
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Iring-iringan mobil mewah anti peluru milik Archie Durran tiba di sebuah rumah besar yang dijaga ketat oleh pria berbadan besar, begitu mobil pertama sampai didepan pintu para penjaga langsung membuka gerbang dengan cepat dan memberikan hormat ketika melihat sang tuan ada di mobil kedua bersama sang nyonya.
Sasa sebenarnya masih ingin marah pada suaminya, akan tetapi ketika ia melihat ada tiga buah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya seketika rasa kesalnya pada sang suami langsung hilang. Ia terlihat menarik nafas panjang sebelum mengeluarkannya perlahan melalui mulutnya saat akan turun dari mobilnya, saat Archie turun dari mobil setelah ia turun dengan cepat Sasa merangkul tangan suaminya itu sehingga membuat Archie kaget.
"Ayo masuk." ajak Sasa pelan pada Archie.
"Sayang kau sudah tak marah pada mas?" tanya Archie dengan cepat.
"Kita bahas di rumah ya, sekarang masuk saja." jawab Sasa singkat.
Sebuah senyuman tersungging di wajah Archie ketika mendengar perkataan sang istri, ia lalu merangkul pinggang Sasa dengan erat. Ia membimbing istri nya masuk ke dalam rumah, sementara itu ketiga anak mereka sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Archie yang belum menyadari ada tamu dirumahnya nampak sangat bahagia ketika melihat perubahan sikap Sasa yang membuatnya bahagia.
"Welcome home.!!!" teriak Shelomita, Clarinda dan Loretta secara bersamaan menyambut kedatangan tuan dan nyonya Durran yang baru masuk ke dalam rumah.
"Hi sayang..." ucap Sasa pelan membalas sambutan ketiga anak orang kepercayaannya Archie dengan ramah.
Ketiga gadis remaja itu langsung memeluk Sasa dengan erat secara bersamaan, mereka memang sangat dekat dengan Sasa dan menganggap Sasa adalah ibu mereka yang lain. Selesai berpelukan dengan Sasa mereka bertiga pun beralih ke Archie yang masih berdiri disebelah Sasa, mereka lalu berjalan menuju ke meja makan untuk menikmati makan siang bersama dalam rangka perayaan kelulusan Allard dan Ashley.
"Sejak kapan Arthur kembali ceria lagi tuan?" tanya Rico pelan pada Archie.
"Baru beberapa hari ini." jawab Archie singkat sambil menatap Sasa seperti sedang memberikan kode pada Rico.
"Nyonya?" tanya Rico kembali.
"Tentu saja, memang siapa lagi yang bisa menjinakkan singa dirumah ini kalau bukan istriku." jawab Archie berkelakar.
Jawaban Archie sontak membuat Gustaf dan dokter Frans yang sejak tadi jadi pendengar setia percakapan Rico dan Archie langsung tertawa terbahak-bahak sehingga membuat para nyonya menoleh ke arah mereka untuk beberapa detik, mereka lalu kembali ke pembicaraan serius kembali.
Sementara itu diruang keluarga Arthur duduk di sofa bersama Shelomita saja sedangkan si kembar bersama Clarinda dan Loretta bermain game ini karpet permadani.
"Dua hari lagi kelulusan mu kan Mitha." ucap Arthur pelan sambil memasukkan potongan kiwi ke mulutnya membuka percakapan.
"Iya kak, kakak harus datang ya." jawab Shelomita penuh harap.
"Tentu saja kami datang, kalian bertiga ada disekolah yang sama bukan." ucap Arthur pelan sambil menatap ke arah Clarinda dan Loretta.
"Huum, tapi aku mau kak Arthur janji dulu kepadaku." sahut Shelomita dengan cepat.
"Berjanji apa?" tanya Arthur bingung tak mengerti dengan arah pembicaraan Shelomita.
"Kakak harus menemaniku kemanapun dan mengabulkan semua permintaanku." jawab Shelomita dengan cepat.
Mendengar perkataan Shelomita membuat Arthur terdiam, ia lalu mengingat sebuah janji yang ia ingat pada Shelomita saat ia berumur dua belas tahun dimana ia pernah berjanji akan menemani dan mengabulkan semua permintaan Shelomita.
"Aku masih ingat janjiku saat ulang tahunmu hang sepuluh itu Mitha, tapi kan kau akan kuliah jadi tak mungkin kan aku menemanimu terus." ucap Arthur pelan sambil merapikan rambut Shelomita yang berantakan.
