Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Hari pertama kuliah



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Arthur kembali ke apartemen setelah berbincang panjang lebar bersama Maxwell yang sudah resmi menjadi anak buahnya, saat memasuki apartemennya yang gelap gulita ada rasa sepi yang menyerangnya.


"Biasanya saat aku pulang kau masih duduk disofa," ucap Arthur pelan dengan tersenyum pahit mengingat Zarina.


Arthur lalu membanting tubuhnya diatas sofa setelah melempar pakaian-pakaian Zarina yang ia beli untuk gadis itu, gadis itu menolak membawa barang-barang pemberian Arthur dengan alasan tak mau memancing kerusuhan di asrama. Ia memilih tetap tak memiliki ponsel ketimbang memakai ponsel mahal yang diberikan oleh Arthur secara gratis.


"Rasanya malam ini lama sekali, aku tak sabar menunggu sore untuk bertemu Zarina lagi," ucap Arthur tanpa sadar, Zarina berjanji akan datang senin sore untuk bekerja lagi dirumahnya dan Arthur tak sabar menanti saat itu datang.


Karena kelelahan Arthur akhirnya tertidur diatas sofa tanpa mandi, ia hanya melepas pakaiannya yang berbau rokok dan minuman keras pasca ia pergi ke club. Walaupun ia tak minum dan merokok selama di club namun karena club itu berisi banyak pria dan wanita yang merokok dan minum alhasil aroma mereka juga menempel pada Arthur.


Arthur tertidur dalam kehampaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, niatnya untuk hidup mandiri jauh dari orang tua dan orang-orang yang mengenalnya justru membawanya bertemu dengan Zarina. Zarina yang tak pernah ada dalam rencananya muncul tiba-tiba dan membuatnya sekarang tak bisa jauh tanpa gadis itu, tatapan sendu gadis itu membuat siapapun ingin melindunginya termasuk Arthur.


"Aku akan menjagamu Zarina, aku akan menjagamu walau harus berkorban nyawa Zarina," ucap Arthur pelan sambil menutup kedua matanya.


Sementara itu saat Zarina kembali ke asrama banyak siswi dan siswa yang baru kembali sama seperti dirinya diminta berkumpul di aula, jam sepuluh malam mereka diminta berkumpul tanpa tau alasannya mereka dikumpulkan. Setelah hampir semua siswa berkumpul tak lama kemudian muncullah kepala sekolah dan beberapa guru, ia lalu berbicara dengan keras melalui microphone.


Semua siswi menjerit tak percaya saat mendengar kabar bahwa salah satu teman mereka yang bernama Yuka meninggal karena bunuh diri, Zarina yang waktu itu hanya menebak kalau gadis yang melompat di apartemen Arthur adalah Yuka pun masih sangat shock. Ia benar-benar tak percaya kalau gadis itu benar-benar Yuka, kepala sekolah mengatakan Yuka meninggal karena stres dengan masalah dalam keluarganya. Kepala sekolah tak menyebutkan kalau Yuka ada masalah dengan kekasihnya.


Setelah selesai bicara kepala sekolah akhirnya meminta para siswa bubar kembali ke asrama masing-masing, Zarina meletakkan sebuah mawar hitam dibawah foto Yuka yang terpasang di aula. Ia mendoakan gadis itu dengan tulus walaupun selama hidup Yuka selalu membully dirinya namun Zarina tetap mendoakan gadis yang sudah tak bernyawa itu.


"Tidurlah dalam keabadian Yuka, sampai bertemu lagi suatu saat," ucap Zarina lirih sambil menatap foto Yuka yang tersenyum dalam seragam sekolahnya.


Semua siswi melakukan hal yang sama seperti Zarina, mereka memberikan penghormatan terakhir pada Yuka. Saat tiba giliran Minami ia hanya melemparkan bunganya begitu saja tanpa menunduk atau mendoakan Yuka, sebuah senyuman sinis justru tersungging di wajahnya.


"Kau sudah mati, orang mati akan tetap membawa rahasia. Dan karena kau sudah mati maka rahasia Hyuga dan diriku aman, membusuklah di neraka Yuka," ucap Minami dalam hati saat menatap foto sahabatnya yang sedang tersenyum cantik.


Minami lalu kembali pulang, karena ia masih dalam masa skors alhasil ia tak diijinkan sekolah. Ia dan teman-teman satu genk-nya dipanggil ke sekolah hanya untuk memberikan penghormatan terakhir pada Yuka atas perintah kepala sekolah, dari lantai dua sarannya Zarina bisa melihat kalau Minami dan teman-temannya pergi dari sekolah menggunakan mobil mewah.


"Begitulah kata orang Zarina, orang-orang kaya seperti mereka bisa melakukan apapun. Walaupun Minami di skors tapi ia masih bisa masuk ke sekolah kan, sebuah konspirasi memang sudah ada sejak dulu Zarina," bisik salah satu teman satu asrama Zarina pelan.


"Sudahlah ayo tidur, sudah malam jangan bergosip lagi. Besok kita sudah sekolah lagi," jawab Zarina mengalihkan pembicaraan, ia mengingat betul nasehat Arthur yang meminta dirinya untuk tak ikut campur apapun yang terjadi di sekolah.


Tokyo Tech


Ada beberapa mahasiswa semester tiga yang membahas Arthur, gosip tentang mahasiswa asing semester baru yang tampan sudah beredar di forum kampus. Mereka terlihat berdiri di lapangan menunggu sang mahasiswa asing itu datang dengan penuh semangat.


"Ada yang bilang dia anak konglomerat, "


"Pastilah, melihat dari pakaian dan gayanya dia pasti anak orang kaya,"


"Aku sudah tak sabar melihatnya,"


Para mahasiswa senior nampak bergosip sambil tertawa membicarakan Arthur, Victoria yang ratu dari kelas mahasiswa asing pun penasaran dengan sosok yang dibicarakan oleh teman-temannya itu. Ia pun akhirnya ikut menunggu, dan rela mengabaikan para fans nya yang menunggunya.


Saat semua mobil baru berbagi merk mulai memasuki area kampus tiba-tiba sebuah mobil Civic jadul masuk ke area kampus, semua mata langsung terarah ke mobil jelek itu. Mereka penasaran siapa yang penuh percaya diri kekampus dengan mobil sejelek itu, alih-alih ingin mengejek sang pengemudi civic ketinggalan jaman itu mereka justru terpana melihat sang pengemudi yang baru turun. Para mahasiswa seolah tersihir melihat ketampanan siswa itu.


"Arthur!!!!" pekik Victoria dengan keras saat mengenali si pengemudi civic, ia langsung berlari ke arah Arthur yang sedang menurunkan kacamatanya karena kaget saat ada mengetahui ada yang mengenalinya.


Victoria berlari menuju ke tempat Arthur dengan cepat, walau ia memakai hak tinggi namun ia bisa berlari dengan apik. Wajahnya memerah saat sampai didepan Arthur.


"Ternyata itu benar kau Arthur, tadi aku kira salah melihat," ucap Victoria dengan nafas tersenggal-senggal karena berlari.


"Kau ini...


"Kita bertemu di supermarket beberapa hari lalu Arthur, apa aku lupa padaku. Aku Victoria yang kau tolong di supermarket," sahut Victoria penuh semangat sambil menyentuh tangan Arthur.


"Oh ya aku ingat, jadi kau kuliah disini juga?" tanya Arthur pelan.


"Yes, aku tak menyangka akan secepat ini bertemu denganmu lagi Arthur. Aku yakin ini adalah takdir...takdir kita yang berjodoh Arthur...


To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak