
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Archie terdiam mendengar perkataan sang istri, ia duduk di lantai sambil melihat Sasa yang sedang bercerita di sofa dengan mata yang sudah dibanjiri air mata. Ia tahu kalau perasaan istrinya saat ini sedang kacau balau karena memang selama ini mereka tidak pernah berjauhan sama sekali dengan anak-anak, bahkan sewaktu Arthur pergi karyawisata satu minggu ke Eropa Archie mengajak Sasa untuk menyusul Arthur yang pergi dengan teman-teman satu kelasnya menggunakan pesawat jet bersama Ashley dan Allard.
"Nanti mas akan bicara terlebih dahulu dengan Arthur, sekarang berhenti menangis ya. Lihatlah kedua matamu sudah bengkak seperti biji kenari saat ini sayang," ucap Archie pelan mencoba untuk menenangkan sang istri.
"Biji kenari apa..hiks," jawab Sasa kesal sambil memukul dada Archie perlahan.
"Awww...sakit sayang," pekik Archie akting kesakitan sambil memegangi dadanya yang baru saja dipukul Sasa.
"Sakit apa akhh...mas menyebalkan!!" sengit Sasa kesal.
"He he he ...ya sudah ayo keluar jangan disini, mas sudah lapar ayo makan. Mas akan panggil anak-anak dan kau cuci wajah terlebih dahulu ya supaya anak-anak tak tau mommy-nya habis menangis," ucap Archie pelan sambil memeluk Sasa dan membantu sang istri untuk bangun.
Sasa menganggukan kepalanya pelan, ia lalu berjalan keluar dari kamar bersama Archie menuju kamarnya untuk merapikan riasannya yang sudah berantakan. Sementara itu Archie langsung berjalan menuju ke lantai satu untuk memanggil anak-anaknya yang sedang bermain game untuk makan bersama.
"Ayo anak-anak makan, itu mommy sudah menunggu," teriak Archie untuk yang kesekian kali di pintu kamar bermain ketiga anaknya yang berisi empat komputer canggih dan televisi layar besar yang tergantung.
"Sabar dad, sebentar lagi kami menang," jawab Arthur dengan cepat tanpa menoleh ke arah sang ayah.
"Iya dad...harga diri aku sedang dipertaruhkan," imbuh Allard menimpali perkataan sang kakak.
"Arthur, Allard, Ashley ayo...mommy sudah memanggil lagi itu," ucap Archie tak sabar.
"Sabar daddy..." teriak Arthur Ashley dan Allard kompak.
Archie menghela nafas panjang melihat tingkah ketiga anaknya, ia benar-benar kehilangan kesabaran kalau ketiga anaknya sudah main game online seperti itu. Tanpa bicara Archie berjalan ke arah stop kontak dan mencabut semua kabel yang menghubungkan tiga komputer yang sedang dipakai ketiga anaknya.
"Daddy.....
"What...oh daddy come on....
"I hate you daddy ...
Suara teriakan Arthur, Allard dan Ashley langsung terdengar saat menyadari sang ayah sudah mencabut kabel-kabel power yang menghubungkan ketiga komputer mereka ke listrik yang membuat mereka tak bisa memainkan game lagi. Archie hanya berkacak pinggang melihat ketiga anaknya merajuk di kursinya masing-masing.
"Cepat keluar, daddy tunggu di meja makan," ucap Archie datar sambil berjalan menuju pintu keluar meninggalkan ketiga anaknya yang masih tak bergeming dari kursinya.
Setelah sang ayah keluar dari ruang bermain Arthur kemudian berbalik dan menatap layar komputernya yang sudah gelap sambil meletakkan tangannya di atas keyboard.
"Yes sepertinya ini jalan satu-satunya aku bisa hidup bebas," ucap Arthur dalam hati.
Allard dan Ashley yang masih kesal dengan sang ayah hanya bisa diam tanpa suara dan tak melakukan apapun, padahal sebentar lagi team mereka akan menang akan tetapi malah komputer mereka dimatikan oleh sang ayah.
Tok
Tok
Tok
"Tuan muda, diminta segera kemeja makan. Nyonya dan tuan sudah menunggu," ucap Mirna pelan setelah mengetuk pintu kamar bermain mereka.
"Iya bi, Arthur datang," jawab Arthur pelan sambil bangun dari kursinya dan menepuk pundak kedua adik kembarnya yang wajahnya masih tak bersahabat.
"Daddy menyebalkan," ucap Allard berkali-kali sambil berjalan menuju meja makan.
"Iya... seperti tak pernah muda saja," imbuh Ashley terpancing emosi.
"Hei jangan bergitu, kalian itu masih kecil jadi menurut saja. Nanti kalau sudah dewasa baru bisa hidup bebas," bisik Arthur lirih ke telinga kedua adiknya sambil merangkul erat kedua pundak sang adik kembar.
"Apa maksudmu kak?" tanya Allard dan Ashley bersamaan.
"Sssttt... masih rahasia ha ha ha..." jawab Arthur singkat sambil tertawa lebar, ia lalu berlari ke arah meja makan meninggalkan kedua adiknya dibelakang.
"Kakak menyebalkan...!!!" teriak Ashley dan Allard bersamaan.
