Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Berhasil



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Suasana kelas mendadak sepi saat Arthur selesai bicara, mereka seakan mendengar berita yang sangat mengerikan sehingga memaksa mereka langsung diam. Ibu Yoshie bahkan sampai menjatuhkan ponselnya saat mendengar Arthur mengaku seorang gay.


"Kenapa?apa ada yang salah?" tanya Arthur kembali memecah keheningan.


"T--tidak, tentu saja tidak. Ya sudah lebih baik kita mulai pelajaran," jawab ibu Yoshie tergagap sambil meraih ponselnya yang ada dilantai.


Ia langsung meraih ponselnya saat melihat Arthur akan membantunya, beberapa mahasiswi terlihat memajukan kursinya menjauhi Arthur yang duduk di belakang. Mereka langsung sibuk dengan penjelasan ibu Yoshie didepan, hanya ada satu orang yang masih melihat Arthur dia adalah siswa laki-laki yang tadi menjawab pertanyaan Arthur. Satu alisnya terangkat saat mendengar perkataan Arthur, ia merasa apa yang dikatakan Arthur adalah sebuah lelucon saja.


Akhirnya jam kuliah hari pertama akhirnya selesai, semua siswi yang tadi mendekati Arthur langsung pergi menjauh. Mereka seperti punya sinyal khusus yang memberi mereka perintah untuk segera keluar dari ruang kelas, begitupun ibu Yoshie. Ia yang awalnya bersemangat ingin mengenal Arthur langsung tak menoleh ke arah Arthur lagi setelah ia mendengar pengakuan Arthur yang mengatakan dirinya adalah seorang gay.


"Honda, Honda Kaoru,"ucap seorang mahasiswa berkacamata tebal menjulurkan tangannya ke arah Arthur.


"Arthur," jawab Arthur singkat.


"Nice to knowing you Honda," imbuh Arthur kembali sambil memasukkan buku-buku kedalam tas ranselnya.


Honda terdiam mendengar perkataan Arthur, ia masih berdiri mematung melihat Arthur yang sudah selesai merapikan semua barang-barangnya.


"Ok Honda aku pulang, sampai jumpa besok," ucap Arthur pelan sambil berdiri dan menggendong tasnya.


"Kau bohong kan," pekik Honda tiba-tiba.


Arthur yang sudah berjalan beberapa langkah langsung menghentikan langkah kakinya, ia lalu menoleh ke arah Honda dan tersenyum penuh arti. Perlahan ia mendekati Honda dan berhenti tepat didepan wajah Honda.


"Ada baiknya untuk seseorang tak ikut campur masalah orang lain Honda," bisik Arthur pelan sambil tersenyum dengan mata yang memberikan tatapan intimidasi.


Saat dalam posisi seperti itu Arthur terlihat sedang mencium Honda dari belakang, suara jeritan para gadis menyadarkan Arthur akan perbuatannya. Rupanya para gadis itu kembali lagi ke kelas untuk bertanya lagi pada Arthur namun saat akan masuk ruang kelas mereka dikejutkan dengan pemandangan yang mengerikan, dari belakang Arthur terlihat sedang mencium Honda Kaoru yang berdiri di dinding.


"Maaf kami tak akan mengganggu kalian,"


"Lanjutkan saja, anggap kami tak melihatnya,"


"Maaf sekali lagi maaf,"


Para gadis yang masuk ke dalam ruang kelas itu langsung meminta maaf pada Arthur, setelah itu mereka langsung lari tanpa menoleh ke belakang lagi. Melihat apa yang dikatakan oleh para gadis itu membuat Arthur tersenyum tipis, ia yakin gosip tentang dirinya yang gay akan segera menyeruak diseluruh penjuru kampus.


"Aku peringatkan satu kali lagi Honda, jangan campuri urusan orang lain kalau kau tak mau dapat masalah," ucap Arthur pelan sambil berjalan meninggalkan Honda yang masih berdiri mematung ditempatnya.


Berita tentang Arthur yang gay benar-benar sudah menyebar hampir di seluruh kampus, wajahnya yang tampan membuat dirinya mudah dikenal. Apalagi dengan berita gay yang sudah menyebar, popularitas Arthur makin melonjak. Tapi bedanya kali ini para gadis menjaga jarak dengan dirinya serta memberinya tatapan yang tak suka.


"Hal buruk memang cepat sekali menyebar ya," ucap Arthur dalam hati saat melihat banyak orang yang menunjuk dirinya.


Victoria yang sudah menunggu Arthur sejak ia mendengar berita pengakuan gay dari Arthur membuatnya rela berpanas-panasan di tempat parkir, wajahnya memerah karena kepanasan.


"Arthur!!!" pekik Victoria dengan suara keras saat melihat Arthur berjalan mendekatinya.


Arthur hanya menganggukkan kepalanya merespon panggilan Victoria.


"Arthur apakah yang dikatakan anak-anak itu benar?" tanya Victoria saat Arthur sampai didepannya.


"Tentang apa?" tanya balik Arthur pura-pura tak tau.


"Mereka mengatakan kalau k--kau seorang gay Arthur," jawab Victoria dengan suara lirih.


Arthur tersenyum mendengar pertanyaan Victoria, ia lalu melepaskan tangan Victoria yang sudah mencengkram tangannya kembali.


"Seharusnya kau tau bukan jawabannya Victoria," ucap Arthur pelan sambil meraih sapu tangan milik Zarina yang ada di saku celananya dan dengan perlahan ia menyeka tangannya yang tadi disentuh oleh Victoria, seolah sedang membersihkan kuman.


"Arthur...


"Ya sudah ya aku mau pulang, sampai jumpa Victoria," pamit Arthur pelan sambil masuk ke dalam mobilnya.


Setelah Arthur masuk kedalam mobil, ia lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan kampus sambil tersenyum puas.


"Gay...hmmm ide itu ternyata tak buruk, asal mommy and daddy tak mendengar hal ini saja semuanya aman," ucap Arthur sambil tertawa lebar.


Ide yang ia ucapkan secara spontan itu justru membantunya mengatasi sedikit masalah dikampus.


"Gay adalah sebuah kelainan, mungkin aku juga termasuk salah satunya. Karena aku hanya bernafsu pada Zarina saja tidak dengan yang lain," ucap Arthur lirih sambil mengingat wajah Zarina yang bersemu merah ketika sedang malu.


To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak