


☘️☘️Kira-kira apa yang akan seorang Archie Durran lakukan untuk memberikan pelajaran pada gadis-gadis di kampus Arthur yang tukang gosip itu?


Terus baca Faith 2 dan jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.