Arthur hanya menjulurkan lidahnya melihat kedua adiknya bertambah marah seperti itu, ia kemudian memperlambat langkah kakinya ketika sudah sampai di meja makan dimana kedua orang tuanya sudah menunggu sambil menatap kearah mereka bertiga sejak tadi.
Cup
"Ayo duduk," sahut Sasa lembut.
"Hi dad...
"Dasar anak nakal, sama mommy mau cium ke daddy cuma bilang Hi," sahut Archie dingin.
Cup cup
"Mommy...
Allard dan Ashley juga mencium pipi Sasa secara bersamaan ketika sampai di meja makan, mereka juga mengajukan sang ayah seperti yang dilakukan Arthur sebelumnya.
Melihat apa yang dilakukan oleh kedua anak kembarnya kembali membuat Archie menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, sambil menatap kedua anaknya duduk di kursinya masing-masing tanpa berbicara. Setelah berdoa bersama seperti yang sudah-sudah makan siang pun dimulai, Sasa dengan telaten menyendokkan makanan ke atas piring Archie kemudian ke piring Arthur dan ke piring kedua anak kembar yang terakhir ia meletakkan makanan di piring nya sendiri.
Mereka lalu mulai makan menikmati soto betawi yang sudah dimasak oleh para pelayan setelah Sasa menyiapkan bumbu-bumbunya, Arthur yang sangat cinta makanan Indonesia nampak sangat lahap sekali menikmati makan siang kali ini sedangkan kedua adiknya nampak biasa saja karena memang selera makan si kembar mirip dengan Archie yang tidak terlalu suka makan nasi.
"Mom...you are the best chef in the world," ucap Arthur memuji sang ibu sambil menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Thank you sayang, mau tambah lagi sotonya?" jawab Sasa menawari soto betawi kembali pada anak pertamanya itu.
"Yes yes yes...masukkan lebih banyak daging dan kuahnya mom," pinta Arthur bersemangat sambil menyodorkan mangkuknya ke arah sang ibu.
"Iya mommy tau sayang," jawab Sasa pelan sambil tersenyum dan menyendokkan daging dan kuah soto kedalam mangkuk Arthur .
"Love you mom," ucap Arthur penuh syukur.
Sasa menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah sang anak yang sangat menyukai makanan Indonesia sama seperti dirinya itu, ia lalu menoleh kearah kedua anak kembarnya menawari soto kembali akan tetapi kedua anak kembarnya itu menggelengkan kepalanya perlahan sambil menunjukkan isi mangkoknya yang masih penuh. Mendapat penolakan dari kedua anak kembarnya itu membuat Sasa tersenyum tipis, ia lalu menoleh kearah Archie yang juga sama memberikan penolakan kepada dirinya padahal ia belum menawarkan apapun kepada suaminya itu.
Arthur hanya tersenyum melihat ayah dan kedua adiknya menolak makanan enak yang ada di hadapannya itu, ia lalu menatap sang ibu dengan tatapan penuh harap yang langsung dapat dibaca oleh Sasa.
"Iya semua ini untuk Arthur," ucap Sasa pelan.
"Yeaaa...uhuk uhukkk....
"Sayang!!! kebiasaan kalau lagi makan jangan banyak bicara jadinya batuk kan,!!" hardik Sasa jengkel, ia lalu menepuk-nepuk punggung Arthur untuk meredakan batuknya.
Ashley dan Allard menoleh ke arah sang kakak dan menjulurkan lidahnya pelan mengejek sang kakak yang masih seperti baby yang masih tersedak saat makan, sementara itu Arthur hanya diam saja melihat kedua adiknya mengejeknya.
"Sudah-sudah jangan ganggu kakak kalian, setelah makan daddy ingin bicara pada kalian," ucap Archie pelan.
"Yes dad," jawab Ashley dan Allard bersamaan.
Arthur akhirnya bisa mengausai dirinya kembali setelah ditolong sang ibu, mereka lalu kembali melanjutkan makan siang yang tertunda tanpa bicara. Tak lama kemudian Archie mengajak ketiga putranya untuk duduk di ruang keluarga setelah makan siang sementara itu Sasa masih sibuk merapikan meja makan di bantu oleh para pelayan.
"Ada apa dadd, sepertinya ingin bicara serius?" tanya Ashley heran karena tiba-tiba sang ayah mengajak mereka berkumpul bersama diruang keluarga.
"Tunggu mommy datang ya," jawab Archie pelan sambil meraba rambut Allard yang berantakan.
Tak lama kemudian Sasa akhirnya bergabung dengan suami dan ketiga anaknya di ruang keluarga, ia terlihat membawa senampan buah-buahan yang sudah di potong-potong sebelumnya.
"What....kakak mau pergi ke Jepang??!!" teriak Ashley kaget.
"It's not funny dad," jawab Allard tak percaya.
"Please ask your own brother, true or not he will study in Japan," ucap Archie pelan sambil menatap ke arah Arthur dengan tatapan tajam.
Arthur yang tak menyangka akan disidang seperti itu nampak tak siap, ia merasa seperti seorang tahanan yang sedang di interogasi saat ini. Dimana semua mata sedang menatap ke arahnya.
"I'm serious, I want to learn to live independently dad..mom..."
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.