
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Setelah selesai menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri Sasa kemudian pergi mandi wajib untuk membersihkan diri, sementara itu Archie sudah tidur terlelap karenarena kelelahan. Bermain dua ronde sekaligus membuatnya lelah, karena saya tidak mau berganti posisi. Alhasil Archie harus memegang kendali dan akibatnya kini ia kehabisan tenaga.
Dengan menggunakan hair dryer di dalam kamar mandi Sasa mengeringkan rambut panjangnya, ia tersenyum menatap kaca yang memantulkan tubuhnya beberapa tanda yang dibuat Archie nampak terlihat jelas di dadanya.
"Anak sudah besar masih saja suka membuat kissmark seperti ini." Ucap Sasa lirih sambil menyentuh tanda merah ke unguan di dadanya yang dibuat Archie saat mereka bercinta tadi, Sasa selalu menolak jika ingin membuat tanda itu di lehernya.
"Sayang......"
"Ya mas sebentar." Jawab Sasa dengan cepat merespon panggilan Archie.
Dengan cepat Sasa keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke ranjang besarnya dimana sang suami masih melindungi tubuhnya dengan selimut.
"Ada apa mas?" Tanya Sasa sambil tersenyum.
"Mas lapar, ambilkan makanan ke kamar ya kita makan disini saja." Jawab Archie singkat sambil tersenyum, bercinta dua ronde sekaligus benar-benar menguras energinya yang sudah tak seperkasa dulu waktu masih muda yang sanggup membuat Sasa tak berdaya di tempat tidur.
"Ok, mas mau makan apa?" Tanya Sasa kembali.
"Makan apa saja yang ada mas lapar sayang." Jawab Archie datar.
"Ya sudah Sasa turun ke bawah, mas mandi dulu ya ingat mandi wajib jangan lupa." Ucap Sasa pelan sambil bangun dari tempat tidur.
Archie menganggukan kepalanya merespon perkataan Sasa, ia lalu bangun dari tempat tidur dengan cepat. Tubuh seksinya yang tak tertutup apapun nampak sangat menggoda dilihat dari belakang, sepasang bokongg montok nampak sangat porposional ditubuhnya bersatu dengan otot paha dan pinggangnya yang masih terlihat perkasa.
"Mas akh kebiasaan selalu begitu!!" Jerit Sasa jengkel, ia selalu kesal ketika melihat suaminya berjalan masuk kekamar mandi tanpa busana seperti saat ini.
"Memangnya kenapa??....
"Mas ya ampun ...menyebalkan!! ya sudah akh Sasa turun." Ucap Sasa dengan cepat memotong perkataan Archie yang tadi langsung menghadap ke arahnya sehingga junior milik Archie nampak menghadap Sasa, dan Sasa selalu malu ketika melihat suaminya seperti itu walau mereka sudah menikah lebih dari dua puluh tahun.
Archie tertawa penuh kemenangan ketika berhasil menggoda istrinya, ia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan apa yang tadi dikatakan oleh sang istri. Sikap pemalu Sasa yang tak pernah berubahlah yang membuat ia sangat tergila-gila pada Sasa sampai saat ini, tak ada wanita manapun yang bisa mencuri hatinya lagi.
Sasa keluar dari kamar dengan wajah yang masih merah, ia sangat kesal jika di hadapan digoda suaminya seperti itu. Saat akan turun ke lantai satu Sasa mendengar percakapan di kamar putra Allard dan Ashley yang letaknya tak jauh dari kamar Arthur.
"Siapa yang bicara seperti itu!!! berani sekali mereka!!" Teriak Arthur penuh amarah.
"Iya kak, capek sendiri menghadapi mereka." Imbuh Allard menimpali perkataan saudara kembarnya.
"Tapi kita tidak bisa diam saja melihat mereka merendahkan mommy seperti itu, memangnya mereka pikir mommy kita siapa. Mommy itu adalah wanita yang paling cantik di dunia ini, jadi tidak ada yang bisa menjelekkan mommy seperti itu." Ucap Arthur dengan nada meninggi.
"Sttt kak jangan keras-keras nanti mommy dan daddy dengar." Jawab Allard pelan mencoba menenangkan Arthur sambil meletakkan satu jarinya kedepan mulut.
Arthur pun menutup mulutnya dengan rapat sambil melirik kearah pintu yang masih terbuka, ia lalu bangun dari ranjang milik Ashley dan menutup pintu itu dengan rapat tanpa mengetahui kalau Sasa ada di balik dinding sedang mendengarkan percakapan mereka.
Sasa terdiam di balik dinding kamar putra kembarnya sambil mengingat kembali perkataan ketiga putranya itu, di mana Ashley dan Allard sedang curhat kepada Arthur. Mereka mengatakan bahwa Sasa sering menjadi bahan pembicaraan di sekolah, para siswa mengatakan kalau Sasa tidak modis seperti ibu-ibu lainnya ketika datang ke sekolah. Karena memang selama ini Sasa tidak terlalu mengikuti gaya berpakaian yang sedang ngetren, ia memang tak mau tampil berlebihan di tempat umum karena tak mau membuat citra suaminya jelek di depan publik. Sasa berusaha tampil sederhana dimanapun saat ia berada bersama sang suami walaupun sebenarnya setiap tas yang ia bawa memiliki harga diatas ratusan juta, karena Sasa adalah pelanggan VIP tas merk Channel , Gucci , Dior dan Hermes.
"Oh pasti ini berhubungan dengan perpisahan sekolah besok pagi." Ucap Sasa dalam hati sambil tersenyum.
Sasa lalu turun ke lantai satu meninggalkan kamar kedua putranya itu ia tak mau keberadaannya diketahui oleh anak-anaknya, dengan cepat ia mengambil beberapa makanan yang ada di dapur untuk Archie yang sedang kelaparan dikamar.
Saat naik ke lantai dua Sasa tersenyum ketika mengingat kembali obrolan ketiga putranya tadi, Sasa pun mempercepat langkah kakinya untuk memberikan makanan yang ia bawa kepada sang suami pasalnya ia segera ingin melakukan sesuatu di tempat penyimpanan pakaian lamanya.
"Sayang tak ikut makan juga?" Tanya Archie pelan sambil menyantap daging panggang yang dibawa Sasa.
"Tadi Sasa sudah minum susu di bawah mas dan masih sangat kenyang mas habiskan saja sendiri. Sasa masih ada urusan sebentar di kamar baju." Jawab Sasa sambil tersenyum.
"Mau apa dikamar baju?" Tanya Archie penasaran.
"Ada dehhh...mau rapikan baju aja mas, setelah makan mas langsung tidur ya." Jawab Sasa singkat sambil menutup pintu kamar meninggalkan Archie di dalam kamar.
Archie pun menikmati makan malamnya yang tertunda dengan lahap, setelah makanan yang ada di piring habis Archie kemudian pergi tidur karena sudah merasa kenyang. Sementara itu dikamar baju Sasa sudah berhasil melihat pakaian yang ia cari mengeluarkan baju itu dan meletakkannya di sebuah gantungan baju dan melihatnya dengan seksama.
"Sepertinya aku harus kembali memakai ini untuk memberikan sedikit pelajaran kepada anak-anak itu dan para orang tuanya, berani sekali mereka membicarakan keburukan seseorang kepada anak-anaknya sungguh orang tua yang sangat tidak mendidik. " Ucap Sasa pelan sambil menatap baju yang ada dihadapannya sambil tersenyum, Sasa sedikit terpancing emosinya ketika mendengar perkataan Ashley yang mengatakan bahwa dirinya juga menjadi bahan perbincangan diantara orang tua murid yang sering datang ke sekolah.
🌺To be continued🌺
**Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak**.