
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Meiji jingu Shrine
Meiji jingu Shrine adalah sebuah kuil yang dibuat untuk Kaisar Meji dan istrinya, Empress Shoken. Tempat wisata ini terletak di samping stasiun Harajuku dan berdekatan dengan Taman Yoyogi.
Arthur terlihat berjalan santai sambil menikmatinya ice cream sambil menggandeng Zarina yang sejak tadi ribut ingin pergi ke hutan kecil yang ada disamping kuil, pasalnya didekat hutan itu ada sebuah kolam kecil yang berisi banyak ikan. Zarina sudah tak sabar ingin memberikan makan apa ikan-ikan yang ada di kolam itu.
"Kita ke kuil saja Zarina jangan pergi ke hutan," ucap Arthur tegas menolak permintaan Zarina untuk yang kesekian kalinya pasca Zarina terus merengek ingin pergi ke hutan.
"Aku ingin kehutan sebentar rasanya pasti menyenangkan ada dalam hutan menikmati udara yang sangat sejuk sambil mendengarkan puluhan hewan-hewan liar yang hidup di hutan itu," pinta Zarina terus merengek.
"Kalau kau ingin pergi ke hutan pergi lah bersamaku ke hutan Amazon, disana kau bisa tau betapa mengerikannya hutan itu yang sesungguhnya," sahut Arthur dengan cepat sambil menguatkan cengkraman tangannya pada lengan Zarina.
"Amazon...
"Iya Amazon, di hutan itu juga ada ular paling besar di dunia. Kalau misalkan kita tersesat hanya ada dua kemungkinan yang pertama adalah mati kelaparan dan kedua mati dililit dan menjadi mangsa ular anaconda," bisik Arthur lirih menakuti Zarina.
"Awwwww"
Arthur menjerit kesakitan ketika pinggangnya dicubit oleh Zarina.
"Aku bukan anak kecil yang bisa kau takuti seperti itu Arthur, jadi jangan membuat cerita yang tak masuk akal seperti itu. Lagi pula hutan yang ada di samping kuil itu adalah hutan kecil yang sangat aman untuk pengunjung, jadi tak mungkin ada ular seperti yang kau sebut kan tadi. Ular anaconda kan hanya tinggal di Amazon bukan tinggal di semua hutan yang ada di seluruh dunia ini," ucap Zarina ketus sambil melipat kedua tangannya didada menatap Arthur dengan jengkel.
"Kan aku juga tadi membahas hutan Amazon sayang bukan membahas hutan lain," jawab Arthur dengan cepat sambil mencubit pipi Zarina dengan gemas.
Setelah berkata seperti itu Arthur berjalan menuju hutan yang ada di samping kuil di mana sudah banyak pengunjung lainnya yang berjalan ke hutan itu untuk sekedar mencari udara sejuk seperti yang dikatakan oleh Zarina sebelumnya, sementara itu Zarina masih berdiri ditempatnya sambil memegangi pipinya yang dicubit oleh Arthur. Ia masih shock disebut sayang oleh Arthur, karena Arthur memanggilnya terus-menerus dari na akhirnya menyusul Arthur menuju hutan dengan wajah yang memerah menahan malu.
Sebenarnya ia juga bingung dengan perasaannya ini, ada didekat Arthur membuatnya merasa nyaman dan takut dalam waktu yang sama. Namun perasaan takut pada Arthur sangat berbeda dengan perasaan takutnya pada pria lain, sebuah perasaan aneh yang tak dapat Zarina pahami kenapa.
Sejak bersama Arthur pola makan Zarina sangat terjaga, bahkan ia tak pernah makan mie instan lagi selama bersama Arthur. Pasalnya Arthur akan marah jika Zarina menyebut mie instan, alhasil kini tubuhnya terlihat lebih berisi dan terlihat makin cantik dimata banyak pria. Arthur yang menyadari perubahan bentuk tubuh Zarina yang makin berisi itu sangat melarang Zarina memakai pakaian terbuka ditempat umum, walaupun saat ini Jepang sedang musim panas Arthur tetap melarang Zarina memakai hotpants. Akhirnya saat ini Zarina memakai celana jeans panjang yang modelnya sobek-sobek bagian depan sama seperti celana jeans yang dipakai Arthur.
"Aku lelah," ucap seorang gadis yang sedang berjalan didepan Arthur dan Zarina merengek pada kekasihnya.
"Iya, ayo istirahat dulu. Aku sudah tak kuat berjalan," jawab sang gadis sambil memijit kakinya.
Kekasih gadis itu berlutut melihat kaki sang kekasih sang kekasih yang memerah, ia lalu berjongkok dan meminta kekasihnya itu naik ke punggungnya. Pada awalnya gadis itu tak mau karena merasa malu, namun karena sang pria terus menerus memaksanya akhirnya sang gadis pun naik ke punggung kekasihnya. Semua orang yang ada ditempat itu bersorak saat sang gadis naik kegendongam kekasihnya namun tidak dengan Zarina, ia memilih menunduk karena malu. Arthur yang menyadari kalau Zarina sedang tersipu hanya tersenyum, ia lalu berbalik badan menghadap Zarina.
"Ada apa?" tanya Zarina bingung karena Arthur berdiri dekat sekali didepannya.
"Kau ingin seperti mereka?" tanya Arthur dengan cepat sambil memicingkan satu matanya.
"Tidak, tentu saja tidak," jawab Zarina panik.
Mendengar perkataan Zarina membuat Arthur tertawa, ia lalu menunduk dan langsung meraih tubuh Zarina untuk ia letakkan di pundaknya. Arthur mengangkat Zarina seperti karung beras yang sangat enteng, saat semua orang masih kagum akan sepasang kekasih yang sebelumnya mereka kembali dikejutkan dengan apa yang mereka lihat dan kembali bersorak dengan keras.
"Arthur...
Plakkk
Zarina tak dapat menyelesaikan perkataannya dan langsung menutup mulutnya saat Arthur memukul bokooonggnya dengan keras sehingga membuat Zarina memekik kaget dan kesakitan diwaktu yang sama, ia bahkan tak berani mengangkat wajahnya karena menahan malu.
"Aku kan sudah bilang, jangan iri pada orang lain Zarina. Aku bisa memberikanmu lebih baik dan lebih banyak dari orang-orang itu," ucap Arthur ketus.
"Aku tak iri pada siapapun, turunkan aku Arthur," pinta Zarina pelan sambil menutup mulutnya.
"Diam, aku sudah tak mood ditempat ini. Kita pulang," sahut Arthur menahan marah sambil mempercepat langkah kakinya menuju mobil Audi A8 miliknya yang terparkir ditempat parkir VIP yang disediakan kuil Meiji jingu Shrine.
Sesampainya di dekat mobil Arthur menurunkan Zarina dan langsung memintanya untuk masuk ke mobil, Zarina pun akhirnya hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Arthur. Setelah Zarina masuk kedalam mobil Arthur lalu berlari ke sebrang untuk masuk ke mobilnya, begitu ia masuk kedalam mobil dan memakai sabuk pengamannya Arthur langsung menginjak gas mobilnya memacu mobil mewahnya meninggalkan area Meiji jingu Shrine menuju jalan raya. Arthur marah pada Zarina yang terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan sepasang kekasih tadi, ia tak suka melihat Zarina terpesona pada orang lain.
Tanpa Arthur ketahui ada sepasang mata yang memakai bulu mata cukup tebal melihat apa yang ia lakukan pada Zarina di area parkir, perlahan pemilik mata itu menatap ponselnya lagi. Rupanya ia memfoto pelat mobil milik Arthur karena curiga.
"Tak mungkin itu Arthur, bukankah Arthur gay. Tapi pria itu mirip sekali dengannya...belum lagi mobilnya yang sangat mewah ini, tapi kenapa dia mirip sekali dengan Arthur....
🌺 to be continued 🌺