Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Milik Arthur seorang



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Di dalam apartemennya Maxwell tertawa tanpa henti saat berhasil mencuri dengar apa yang terjadi di kampus Arthur, rupanya ia sudah membajak ponsel Arthur melalui sebuah aplikasi buatannya. Dimana ia bisa mendengar semua percakapan si pemilik ponsel walaupun ponsel itu tidak sedang terhubung dengan dirinya.


"Kau benar-benar pria gila Arthur," ucap Maxwell sambil tersenyum, ia lalu melakukan browsing mencari nama Zarina di situs SMA Tokyo Gei Ongaku.


Kedua matanya langsung melebar saat melihat profil Zarina, sebuah senyuman tersungging di bibirnya saat melihat-lihat foto Zarina lainnya.


"Pantas saja Arthur mengejarmu , tenyata kau memang sangat cantik," ucap Maxwell memuji Zarina, padahal ia hanya melihat foto belum bertemu langsung.


"Tenang saja gadis cantik, karena aku sudah dibayar mahal oleh kekasihmu itu maka aku akan melindungimu. Hyuga dan antek-anteknya tak akan bisa menyentuhmu," batin Maxwell bicara dengan dirinya sendiri, ia lalu kembali fokus dengan komputer besarnya.


Maxwell kembali masuk ke situs bisnis keluarga Hyuga, walaupun mereka menyamarkan bisnis itu dengan sebuah bisnis hotel di pulau Watakano ada di Perfektur Mie namun Maxwell bisa tau kalau sebenarnya itu adalah bisnis pelacuran terbesar di pulau itu. Maxwell berhasil mendapatkan transaksi keluar masuk uang di rekening ayah Hyuga, ia lalu melancarkan aksinya untuk membuat bisnis keluarga Hyuga oleng


"Setidaknya dengan seranganku ini perhatian anak itu akan teralihkan, dan aku bisa membantu Zarina keluar dari target mereka selanjutnya," ucap Maxwell pelan.


Maxwell sempat kaget saat melihat nama dan foto Zarina muncul di deretan gadis-gadis batu yang akan bekerja salah satu hotel yang ada di pulau Watakano ada di Perfektur Mie yang merupakan hotel milik keluarga Hyuga, ia sudah menghapus foto dan data diri Zarina dari situs itu dan menggantinya dengan orang lain.


"Lawanmu cukup berat Arthur, kau perlu ekstra tenaga untuk melawan mereka," ucap Maxwell dalam hati.


Setelah berkutat didepan komputer selama hampir tiga jam akhirnya perkejaan pertama Maxwell selesai, ia berhasil mengobrak-abrik bisnis keluarga Hyuga di pulau Watakano. Saat akan merebahkan tubuhnya diatas ranjang tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan malas Maxwell meraih ponsel yang ada di meja komputer.


"Arthur," gumam Maxwell pelan saat melihat nama Arthur muncul dilayar ponselnya.


"Ya ada...


"Cepat datang ke apartemenku, alamatnya sudah kukirim. Waktumu hanya setengah jam," ucap Arthur memotong perkataan Maxwell dengan cepat.


"Tapi aku mau tidur, ini jam tidur soreku Arthur," jawab Maxwell menolak.


"Waktu terus berjalan Maxwell," sahut Arthur pelan sebelum menutup panggilan teleponnya.


Maxwell mendengus kesal saat menyadari Arthur menutup telponnya, ia lalu meraih jaket yang tergantung di dinding dan langsung memakainya dengan cepat. Sebelum pergi Maxwell mematikan semua komputer dan laptopnya setelah membackup semua pekerjaannya.


"Dasar Arthur sialan, beraninya dia memerintahku seenak hati," ucap Maxwell kesal sambil mengunci pintu apartemennya, ia lalu menuju ke lift untuk turun ke basement dimana mobilnya terparkir.


Sebagai warga negara asing Maxwell harus mengikuti peraturan yang berlaku, supaya tak mendapat masalah. Dengan mengendarai mobil bututnya Maxwell pergi menuju ke apartemen mewah milik Arthur, senyumnya mengembang saat melihat bangunan apartemen Arthur.


"Benar dugaanku, sifat arogannya ternyata memang karena dia anak orang kaya," ucap Maxwell pelan sambil menggelengkan kepalanya perlahan saat turun dari mobil jeleknya dan berjalan masuk kedalam apartemen Arthur. Ia tau berapa harga apartemen Arthur oleh karena itu ia langsung menebak kalau Arthur adalah anak orang kaya, pasalnya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa tinggal di apartemen mewah itu.


Saat Maxwell akan masuk ke lobby ia terhenti karena sebuah mobil Honda Civic berkali-kali membunyikan klakson kepadanya dan hampir membuatnya marah kalau tidak melihat sang pengemudi yang ternyata adalah bos barunya.


"Aku kira kau adalah orang yang suka mengulur-ulur waktu Max," ucap Arthur pelan saat turun dari mobil jeleknya.


"How can...


"this is my other car, so you don't need to be surprised, I'm sure you also know the reason I'm using this car isn't," sahut Arthur dengan cepat memotong perkataan Maxwell seolah tau apa yang ada dalam pikiran anak buah barunya itu.


*ini mobilku yang lain, jadi kau tidak perlu kaget. Aku yakin kau juga tahu alasanku menggunakan mobil ini bukan.


Maxwell hanya tertawa lebar tanpa suara mendengar perkataan Arthur, ia benar-benar tak bisa menganggap remeh bos barunya itu. Saat akan berjalan ke arah Arthur tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat melihat Zarina keluar dari mobil.


"For the sake of god Neptune, this is the real goddess," ucap Maxwell tanpa sadar saat melihat Zarina berjalan ke arahnya dengan malu-malu.


*Demi dewa Neptunus, ini adalah dewi yang sebenarnya


Plak


"She's mine jerk !!!" sahut Arthur dengan cepat sambil memukul kepala Maxwell dengan keras sambil merengkuh Zarina kepelukannya dengan posesif.


*Dia milikku brengseekk.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak