
Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.
Terima kasih.
Disaat Zarina tidur di sofa yang ada di dalam kamar perawatan Sasa nampak Arthur dan Maxwell sedang sibuk melacak semua kamera CCTV yang ada disekitar tempat kejadian perkara tadi pagi dimana Sasa mengalami penjambretan, setelah menyelusuri hampir seratus CCTV akhirnya mereka menemukam sesosok pria yang sudah tak asing lagi bagi Arthur dan Amxwell.
"Aku tak pernah menyangka kalau dia adalah dalang dibalik semua peristiwa ini Max," ucap Arthur lirih sambil menatap foto yang ada dilaptop Maxwell.
"Cinta membuat siapapun jadi gila, termasuk gadis ini," jawab Maxwell sambil tersenyum.
"Tapi aku tak pernah punya hubungan dengannya atau membuat hubungan dengannya, jadi mana mungkin dia..."
"Dia yang tergila-gila padamu Arthur, dan kau tau kan kalau seorang gadis sudah tergila-gila pada sesuatu dia pasti akan berbuat nekat," sahut Maxwell cepat memotong perkataan Arthur.
Mendengar perkataan Maxwell membuat Arthur terdiam, ia masih mengingat baik bagaimana gadis-gadis di Quebec dulu tergila-gila padanya sampai mengharuskan pihak sekolah turun tangan dengan membuat peraturan baru bahwa disekolah Arthur hanya menerima siswa laki-laki saja selama tiga tahun Arthur sekolah disana. Tak lama kemudian ia tersenyum kecil saat melihat ke arah Zarina yang tertidur pulas.
"Terkecuali untuk gadis satu itu, dia tak bisa dimasukkan dengan barisan penggemar gilamu itu," ucap Maxwell pelan setengah berbisik sambil melirik ke arah Zarina dimana Arthur sedang menatapnya tanpa berkedip.
"Iya dan karena itulah aku yang tergila-gila padanya," jawan Arthur jujur.
Maxwell hanya tertawa kecil mendengar perkataan Arthur, ia lalu kembali menatap laptopnya dimana ia sedang berkomunikasi dengan salah satu polisi kenalannya di Tokyo. Membiarkan Arthur terus menatap Zarina. Tak lama kemudian Maxwell menepuk pundak Arthur, ia memberitahukan bahwa pelaku penjambretan pada sang ibu sudah berhasil di tangkap oleh polisi. Ia ditangkap saat akan menggunakan Black card milik Sasa di sebuah toko berlian lainnya namun kartu kredit itu sudah di blokir alhasil ia tak bisa memakainya dan para polisi yang sudah mendapatkan laporan mengenai kasus ini langsung bertindak cepat, mereka langsung ke toko perhiasan itu saat ia masih memaksa untuk membeli sebuah berlian seharga 50000 USD.
"Anak buahnya sudah tertangkap, apa kau ingin otak pelakunya ditangkap juga?" tanya Maxwell pelan.
"Jangan dulu Max, biarkan dia panik dulu. Aku yakin dia sedang sangat panik saat ini, nah aku akan gunakan cara ini untuk menyerang mentalnya," jawab Arthur lirih sambil tersenyum.
Sasa yang sudah sadar sejak tadi hanya tersenyum mendengar percakapan Arthur dan Maxwell, ia tiba-tiba teringat dengan masa mudanya dulu saat Archie melakukan hal yang sama dengan ketiga anak buah kepercayaannya saat sedang bekerja seperti ini. Ia benar-benar tak menyangka kalau waktu sudah berjalan dengan sangat cepat, rasanya baru kemarin sore ia melihat Archie bersama Rico bekerja di depan komputer seperti yang dilakukan oleh Arthur dan Maxwell hari ini.
"Semoga persahabatan kalian kekal nak dan semoga ayahmu mau menerima Zarina," ucap Sasa dalam hati, ia sudah menduga kalau Arthur jatuh cinta pada Zarina tak kaget saat mendengar perkataan Arthur sebelumnya yang mengatakan kalau ia tergila-gila pada Zarina. Satu perkataan yang tak pernah ia dengar sebelumnya keluar dari mulut sang putra kesayangan.
Sasa tahu kalau anak pertamanya itu punya perasaan lain pada Zarina, dari cara Arthur memandang Zarina saja ia sudah bisa menangkapnya ada hubungan istimewa antara Arthur dan Zarina. Namun karena ia tak mau mendahului Arthur akhirnya ia menunggu Arthur untuk berbicara jujur padanya. Sasa sangat menyadari ada yang berbeda dengan Zarina, ia nampak berbeda dengan gadis lain yang pernah dekat dengan Arthur. Dari sorot matanya ia bisa membaca gadis kecil itu tulus pada Arthur, bahkan saat ia memanggil 'kakak' kepada dirinya ia merasa senang. Hanya Zarina lah satu-satunya gadis yang sopan memanggilnya dengan sebutan kakak tak seperti teman dekat Arthur lainnya yang akan marah tanpa sebab pada dirinya saat belum tau siapa dirinya yang sebenarnya, namun sifat mereka akan berubah saat sudah tau kalau ia adalah ibu kandung Arthur.
Karena efek obat yang masih bekerja akhrinya Sasa pun tidur kembali, ia tak tau bahwa di pesawat jet pribadi sang suami tak tidur sama sekali. Archie sedang meradang pasca melihat rekaman CCTV dimana saat Sasa terjatuh di jalan bebatuan pasca di tabrak oleh pengemudi sepeda, kata makian sudah tak terhitung banyaknya keluar dari mulutnya. Allard dan Ashley yang awalnya senang diajak ke Jepang kini menyesali keputusannya untuk ikut ke Jepang, mereka akhirnya tau sang ayah sedang marah besar saat ini. Keduanya bahkan memilih masuk didalam kamar untuk bermain UNO mencoba untuk menenangkan pikirannya namun tak berhasil karena mereka masih mendengar semua kata umpatan yang keluar dari bibir sang ayah. Selama mereka hidup delapan belas tahun ini baru kali mereka mendengar sang ayah semarah itu.
"Berapa lama lagi kita sampai di Tokyo All?" tanya Ashley lirih pada Allard.
"Masih empat jam lagi," jawab Allard pelan.
"Aduh kenapa lama sekali, hanya Mommy saja yang bisa menenangkan Daddy ini All," sahut Ashley dengan suara parau.
"Iya hanya Mommy yang mampu menenangkan Tyrex ini," ucap Allard terbata, ia memberikan julukan baru pada sang ayah yang sudah menggila hampir enam jam tanpa jeda.
Ashley hanya menganggukkan kepalanya pelan merespon perkataan Allard, dia setuju dengan julukan baru Tyrex untuk sang ayah. Pasalnya berada di dekat ayahnya benar-benar membuat jantungnya tak sehat sama sekali, dia selalu was-was ketika mendengar kata umpatan yang keluar dari mulut sang ayah selama penerbangan tadi malam.
Si kembar pun hanya bisa berdoa agar pesawat jet yang mereka tumpangi segera sampai di Tokyo agar bisa menjauh dari sang ayah yang menakutkan. Baru kali ini mereka berdua sadar bahwa kehadiran sang ibu benar-benar sangat dibutuhkan dan mereka akhirnya percaya dengan perkataan sang kakak yang selalu menyebut ibu mereka adalah penjinak banteng.
🌺Bersambung🌺