
Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.
Arthur langsung memacu mobil Audi A8 miliknya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota, tujuannya saat ini adalah pergi mencari pakaian dalam untuk Zarina. Ia merasa egois menahan Zarina lebih lama di apartemennya tanpa memikirkan kenyamanan gadis itu, setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit Arthur sampai di sebuah mall yang cukup besar. Ia langsung turun dari mobilnya dan berjalan menuju sebuah toko khusus pakaian dalam wanita Victoria's secret, Victoria's secret adalah brand pakaian dalam wanita yang paling terkenal di dunia. Hampir semua wanita di dunia mengenal brand pakaian dalam ini, bahkan model-model yang memperagakan lingerie diatas cat walk saja harus wanita super cantik dan seksi yang harus melewati seleksi ketat.
Dulu waktu masih berpacaran dengan Cindy yang manja itu Arthur selalu setia menemani gadis blasteran turki itu belanja di Victoria's secret alhasil kini ia hanya tau merk itu saja untuk pakaian dalam wanita. Tanpa ragu Arthur langsung masuk ke toko Victoria's secret terbesar di Tokyo itu seorang diri, kepercayaannya yang tinggi tak membuatnya malu belanja ke toko pakaian dalam wanita.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan toko dengan ramah pada Arthur yang baru masuk.
"Bantu aku mencarikan beberapa pakaian dalam wanita yang nyaman dipakai," jawab Arthur tanpa ragu sambil menyentuh bra tanpa tali menggunakan tangan kirinya, beberapa pelayan wanita lainnya saling berbisik sewaktu Arthur menyentuh bra itu.
"Semua pakaian dalam disini pasti nyaman dipakai tuan," sahut sang pelayan itu kembali dengan senyum merekah.
"Maksudku carikan aku bra tanpa kawat dan yang pasti bukan jenis push bra, bra model biasa saja yang nyaman dipakai sehari-hari," jawab Arthur lebih spesifik.
Sang pelayan tertegun beberapa saat mendengar perkataan Arthur, ia tak menyangka ada seorang pria tampan yang tau jenis-jenis bra. Senyum Arthur tersungging saat melihat ekspresi kaget diwajah pelayan yang ada didepannya, ia lalu melepaskan kacamata hitamnya perlahan.
"Pakaian dalam ini untuk calon istriku nona, jangan berfikir aneh-aneh," ucap Arthur pelan sambil menepuk pundak pelayan wanita yang tadi bertanya padanya dengan perlahan.
"B--baik saya mengerti tuan, anda bisa tunggu di...
"Aku akan tunggu diruang VIP kalian bawakan saja beberapa model dan warna bra yang aku maksud tadi ke dalam ruang VIP," ucap Arthur kembali dengan penuh percaya diri sambil mengeluarkan kartu kredit saktinya kepada kasir dengan perlahan.
Semua orang yang ada di dalam toko langsung tercengang saat melihat kartu kredit berlapis berlian itu, mereka langsung sadar bahwa pria yang baru masuk itu bukanlah orang sembarangan. Dengan cepat mereka menutup toko dan berusaha memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan yang baru datang itu, karena bagi toko apapun yang didatangi pengunjung yang membawa kartu kredit super mahal pasti akan mendapat nilai plus di toko pusat apalagi pengunjung yang baru datang barusan membawa Dubai First Royale Mastercard.
Lima orang pelayan langsung membawa pakaian dalam terbaik di toko ke ruang VIP dimana Arthur berada, mereka berjajar rapi sambil menunjukkan pakaian dalam terbaik itu pada Arthur.
"Ini model yang anda inginkan tuan, tersedia dari ukuran paling kecil sampai ukuran terbesar yang kami miliki saat ini," ucap sang pelayan pertama yang menegur Arthur dengan sopan.
"Anda mau ukuran nomor berapa tuan muda?" tanya pelayan itu kembali dengan sopan.
Deg
Arthur yang sedang melihat ke arah pakaian dalam itu langsung tersadar saat ditanya ukuran, darahnya langsung terasa panas.
"Ukuran mana aku tau, menyentuh dan melihatnya saja belum pernah mana bisa aku tau. Akh kau bodoh Arthur kenapa tak tanya dulu tadi," ucap Arthur dalam hati merutuki kebodohannya, tak lama kemudian Arthur mengeluarkan ponselnya dan bangun dari kursi lalu menghubungi Zarina
Ia terlibat pembicaraan serius dengan Zarina dalam waktu cukup lama, namun akhirnya Arthur menutup teleponnya dengan senyum penuh kemenangan.
Wajah pelayan itu bersemu merah saat melihat kontak nama Zarina yang ada di ponsel Arthur, ia menulis nama Zarina dengan tulisan Queen Zarina. Para pelayan itu langsung bergerak cepat, mereka langsung mencari ukuran bra yang ditulis oleh Zarina sambil tersenyum. Mereka merasa bahwa gadis yang menjadi pasangan pelanggannya itu pasti sangat cantik sampai namanya ditulis dengan istimewa dan mendapatkan perlakuan luar biasa romantis, jika beberapa pria diluar sana hanya mau membelikan pembalut lain halnya dengan Arthur yang tak segan membelikan pakaian dalam untuk Zarina.
Tak lama kemudian dihadapan Arthur sudah berjajar sepuluh bra ukuran 32 B, sesuai permintaan Zarina. Senyum Arthur mengembang namun tiba-tiba kedua matanya langsung menatap tajam ke arah celana dalam yang sangat seksi dihadapannya, celana dalam model tali samping yang warnanya senada dengan bra itu membuat Arthur menyeringai.
"Nona, calon istriku tak akan mau memakai G-string. Bukankah tadi aku sudah bilang carikan aku pakaian dalam yang nyaman untuk dipakai sehari-hari bukan untuk mudah dilepaskan diatas ranjang bukan," ucap Arthur dingin sambil mengangkat satu G-string warna hitam menggunakan satu jarinya.
"Maaf tuan...kami akan mencarikan kembali," sahut para pelayan itu dengan kompak, mereka lalu meraih celana dalam satu tali itu dengan cepat dari hadapan Arthur.
"Memang kalian pikir Zarinaku wanita seperti apa, dia wanita sederhana yang gak akan mungkin mau memakai pakaian dalam seksi seperti itu," ucap Arthur dalam hati dengan jengkel, ia merasa tersinggung saat melihat deretan celana dalam yang tak memiliki penutup bagian belakang itu dan hanya digantikan dengan sebuah tali tipis.
Tak lama kemudian para pelayan itu sudah datang kembali dengan membawa celana dalam jenis Seamless kehadapan Arthur, senyum Arthur langsung mengembang saat melihat celana dalam itu. Ia lalu minta semuanya untuk di bungkus rapi, ia tak mau membuat Zarina menunggu lebih lama di apartemennya. Setelah melakukan pembayaran Arthur langsung meninggalkan toko itu dan berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir apik didepan mall, dengan cepat ia memacu mobilnya kembali ke apartemen.
Setelah mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh Arthur akhirnya sampai dia apartemennya, ia langsung naik menuju lantai 25 menggunakan lift yang kebetulan batu saja turun ke lobby.
Saat Arthur membuka pintu apartemennya ia terkejut saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya.
"Apa yang kau lakukan Zarina?!" tanya Arthur kaget saat melihat Zarina sudah berubah menjadi sosok ninja yang tubuhnya terbalut sempurna dengan selimut putih dan hanya menyisakan kedua matanya saja.
"Aku...
"Kau mau bermain ninja denganku?" tanya Arthur kembali sambil mendekati Zarina yang sedang berdiri di depan pintu kamar Arthur.
"Jangan mendekat!!!" pekik Zarina dengan suara meninggi.
"Jangan memancing amarahku Zarina, kau ini sedang apa!! kenapa kau membalut tubuhmu seperti itu apa kau sedang kedinginan? atau sedang...
"A--aku maluuuu...
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak