Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Getaran



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Setelah merasa barang kebutuhannya sudah dibeli semua Arthur akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke apartemen, apalagi ia harus bertemu dengan seorang gadis asing yang baru ia kenal dan berani menyentuhnya didepan umum secara langsung tanpa rasa malu sedikitpun.


"Sangat sulit sekali mencari gadis baik-baik sekarang ini," ucap Arthur dalam hati sambil berjalan menyusuri jalan setapak menuju apartemen mahalnya dengan berjalan kaki, kedua tangan Arthur membawa satu tas belanjaan yang ia beli di supermarket karena di Tokyo sudah mencanangkan program tanpa kantung plastik.


"ごめんなさい," sapa seorang security pada Arthur yang baru masuk ke dalam apartemen.


*( gomenasai / maaf )


"手伝ってもいいですか" tanya Arthur pelan.


*(Tetsudatte mo idesuka?/ ada yang bisa saya bantu?)


"あなたは誰ですか!私はあなたを見たことがありません" jawab sang security dengan nada penuh curiga menatap Arthur dari ujung kepala sampai ujung kaki.


*(Anata wa dare sesuka? watashi wa Anata o mita koto ga arimasen/ Anda siapa? saya belum pernah melihatmu)


Arthur yang belum terlalu paham dan lancar bicara bahasa Jepang nampak sedikit lebih lama mencerna perkataan sang sekurity yang terdengar sangat cepat itu, ia hanya kursus selama enam bulan setelah waktu di Kanada.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan kepadanya saat ini," ucap Arthur pelan sambil meletakkan kantong belanjaannya di lantai.


Ia lalu berusaha meraih kamus kecilnya yang selalu ada di dalam saku jaketnya, akan tetapi setelah mencari ternyata ia tak membawa kamusbsaktinya itu. Arthur lalu mencoba mencari ponselnya, akan tetapi lagi-lagi ia sepertinya meninggalkan ponselnya di atas ranjang di dalam apartemen dan lupa memasukkannya ke dalam pakaian sebelum ia pergi berbelanja.


"Shittt....


"あなたは私に誓った!!" hardik sang security dengan suara meninggi


*( Anata wa watashi ni chikatta!! / anda mengumpat saya!!)


"No, I mean my cellphone and dictionary are lagging in ...


*( bukan, maksud saya ponsel pintar dan kamus saya tertinggal di...


"彼はこの新しいアパートの居住者です" ucap seorang gadis remaja yang memakai jaket tebal memotong perkataan Arthur.


*( kare wa kono atarashi apato junindesu / dia adalah penghuni apartemen ini yang baru pak)


Mendengar perkataan sang gadis remaja yang baru datang membuat sang security langsung terdiam, ia lalu menatap Arthur kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki kembali. Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV yang komputernya wajahnya langsung memucat ketika melihat foto dan nama Arthur tercantum dalam penghuni apartemen yang baru.


"あなたは新しい25階のアパートの住人ですか" tanya sang security dengan tergagap.


*( Anata wa atarashi 25-kai no apato no junindesuka? / jadi anda penghuni apartemen lantai 25 yang baru itu tuan?" )


"はい," jawab sang gadis kembali.


*( hai / iya).


"Ok let's go back to your room !!" ajak gadis remaja itu pada Arthur menggunakan bahasa Inggris.


*(ayo kembali kekamar mu)


Arthur menganggukan kepalanya perlahan mendengar perkataan sang gadis asing yang menolongnya itu, ia lalu mengangkat tas belanjaannya dan berjalan pelan menuju lift mengikuti gadis berambut panjang yang sudah menunggunya di dalam lift.


"Which floor?" tanya gadis asing itu kembali pada Arthur


*(Lantai berapa)


"25," jawab Arthur singkat, ia masih terpesona dan kagum pada gadis yang ia duga usianya dibawah kedua adik kembarnya.


Tring


Lift pun berhenti di lantai 25 di mana kamar Arthur berada, sang gadis remaja yang membantu Arthur terlihat merebut satu kantong belanjaan Arthur dan meminta Arthur untuk segera keluar dari lift menuju ke kamarnya. Arthur yang sebenarnya masih bingung pun hanya bisa menuruti gadis kecil itu tanpa bicara apapun lagi, ia tak punya pikiran jelek apapun pada gadis yang menolongnya itu. Karena kalau misalkan gadis itu memang punya niat jahat padanya tentu gadis itu tidak akan menolongnya tadi di lobi ketika berbicara dengan security.


"Alright you arrived in your room now pay me," ucap gadis berambut panjang itu sambil meletakkan tas belanjaannya dilantai dan mengulurkan tangannya pada Arthur.


*(baiklah, kau sudah sampai dikamarmu sekarang bayar aku)


"Pay you, what did I buy you?" tanya Arthur bingung.


*( membayarmu? memangnya apa yang aku beli darimu?)


"Pay me for the help I gave earlier in the lobby," jawab sang gadis cantik itu tanpa rasa bersalah.


*( membayarku atas bantuan yang aku berikan padamu dilobby tadi)


Mendengar perkataan sang gadis cantik itu membuat Arthur tertawa terbahak-bahak, ia tak menduga bahwa bantuan yang diberikan oleh gadis itu tidaklah gratis akan tetapi berbayar.


"Ternyata kalian sama saja tidak bisa menghargai bantuan yang diberikan oleh orang lain dasar orang kaya sombong," ucap gadis cantik itu menggunakan bahasa Indonesia mengumpat Arthur.


"What are you talking about?" tanya Arthur perlahan.


*(kau bicara apa?)


"I don't say anything, never mind." jawab sang gadis itu dengan nada kecewa.


*( aku tak berbicara apapun, lupakan saja)


"But...


"Then, if you'll excuse me, sir. Sorry," ucap sang gadis cantik itu dengan cepat memotong perkataan Arthur, Ia lalu berbalik badan dan berjalan menuju lift dengan kepala tertunduk.


*(Kalau begitu , permisi tuan. Maaf )


Arthur yang menyadari ada sesuatu yang salah langsung membuka pintu apartemennya dan meletakkan kantong belanjaan nya ke dalam apartemen, ia lalu mengunci apartemennya kembali dan berjalan dengan cepat menyusul sang gadis yang sudah hampir sampai ke lift.


"Hey stop," panggil Arthur pada gadis cantik yang belum ia tau namanya itu.


Mendengar teriakan Arthur membuat gadis cantik itu langsung berhenti, ia langsung berbalik badan dan melihat kearah Arthur yang sedang berlari mendekatinya.


"What's up sir?" tanya gadis cantik itu dengan nada tak bersahabat, ia masih kecewa karena tak dibayar oleh Arthur atas bantuan yang ia berikan.


"What is your name?" tanya balik Arthur dengan cepat.


"why do you want to know my name." jawab sang gadis ketus.


*( kenapa kau ingin tau namaku?)


"Don't we have to know each other's names" sahut Arthur dengan cepat.


*(bukankah kita harus tahu nama masing-masing )


mendengar perkataan Arthur membuat sang gadis cantik itu terdiam beberapa saat kemudian sebuah senyuman tersungging di wajah cantiknya yang terlihat masih sangat polos.


"Treat me to a meal first," ucap sang gadis dengan mata berbinar.


*( traktir aku makan dulu)


"It's easy, come with me" jawab Arthur dengan cepat sambil menggandeng tangan sang gadis cantik itu masuk ke dalam lift.


*( gampang, ayo ikut aku)


Di dalam lift pun Arthur tak melepaskan pegangan tangannya pada sang gadis asing yang baru saja menolongnya itu, setelah lift berhenti Arthur kemudian keluar dari lobby dengan cepat. Sang security yang tadinya menegur dirinya nampak mengangguk pelan memberikan penghormatan kepada dirinya, Arthur pun membalasnya dengan sebuah senyuman dan anggukan kecil. Ia lalu berjalan keluar untuk menghentikan sebuah taksi yang baru saja menurunkan seseorang.


"3F GM-Building,3-13-9, Shimbashi , Minato." ucap Arthur dengan cepat saat masuk kedalam taksi menyebutkan sebuah alamat pada sang supir taksi.


"わかりました," jawab sang supir taksi dengan cepat


*( wakarimasta / saya mengerti)


Tak lama kemudian taksi itu pun pergi ke alamat yang disebutkan oleh Arthur dengan cepat, sementara itu Arthur duduk dengan santai di dalam taksi bersama seorang gadis cantik yang belum menyebutkan namanya itu. Mereka tak berbicara satu sama lain selama dalam perjalanan.


Setelah berkendara hampir dua puluh menit taksi yang membawa Arthur akhirnya sampai di tempat tujuan setelah membayar Arthur kemudian keluar dari dalam taksi, bersama sang gadis asing yang terlihat kebingungan saat melihat restoran mewah yang ada di hadapannya. Arthur kemudian kembali mencengkram tangan gadis cantik itu dan mengajaknya masuk ke dalam restoran mereka lalu memilih sebuah kursi yang terletak di dekat sebuah jendela besar yang terlihat nyaman.


Tak begitu lama kemudian beberapa pelayan langsung menghampiri tempat duduk Arthur mereka lalu memberikan berbagai menu daging barbeque yang siap di pesan, tanpa pikir panjang aku langsung memesan beberapa porsi daging terbaik di dalam restoran itu.


"Take it easy, I paid for all this," ucap Arthur perlahan saat menyadari gadis cantik yang duduk dihadapannya terlihat kebingungan ketika ada didalam restoran yang cukup mewah itu.


*( tenanglah, aku yang bayar semuanya)


"But I didn't mean to ask you to take me to eat at a restaurant this fancy," jawab sang gadis itu dengan suara bergetar.


*(tapi aku tidak bermaksud memintamu membawaku makan di restoran mewah ini).


" Don't be noisy, I'm the one who wants to invite you ...


*(sudah jangan berisik, aku yang ingin mengajakmu ...


"Zarina...Anzelma Zarina. My name Zarina." ucap sang gadis cantik itu perlahan memotong perkataan Arthur sambil mengulurkan tangannya ke arah Arthur perlahan menyebutkan namanya.


"Arthur...Arthur Sebastian," jawab Arthur pelan sambil meraih tangan Zarina perlahan, ada getaran aneh dalam dirinya ketika mendengar nama Zarina keluar dari mulut gadis yang sedang ia jabat tangannya itu.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.