"Iya aku tau kak, tapi aku akan masuk ke kampus kakak dan selalu jadi ekor kakak di kampus atau dimana pun sehingga tak ada orang yang menggangguku lagi seperti waktu itu," sahut Shelomita dengan nada sedih, ia kembali mengingat kejadian saat ia di bully teman-teman sekelasnya waktu itu karena dikatakan gendut sampai akhirnya Arthur datang dan membelanya. Sejak saat itu Arthur berjanji pada Shelomita akan menemani dan menjaga Shelomita sampai kapanpun.
Arthur tersenyum mendengar perkataan Shelomita ia lalu memeluk Shelomita dengan erat sambil menepuk-nepuk punggung Shelomita dengan perlahan.
"Kau adikku, tentu saja aku akan menjagamu jadi kau tenang saja ya. Tak akan ada orang lagi yang bisa mengganggu mu Mitha selama aku masih hidup," bisik Arthur pelan mencoba menenangkan Shelomita.
"Tentu tidak, memang aku mau pergi kemana dasar gadis nakal. Ya sudah ayo kita bergabung dengan mereka, sepertinya permainan mereka seru, " ucap Arthur lembut sambil melepaskan pelukannya dari Shelomita.
Shelomita menganggukkan kepalanya perlahan, ia lalu turun dari sofa dan bergabung dengan saudara sepupunya dan si kembar bermain Uno. Sementara itu Arthur nampak sedang minum air putih yang ada di gelas, saat akan bergabung dengan saudara-saudaranya tiba-tiba ponsel Arthur berdering sehingga membuatnya harus mengangkat ponselnya dengan cepat.
"Arthur here..." jawab Arthur pelan saat sudah berhasil tersambung dengan seseorang yang sudah menghubunginya.
"Arthur aku...hatchi..uhuk uhukkk...."
"You're sick cindy?" tanya Arthur dengan nada meninggi ketika mendengar suara batuk dari Cindy
"I'm not sick Arthur, I need you right now uhukk uhukkk..." jawab Cindy dengan suara serak.
"Alright calm down, I'll come to your apartment in a minute. Don't do anything before I come,!!" ucap Arthur dengan nada meninggi.
"I'm waiting for you Arthur .... hurry up I really can't get up from my bed right now Arthur." sahut Cindy memelas.
"Ok, I hang up and get ready to go to your place." jawab Arthur pelan sebelum menutup teleponnya.
Selesai menutup sambungan teleponnya dengan Cindy sang mantan kekasih yang masih berhubungan baik dengannya itu, Arthur lalu berlari menuju kamarnya yang ada dilantai dua dengan cepat sehingga membuat kedua orang tua dan para paman bibinya heran.
"Hey son, what are you doing why run like that?" tanya Archie pada Arthur yang terlihat menuruni tangga sambil memakai jaket kulitnya dengan tergesa-gesa.
"I have to go dad, Cindy is sick she needs me," jawab Arthur dengan cepat.
"So I go first, see you all. Ma'am I'm going bye," ucap Arthur pelan sambil mencium Sasa untuk berpamitan.
"Hati-hati sayang." jawab Sasa pelan.
"I know mom, love you bye." sahut Arthur singkat sambil melambaikan tangan pada semua orang.
Melihat Arthur pergi membuat wajah Shelomita yang tadi ceria berubah, ia terlihat kecewa melihat Arthur pergi. Ia lalu berjalan menuju ke ruang tamu dimana kedua orangtuanya berada.
"Tante kemana kak Arthur?" tanya Shelomita pelan sambil memeluk Sasa dari belakang, rambut Sasa yang masih disanggul pasca memakai kebaya masih tertata rapi walau ia sudah berganti pakaian.
"Pacar kakakmu sakit, jadi dia harus menjenguknya dan membawanya ke rumah sakit sayang." jawab Sasa lembut, Sasa sangat menyayangi anak-anak gadis itu sejak kecil karena ia tak punya anak perempuan.
"Memangnya benar-benar sakit, siapa tau dia berbohong tante." sengit Shelomita ketus.
"Hei sayang, jangan bicara seperti itu. Kita tak boleh berprasangka buruk pada orang, kita doakan saja semoga pacar kakakmu segera sembuh ya sayang." ucap Sasa pelan sambil membelai rambut panjang Shelomita.
Shelomita menganggukan kepalanya pelan, ia lalu kembali ke ruang keluarga untuk bergabung dengan adik-adiknya. Shelomita hanya duduk di sofa melihat semua orang bermain, pikirannya masih terganggu dengan perkataan sang tante yang mengatakan kalau Arthur pergi ke tempat Cindy karena Cindy sedang sakit.
"Aku juga bisa sepertimu Cindy." ucap Shelomita dalam hati penuh kecemburuan, ia merasa Arthur tak boleh membagi perhatiannya pada orang lain karena ia sudah berjanji padanya untuk menjaga dirinya selama-lamanya.
"You're only mine, Arthur." batin Shelomita datar.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.